Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Ini Dia Strategi Yusuf-Imron Wujudkan Madina Yang Mulia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
  • print Cetak

 

Kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal Madina (Madina) adalah tujuan yang masih di kejauhan. Memang betul, indikator pembangunan bidang ekonomi relatif membaik. Seiring dengan itu, angka kemiskinan pun sudah menurut hingga 9,62 persen di 2013. Salah satu faktor penyebabnya adalah kepemimpinan hingga Pilkada 2015 ini menjadi teramat penting hingga harus dibiayai sekalipun mesti menyedot uang negara hingga lebih dari Rp 29 milyar.

Dalam pandangan Drs. HM. Yusuf Nasution, MSi dan H. Imron Lubis, SPd, MM (Yusuf/Imron) perwujudan kesejahteraan dengan segala modal SDM dan SDA kaya sekalipun mesti didukung satu kepemimpinan dari pemimpin yang benar-benar memahami permasalahan yang dihadapi dan memahami harapan masyarakat.

Apa saja yang menjadi permasalahan selama ini sehingga kesejahteraan masyarakat dalam bingkai Madina yang Mulia itu masih berada di sebuah upuk yang jauh?

Banyak permasalahan yang bagi Yusuf/Imron merupakan isu strategis yang mencirikan Madina. Salah satunya, kesenjangan pendapatan masyarakat, kesenjangan pertumbuhan dan kesenjangan pembangunan antar-wilayah. Selain itu, yang tak kalah utamanya adalah kualitas SDM pencari kerja dan semangat berwirausaha. Dari situasi yang seperti itulah, Yusuf/Imron siap maju sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina 2016-2021 dengan visi: “Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia”.

 

AKHLAK MULIA

Memang, dalam visi Yusuf/Imron impian masyarakat yang berakhlak mulia, dapat diwujudkan setelah ada upaya melalui sejumlah program dan strategi untuk terlebih dahulu meletakkan dasar-dasar kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi pasangan ini, ungkapan ‘akhlak mulia’ itu merupakan pancaran atau merujuk pada kondisi masyarakat yang memiliki peradaban, etika dan moral sesuai anjuran agama. Kondisi itu ditandai dengan hubungan antar-sesama berjalan dengan sikap/tindakan yang adil dan sifat yang terpuji. Dengan begitu, masyarakat akan tenteram, tertib, rukun, harmonis, serta terpaut dalam spirit gotong royong. Inilah kemajuan yang melingkupi dimensi spiritual, agama, budaya sehingga dapat membawa kesejahteraan lahir-batin dalam bingkai kehidupan yang Madani.

Seiring dengan itu, Yusuf/Imron sudah menyiapkan gambaran tentang sejumlah misi yang nantinya diejawantahkan dalam program dan kegiatan pembangunan yang nantinya menjadi warna dominan dalam APBD Madina tahun per tahun. Seperti apa misi tersebut?

 

DAHULUKAN IMTAQ

Dalam naskah visi dan misinya selaku pasangan balon bupati/wakil bupati, Yusuf/Imron menjabarkan lima butir misi yang dicanangkan untuk mewujudkan Masyarakat yang Madani tersebut, yaitu: 1) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta kerukunan umat beragama; 2) Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan; 3) Meningkatkan pengelolaan SDA dan nilai tambah sektor pertanian, pariwisata, perindustrian, perdagangan, budaya lokal, pertambangan, berwawasan lingkungan dan berbasis ekonomi kerakyatan; 4) Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang unggul, sehat dan cerdas; 5) Menciptakan kualitas pelayanan publik, sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintah daerah yang bersih, efisien, efektif, profesional, transparan, dan akuntabel yang didukung dengan sistem pengawasan yang efektif.

Misi pertama di atas, berorientasi untuk meningkatkan imtaq dan kerukunan antar-umat beragama. Di sini, Yusuf/Imron hendak menata kehidupan beragama serta meningkatkan penerapan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Yaitu dengan meningkatkan bantuan sosial untuk kegiatan keagamaan, penerapan kaidah dan ajaran agama serta bantuan pembangunan sarana prasarana keagamaan.

 

TIDAK MELULU SOAL IMTAQ

Betul, memang rencana programnya tidak melulu dengan dan untuk dimensi imtaq. Empat misi lainnya juga bertujuan untuk, antara lain: 1) peningkatan produk dan skala usaha hasil pertanian, 2) peningkatan pengelolaan SDA, 3) peningkatan peran desa/kelurahan, 4) peningkatan keterampilan hidup bagi generasi muda dan lain-lain.

 

HIDUPKAN BUMD

Dalam meningkatkan pengelolaan SDA dengan sikap ramah lingkungan, Yusuf/Imron menekankan peningkatan produk unggulan hasil pertanian, peningkatan pelayanan informasi potensi dan perijinan investasi, serta menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi masyarakat.

Setidaknya, pasangan ini memiliki 31 unit program yang secara khusus dan teknis mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa di antaranya: pengembangan komoditas unggulan daerah, penelitian dan pengembangan teknologi pertanian, pembinaan dan pengembangan sistem usaha, investasi dan promosi, peningkatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, peningkatan upaya pemasaran hasil produk perkebunan, pengembangan usaha kecil dan mikro dan program lain-lain yang senada dengan itu.

 

MISI KEDUA

Sebenarnya, dalam frame berpikir Yusuf/Imron, percepatan pembangunan infrastruktur itu menjadi misi kedua. Dimana terdapat sebanyak 14 program implementatif. Sebut saja program peningkatan jalan dan jembatan, pengembangan air minum, pengelolaan ruang terbuka hijau, pengelolaan persampahan dan lain-lain yang sangat strategis bagi misi ketiga dan selanjutnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut mengacu pada tiga strategi, salah satunya, Rencana Investasi Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Yang tercakup di dalamnya adalah jalan, jembatan, irigasi, pasar serta infrastruktur sosial di seluruh wilayah Madina, hingga tidak ada lagi daerah terisolir dan tertinggal.

Selanjutnya, dalam menggenjot kualitas layanan publik dan tata pemerintahan, mantan Sekretaris Daerah Madina dan mantan Wakil Bupati Madina ini memiliki arah kebijakan yang menjanjikan. Maka, bagi mereka, sangat penting untuk melakukan peningkatan pengetahuan dan kemampuan PNS, sistem perencanaan dan penganggaran partisipatif, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Perangkum      : tim

Editor              : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja. “Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan […]

  • Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    Mendikbud: perubahan kurikulum karena tuntutan zaman

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (MO) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan perubahan kurikulum pendidikan perlu dilakukan karena tuntutan zaman yang terus berkembang agar peserta didik mampu bersaing di masa depan. “Saat ini zaman kan sudah berubah, maka kompetensi yang diberlakukan untuk pengembangan intelektual siswa pun juga harus berubah karena tantangan yang mereka hadapi tidak akan sama […]

  • Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Rehabilitasi bangunan dek penahan arus sungai di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sedang berlangsung. Diharapkan pekerjaannya selesai tepat waktu. Dek ini urgen karena sejumlah titik jalan raya di Panyabungan Timur selalu rawan diterjang arus Sungai Aek Pohon. Jalur jalan raya di Panyabungan Timur relatif mengikuti alur tepian sungai […]

  • Lomba Kebun Kopi, Kuatkan Mutu Produk Petani

    Lomba Kebun Kopi, Kuatkan Mutu Produk Petani

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lomba Kebun Kopi Arabika Spesiality di Mandailing Natal selama 4 bulan sukses terlaksana. Berbagai perkebunan kopi arabika yang dikelola petani di Mandailing Natal (Madina) disertakan dalam lomba. Lomba itu sendiri berlangsung selama 4 bulan, dimulai sejak Mei hingga Agustus 2019. Diselenggarakan gabungan 3 lembaga, yakni PT. Kopi Rakyat Indonesia (PT.KRI); […]

  • DCS Dapil 4 DEMOKRAT Madina

    DCS Dapil 4 DEMOKRAT Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 DEMOKRAT Madina

  • Dua Irigasi Rusak, Ribuan Ha Sawah Kering, Fahrizal Akan Berupaya di DPRD Sumut

    Dua Irigasi Rusak, Ribuan Ha Sawah Kering, Fahrizal Akan Berupaya di DPRD Sumut

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution risau pada kerusakan dua unit irigasi penyebab kekeringan ribuan hektar sawah di Mandailing Natal (Madina). Kepada wartawan di Madina, Selasa (21/2/2023), dia menyatakan akan memperjuangkan agenda pembahasan di DPRD Sumatera Utara (Sumut). Kedua unit irigasi yang rusak adalah irigasi Batang […]

expand_less