Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Data Identitas Napi Ikut Terbakar, Perburuan Sulit

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
  • print Cetak

MEDAN, – Pihak Polda Sumut merilis data perkembangan perburuan napi yang kabur dari Lapas Tanjunggusta, Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. R. Heru Prakoso menjelaskan, dari 2.599 orang napi yang ada di LP tersebut, yang melarikan diri adalah sebanyak 212 orang.

Kemudian yang meninggal akibat terbakarnya LP tersebut adalah 5 orang.”Dua orang dari pegawai lapas, dan tiga orang dari narapidana,” ujarnya dalam keterangan persnya terkait kerusuhan LP Tanjunggusta, Selasa (16/7) di Polda Sumut.

Dari 212 napi yag melarikan diri, lanjut Heru, 9 orang diantaranya adalah tahanan yang berstatus teroris. Dari 9 orang tersebut, 5 orang diantaranya berhasil ditangkap. “Hingga saat ini masih ada 4 orang teroris lagi yang kita buru,” ujarnya.

Sementara itu, dari 212 napi yang melarikan diri tersebut, yang sudah dilakukan penangkapan dan termasuk yang menyerahkan diri sebanyak 102 orang. Sedangkan, 110 orang napi lagi masih dilakukan pemburuan untuk diamankan kembali.

Menurut Heru, pihak Polda Sumut telah melakukan beberapa langkah pasca terjadinya kerusuhan, pembakaran Lapas dan larinya para napi di Lapas Klas IA Medan tersebut. Yakni, tetap melakukan pengamanan atau menempatkan personil gabungan TNI dan Polri dan juga melakukan olah TKP dengan melibatkan Labfor Cabang Medan.

Menurut Heru, pihaknya juga sudah membentuk tim investigasi, yang bertugas untuk mencari sebab awal terjadinya kerusuhan, sampai dengan pembakaran gedung dan larinya beberapa orang napi.

“Tim investigasi sebanyak 14 tim, ditambah dengan satu tim pengumpul data. Totalnya adalah 15 tim, yang berkerja utk mengetahui sebab kerusuhan, pembakaran, sampai larinya napi,” ujar Heru.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga membentuk posko terpadu di Lapas, yang dijaga oleh personil dari Polda Sumut, Polresta Medan, dan juga dari petugas lapas itu sendiri.”Hal ini adalah untuk mengsinkronisasikan data. Agar dapat diketahui, berapa jumlah napi yang terdata. Karena, beberapa hari sebelumnya data masih simpang siur, karena kantor arsip Lapas terbakar,” sebutnya.

Akibat tidak adanya data yang lengkap maupun gambar dari napi yang masih diburu, lanjutnya, membuat pengejaran terhadap napi yang kabur sedikit mengalami kendala. “Karena kita mencari orang dengan identitas yang tidak kita ketahui. Ibaratnya kita mencari orang dengan mata tertutup karena mereka (napi,red), dicari dengan identitas yang tidak kita ketahui,”ungkapnya.

Adapun keempat orang terpidana teroris itu adalah, Abdul Gani (28) penduduk Jalan Kakap Sealar No 31, Belawan Bahagia, Belawan. Nibras alias Arab alias Amir alias Wawan (22), penduduk Jalan Anggur, Kidul Dalam Kecamatan Bangi I, Kabupaten Pasuruan, Jatim/Ngumban Surbakti Medan. Dia divonis 6 tahun.

Kemudian, Fadli Sadama bin Mahmudin alias Can alias Zaid alias Fernando alias Buyung alias Ade (29), penduduk Jalan Ilyas Gang Damai No 2, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Labuhan Medan Sumut, divonis 11 tahun dan dijadwalkan bebas 11 Desember 2021.

Terakhir, Agus Sunyoto alias Syafaruddin (25), warga Desa Jetah, Kelurahan Borong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, divonis 6 tahun.

Guna memudahkan proses pencarian napi yang berhasil kabur saat kerusuhan Lapas Tanjung Gusta Medan, Polda Sumut menyebarkan foto 4 napi teroris yang belum tertangkap.

“Inilah kendalanya, karena kita tidak mempunyai data (identitas) konkrit napi yang masih diburu, habis terbakar semua. Karena itu kita menyebarkan foto 4 napi teroris,” tandas Heru.(pnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

  • Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar. Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli […]

  • Isu Mutasi Jabatan di Pemkab Madina Merebak

    Isu Mutasi Jabatan di Pemkab Madina Merebak

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- isu mutasi besar besaran di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Pemkab Madina ) merebak, selain eselon II yang akan dilakukan pelantikan pasca selesainya lelang jabatan, Camat jabatan Eselon III b, dan eselon IVa, seperti Kepala Sub Bagian, Sekretaris Camat, Kepala Seksi, Kepala Sub Bidang, Lurah, Kepala Unit Pelaksana Teknis […]

  • Sumatera Tenggara Dibahas

    Sumatera Tenggara Dibahas

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara sepertinya akan memulai babak baru. Sejumlah tokoh nasional dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) direncanakan akan menggelar pertemuan besok, Sabtu (22/01/2011) di Hotel JW Marriot, Medan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh masyarakat Tabagsel terkait strategi untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut. Ketua Panitia Pertemuan Chaidir Ritonga mengatakan, pertemuan […]

  • Korupsi Telah Mendarah Daging

    Korupsi Telah Mendarah Daging

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Anggota Komunitas Forum Kajian Islam Kaffah   Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Berdasarkan pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa korupsi itu suatu perilaku mencuri dan mengambil hak milik orang lain tanpa peduli bagaimana akibat dari tindakan kita kepada orang […]

  • Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) :  Saat ini sebanyak 41 desa terisolir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membutuhkan perhatian dan kebijakan serius membuka akses jalan. Demikian salah satu poin pembahasan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs.H.M.Yusuf Nasution,M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd dalam acara konsolidasi dan silaturrahim di sekretariat DPD PKS Madina, Jl. […]

expand_less