Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Tapian Sirisiri Masih Tersisa, Untuk Barang Bukti

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 22 Jan 2019
  • print Cetak

Tapian Sirisiri pasca dihantam arus Sungai Batang Gadis

 

Tapian Sirisiri yang berada di pinggiran Sungai Batang Gadis diterjang luapan arus sungai pada pekan pertama November 2018.

Pantauan Mandailing Online, Selasa (22/1/2019), bangunan utama yang selama ini dijadikan panggung kehormatan untuk pelaksanaan upacara sudah hanyut.

Tetapi terdapat dua bangunan lain yang masih berdiri meski sudah rusak, yakni musolla dan satu bangunan yang berada di sisi selatan pertapakan panggung kehormatan.

Tembok beton yang membentengi pinggiran sungai dengan lapangan Sirisiri juga masih ada.

Semua yang tersisa itu, masih bisa menjadi bukti-bukti fisik yang diperlukan pihak penegak hukum dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi pembangunan Tapian Sirisiri ini.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu sedang digodok Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Meski oleh sejumlah kalangan menilai pihak Kejatisu lamban mengumumkan nama-nama tersangka.

Pembangunan Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu menjadi kasus karena adanya pengaduan masyarakat ke Kejatisu pada awal tahun 2018.

Pihak Kejatisu menyatakan pembangunan kedua objek itu menyedot dana sekira 8 milyar Rupiah bersumber dati APBD Mandailing Natal TA 2015.

Lokasi Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu berada di zona lembah bukit Payaloting, Panyabungan, Mandailing Natal. Keduanya hanya berjarak sekitar 200 meter. Bedanya, Tapian sirisiri berada di pinggiran Sungai Batang Gadis, sedangkan Taman Raja Batu berada di sepanjang kiri kanan Sungai Aek Singolot.

Jalan masuk ke Tapian Sirisiri melalui komplek perkantoran Pemkab Madina menuju arah Sungai Batang Gadis. Sedangkan posisi Taman Raja Batu berada di pintu masuk komplek perkantoran Pemkab Madina.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Sumut Pos ( Tersangka Korupsi Tapian Sirisiri Belum Ditangkap, Agenda Pemilu Jadi Alasan )

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sudah waktunya DPD Partai Golkar Sumut, Golkar Kabupaten Madina mengeluarkan sikap sekaligus memberikan klarifikasi atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh mayoritas anggota dewan terhadap ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay SH. Sekretaris Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Cabang Kabupaten Madina, Muhammad Ridwan Lubis, SPd.I kepada MO, Sabtu sore, (11/2) di […]

  • Tuntutan Pidana Percobaan Terhadap Ahok Langgar Peraturan Jagung

    Tuntutan Pidana Percobaan Terhadap Ahok Langgar Peraturan Jagung

    • calendar_month Sabtu, 22 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Ketua Persatuan Advokad Indonesia (Peradi)  Tabagsel, Sumatera Utara, Ridwan Rangkuti, SH.MH  menilai tuntuna JPU terhadap Ahok telah melanggar Peraturan Kejaksaan Agung. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama alias Ahok dalam perkara penistaan agama adalah suatu […]

  • Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Melissa Perez lahir dan besar dalam keluarga Katolik. Sejak kecil ia akrab dengan ritual Katolik seperti Natal, Misa, dan Rosario. Meski keluarganya percaya pada satu Tuhan, yang disebut Yesus, namun, pada waktu lain mereka menyebutnya lain, yakni Bapa. Inilah yang membingungkan Mellisa. Menurut Melissa, cara hidup Katolik tidak benar-benar ketat. Meski banyak aturan dalam Alkitab […]

  • Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Serahkan 28 Senjata Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi. (foto ridwan lubis) SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan […]

  • Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Pihak Polda Sumut merilis data perkembangan perburuan napi yang kabur dari Lapas Tanjunggusta, Medan. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. R. Heru Prakoso menjelaskan, dari 2.599 orang napi yang ada di LP tersebut, yang melarikan diri adalah sebanyak 212 orang. Kemudian yang meninggal akibat terbakarnya LP tersebut adalah 5 orang.”Dua orang dari pegawai lapas, […]

  • API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 2)

    API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KETIKA KEJAHATAN MENJADI BAGIAN DOMINAN EKOSISTEM EKONOMI   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Masyarakat sering melihat narkotika dan rokok ilegal sebagai kasus yang berdiri sendiri. Padahal keduanya bisa menjadi bagian dari satu ekosistem ekonomi gelap yang sedang menguasai denyut kehidupan warga. Ketika ekonomi legal melemah, logikanya, ekonomi ilegal mulai tumbuh. Ketika lapangan kerja menyempit, jalur […]

expand_less