Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Terbakar, 5 Rumah Rata dengan Tanah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Lima unit rumah di Dusun Bunga Bondar 10, Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Tapsel, rata dengan tanah usai dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun METRO dari lokasi kebakaran, Selasa (8/8), menyebutkan, api bermula dari rumah Dimas boru Siregar (62) atau akrab disapa Oppu Lamsari. Saat itu, seperti biasa nenek dua cucu ini memasak untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke gereja. Oppu Lamsari memasak menggunakan kayu bakar.
Selesai memasak dan sarapan, sekitar pukul 08.00 WIB Oppu Lamsari ke luar rumah dan ngerumpi (manjojor) dengan tetangganya. Awalnya, Oppu Lamsari bermaksud manjojor hingga pukul pukul 10.00 WIB atau sebelum pergi ke geraja. Namun, karena asyik ngerumpi bersama beberapa nenek seusianya, Oppu Lamsari tidak jadi ke gereja.
Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, salah seorang tetangganya Umak Mawar yang sedang menyuci di Tapian Umum yang berada di seberang jalan melihat asap mengepul dari rumah Oppu Lamsari. Selanjutnya, ia berteriak kebakaran..kebakaran.
Dalam hitungan menit, asap terus mengepul dan kobaran api mulai membara. Akhirnya masyarakat dusun yang berjumlah sekitar 12 kepala keluarga (KK) berhamburan, apalagi setelah mendengar isyarat yang dibunyikan dari masjid yang memberitahukan kebakaran.
Selanjutnya, api menjalar ke rumah yang dihuni Bulan (30) yang kebetulan sedang kosong. Akhirnya rumah panggung dengan ukuran sekitar 1X18 tersebut juga rata dengan tanah. Lalu, kendati ada upaya memadamkan api dari masyarakat, si jago mereh terus menunjukkan aksinya dengan melalap rumah Tarmidzi Pulungan yang juga sedang ditinggal pemiliknya. Api juga meratakan rumah Jannes Siregar (52) yang berada di depan rumah Oppu Lamsari, sedangkan Rumah Lena Hasibuan (45) juga harus rata dengan tanah. Tapi, rumah ini dirobohkan untuk menghindari kobaran api menjalar.
“Kebetulan kami sedang asyik cerita-cerita di depan lopo itu (sekitar 50 meter dari rumah terbakar). Dari pagi sampai siang kami duduk di situ, bahkan sempat kami tanyakan dia (oppu Lamsari) apakah sedang memasak, karena terlihat dari sekitar rumahnya ada asap. Tetapi tiba-tiba setelah diperjelas ternyata kebakaran telah terjadi dengan cepat, hanya sekitar 2 jam rumah hangus. Ratusan warga terus berusaha menyelamatkan barang dan memadamkan api dengan menggunakan kran air tapian yang ada namun tetap tak mampu memadamkan api,” terang salah seorang nenek boru Siregar.
Beberapa masyarakat lainnya mengatakan, sempat mendengar dentuman keras dari lokasi kebakaran, setelah bunyi dentuman kobaran api semakin menjadi. “Memang ada dentuman keras dari kobaran api. Selanjutnya, kobaran api semakin membesar. Mungkin saja itu tabung gas yang baru dibagikan,” kata beberapa warga.
Pantauan METRO, lima unit rumah dari bahan kayu rata dengan tanah dan meninggalkan debu dan puing-puing berserakan. Masyarakat setempat terus bergotong-royong membersihkan lokasi. Dan, sesuai dengan hasil musyawarah, kelima rumah akan dibangun dengan cara gotong-royong dan mengumpulkan bantuan.
Sedangkan keluarga yang ditimpa musibah kebakaran untuk sementara menggunakan rumah kosong di sebelahnya. Sedangkan Tarmidzi dan Bulan memilih tinggal dirumah orangtua. Beberapa warga lainnya berupaya mengumpulkan bantuan sukarela dari pengguna jalan yang melintas di jalan Provinsi Sipirok SDH tersebut.
Waspadai Kebaka
Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran. Sebab, saat ini Tapsel sedang dilanda musim kemarau.
“Kebakaran ini bencana bagi mereka dan peringatan bagi kita. Untuk itu tetaplah waspada. Mari kita semua membantu saduara kita yang ditimpa musibah,” ujar Syahrul saat meninjau 5 rumah di Dusun Bunga Bondar X, Desa Pinagar, Kecamatan Arse, yang terbakar Minggu (6/8).
“Atas nama Bupati dan seluruh masyarakat Tapsel saya turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa bapak dan ibu semua. Yakin lah setiap cobaan dari-Nya pasti ada hikmahnya bagi kita,” ungkap Syahrul.
Mangaraja Endar selaku tetua adat dan mewakili para korban, di hadapan bupati menyebutkan, kalau seluruh masyarakat desa telah bermusyawarah dan sepakat untuk sama-sama membangun rumah bagi para korban.
“Terimakasih atas kunjungan dan kepedulian bupati. Mudah-mudahan bantuan ini dapat kami pergunakan sebaik mungkin untuk membangun kembali rumah korban di atas pertapakan terbakar,” pungkasnya. (ran/neo)
Sumber : Metro_Tabagse

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangkatan penyidik Polri di KPK salahi aturan

    Pengangkatan penyidik Polri di KPK salahi aturan

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan Surat Keputusan Pengangkatan terhadap 28 penyidik Polri yang dipekerjakan di KPK sebelum berhenti dari Polri menyalahi ketentuan yang berlaku di Polri. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Syafriadi Cut Ali saat berbincang dengan wartawan, hari ini. “Ada yang harus diluruskan, harusnya dia mundur […]

  • Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Gelombang arus balik lebaran dari Mandailing Natal (Madina) tidak saja meramaikan terminal angkutan darat dan badan jalan oleh kenderraan-kenderaan pribadi, namun juga mendongkrak penjualan kipang dan dodol Mandailing alias “alame”. Para pedagang kipang dan dodol di pasar Panyabungan, Rabu (29/8) mengungkapkan banyak para perantau yang hendak balik memesan dan membeli kipang dan […]

  • Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ujian Nasional 2016 tidak lagi menggunakan kertas manual, tetapi menggunakan CBT (Computer Based Training). Dengan sistem ini, perolehan nilai peserta ujian segera dapat diperoleh begitu selesai menjawab soal. Model ujian nasional ini memang efektif dan efisien untuk mengukur ketercapaian pembelajaran.Masalahnya, untuk daerah-daerah terbelakang seperti Kabupaten Mandailing Natal, hal ini akan membawa […]

  • Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatiha dimarayak potang niari juguk tondo mada uwaki manungkol isang di karosi otang di barando nibagas ni ibana, pupu cukcek songon sorani kareta api namardalan, manombo mopeng-openg ulunia adop ginjang, madung adongdo dipikirannia nasungkot sanga namabiartupe uwaki itarik ramping-ramping suping inda binoto, arsak situtuma nida manurut panjaharonai. Arana dompak onmasona simbur kecek nihalak satontang namarjabatan […]

  • Tender RSU Panyabungan Dinilai Langgar Permen PUPR, Akan Diadukan ke Jalur Hukum   

    Tender RSU Panyabungan Dinilai Langgar Permen PUPR, Akan Diadukan ke Jalur Hukum   

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Proses tender pembangunan Bangunan Gedung Instalasi RSUD Panyabungan berpagu Rp. 52 milyar dinilai melanggar Permen PUPR Nomor 14 tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi. Aliansi Anti Korupsi Mandailing Natal akan mengadukan masalah ini ke jalur hukum. Proses tender itu juga dinilai tidak mengindahkan Surat Edaran nomor 22/SE/M/2020 tentang […]

  • Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution (kiri) dan

    Tahun Depan Jalan ke Pastap Julu Diperlebar

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Penantian panjang warga Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal untuk menikmati jalan lebar tampaknya bakal terrealisasi. Sebab, Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa Pemkab Madina berupaya memasukkan anggaran pelebaran dan peningkatan jalan menuju desa itu pada APBD 2022. Itu dinyatakan bupati di Pastap Julu, Senin (23/8/2021) saat […]

expand_less