Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA — Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta.

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti.

“Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN,” ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah. (*)
Sumber : Tribun News

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala sekolah SD Negeri Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur terus merembet.   Selain mendatangi Komisi I DPRD Madina, warga dan komite sekolah juga mendatangi sekretariat DPC PDI Perjuangan Madina, Senin (6/4).   Kedatangan mereka langsung diterima Ketua DPC PDIP Madina, Iskandar Hasibuan. “Kita akan kawal pengaduan masyarakat dan komite sekolah […]

  • Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi III DPRD Madina Kamis, 04 Desember 2014 melakukan peninjauan proyek yang dinilai bermasalah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. (Hol)

  • Bupati Madina Temui Dirjen EBTKE, Bahas Lumpur Panas Roburan

    Bupati Madina Temui Dirjen EBTKE, Bahas Lumpur Panas Roburan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi membicarakan kemunculan lumpur panas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dirjen EBTKE, Jl. Pegangsaan Timur, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Bupati menyampaikan […]

  • Suara Terbungkam

    Suara Terbungkam

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Prosa Karya : Halvionata Auzora Siregar   Ketika mendengar sebuah jeritan menyayat hati dari seorang perempuan yang dianggap sebagai tiang dari sebuah negara, di akhir tahun yang penuh duka, duka bagi perempuan, negara bahkan apa yang diperjuangkan oleh sang feminisme Indonesia R.A Kartini dan Dewi Sartika telah dirobohkan oleh hawa nafsu. Akhir tahun kini penuh […]

  • Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil survei KPK dan TII secara bersamaan menempatkan Medan sebagai kota yang korup dan buruk pelayanan publiknya Tanggal 1 November 2010 KPK telah mempublikasikan hasil survei terhadap instansi pusat, instansi vertikal dan pemerintah daerah yang disebut Indeks Integritas Nasional (IIN) 2010. Ini merupakan indeks gabungan antara nilai rata-rata di instansi pusat, instansi vertikal dan Pemko. […]

  • Waspadai Daging Tak Layak Konsumsi

    Waspadai Daging Tak Layak Konsumsi

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Warga Sabadolok Butuh Bimbingan Agama MADINA- Sekitar 100-an warga Desa Sabadolok, Kotanopan, Madina mengeluhkan kondisi desa mereka terutama di bidang moral, masih kekurangan bimbingan dan penyuluhan agama. Oleh sebab itu melalui kunjungan salah satu PC Nahdhatul Ulama Madina ke desa itu, warga berharap kepada Pemkab Madina memberikan perhatian kepada warga desa ini. Disampaikan tokoh masyarakat […]

expand_less