Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
  • print Cetak

Siswa sd terpencil

MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja.

“Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan tenaga pendidik itu bisa dipenuhi,” kata Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Mutsyuhito Solin di Medan, hari ini.

Sejak tahun 2011, pemerintah telah meluncurkan program sarjana mendidik yang akan ditempatkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal selama satu tahun sebagai upaya mengisi kekurangan guru di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk tahun ini akan direkrut sebanyak 3.500 sarjana dengan wilayah pengabdian meliputi sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.

“Sebenarnya melalui program sarjana mendidik itu, bisa juga mengisi kekurangan tenaga guru di beberapa daerah di Sumut. Namun saya kurang tahu mengapa Sumut belum mendapat kuota penempatan guru 3T itu, atau mungkin untuk sementara ini hanya delapan daerah itu yang baru mendapat prioritas,” katanya.(antara)

Sementara Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan Khairil Ansyari mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua Kemendiknas merekrut sarjana pendidikan yang akan ditempatkan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal tersebut.

Para sarjana tersebut direkrut melalui program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) yang dilakukan oleh 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) diantaranya Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Jakarta.

Kemudian Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Ganesha dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Ia mengatakan SM-3T merupakan bagian dari program “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” yang diprakarsai oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud.

Dalam program ini, para sarjana pendidikan direkrut, dipersiapkan, dan diterjunkan di wilayah pengabdian. Selain mengajar, mereka juga melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat setempat.

“Selama mengabdi, setiap bulan mereka akan mendapatkan uang biaya hidup dan asuransi kesehatan. Setelah setahun mengabdi, mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan beasiswa penuh dari pemerintah,” katanya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Potret seorang penarik becak di Medan (Hindia-Belanda) sekitar tahun 1925. Sumber foto: KITLV Leiden / page fb Potret Sejarah Indonesia  

  • Dapat Laporan Keterlambatan Pelayanan BPJS, Bupati Sukhairi Sidak ke RSUD Panyabungan

    Dapat Laporan Keterlambatan Pelayanan BPJS, Bupati Sukhairi Sidak ke RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya keterlambatan pelayanan BPJS, Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bertindak cepat dengan sidak ke RSUD Panyabungan, Senin (14/2) pagi. Kunjungan ke RSUD ini untuk mengetahui secara langsung penyebab terjadinya keterlambatan dalam pelayanan pasien BPJS. Sukhairi yang datang bersama Kadis Pertanian Siar […]

  • 450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 450 penduduk Mandailing Natal menandatangani petisi penolakan PLTP Sorik Marapi yang dikekola PT.SMGP. Angka itu merupakan jumlah awal dari gerakan petisi penolakan Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi. Jumlah tandatangan itu dicapai pada Kamis (18/2/2021) yang dilaksanakan aliansi mahasiswa di jalan raya kawasan Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. […]

  • Momen HUT RI, Desa Sopo Batu Dapat Hadiah Pasokan Listrik

    Momen HUT RI, Desa Sopo Batu Dapat Hadiah Pasokan Listrik

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Desa Sopo Batu salah satu desa terisolir yang berada di Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini sudah merasakan arti kemerdekaan setelah puluhan tahun lamanya menantikan pasokan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selasa (15/8/2023). Desa yang jaraknya kurang lebih 4 kilo meter dari ibukota Panyabungan Kabupaten Madina ini sebelumnya […]

  • SIKOLA

    SIKOLA

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Willem Iskander (Sati Nasution) Di aduma bagas kibul Marbangku marmeja-meja Di sima iba undul Anso marsipoda-poda Tombal danak dot jop basa Job roana di bagas i Dibaon madung dibotosa Dapotan poda iba di si Ise na marolong roa Di bagas parsipodaan i Ia na ummora Umpado Sutan, na mangincai i Ise na ringgas tu […]

  • Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN (Mandailing Online) – Website http://pemkab-asahan.go.id/ dinilai mubazir dan tidak bermanfat. Meski masih bisa dibuka, namun sejak tahun 2010 hingga 2013, tampilan website tidak ada perubahan. Sebagaimana diketahui, data yang dimasukan terbaru juga tahun 2009 yakni tentang panitia Pengadaan Barang/Jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang mengadakan Pemilihan Umum dengan pascakualifikasi untuk pengadaan barang/jasa borongan […]

expand_less