Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Kenapa DPRD Madina Enggan Membahas 11 Ranperda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak tanggal 27 Juni 2013 lalu, 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menyangkut kepentingan pembangunan dan hajat hidup rakyat Mandailing Natal (Madina) masih terkatung-katung nasibnya di DPRD Madina.

Pasalnya, sampai saat ini Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina masih enggan untuk membahas Ranperda tersebut.

“Informasi yang kita himpun digedung DPRD Madina menyebutkan enggannya Baleg DPRD untuk membahas 11 Ranperda itu disebabkan karena anggaran perjalanan dinas telah habis, sehingga mereka meminta agar dijadwalkan ulang pembahasannya,” kata Wakil Bupati LIRa (Lumbung Informasi Rakyat) Madina, Waris Ray kepada wartawan Jum’at (30/8/2013).

Tapi cukup aneh, ungkap waris, saat ini waktu penundaan pembahasan sudah hampir satu bulan dan belum ada tanda-tanda Baleg ingin membahas 11 Ranperda tersebut.

Padahal diantara 11 Ranperda itu saat ini sangat mendesak agar segera disahkan oleh DPRD Madina. Diantaranya, Ranperda BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah), Ranperda Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility/bantuan sosial perusahaan kepada warga sekitar), Ranperda Penyertaan Modal Pada Perusahaan Air Minum Daerah.

Di sisi lain, saat ini ungkap Waris, banyak agenda kepentingan dari masyarakat Madina dan program pembangunan yang diabaikan oleh anggota DPRD Madina, seperti pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan yang belum dibahas oleh DPRD Madina. Padahal dalam waktu dekat ini juga akan ada sedotan waktu membahas P.APBD Madina tahun anggaran 2013.

“Laporan Keuangan yang telah diajukan oleh Pemkab Madina saat ini belum ada tanda-tanda akan dibahas oleh DPRD Madina. Jadi saat ini kita tidak tahu apa yang mendasari para anggota DPRD Madina enggan untuk melakukan tugas dan kinerja yang mesti dilaksanakan mereka,” ungkap waris.

Atau memang, kata Waris, enggannya para Baleg DPRD Madina untuk membahas 11 Ranperda ini akibat tidak tuntasnya “kesepakatan siluman” dengan pihak pemkab?

“Selama ini memang terdengar bahwa tim eksekutif tidak memenuhi permintaan dari Baleg DPRD Madina sehingga enggan untuk melakukan pembahasan, bahkan pada beberapa waktu yang lalu ada dari DPRD Madina yang mencoba mendekati tim eksekutif,namun kita belum mengetahui apa sebenarnya keinginan Baleg tersebut,” ungkap Waris.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    Korban Penembakan Kader Terbaik Muhammadyah, Dirujuk ke RSU Adam Malik

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Edwin Adyantho, korban penembakan kerusuhan di Desa Sihepeng, kini dirujuk ke RSU Adam Malik, Medan. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Wakapolres Madina Kompol Hariun Dalimunthe menjeguk korban di RSU Panyabungan sebelum diberangkatkan ke Medan, Selasa (20/9). Edwin tertembak pada bagian pahanya yang dilaporkan sebagai peluru nyasar […]

  • Junaidy Meninggal Dalam Kecelakaan Kerja, PT S3 di MBG Diminta Tanggung Jawab

    Junaidy Meninggal Dalam Kecelakaan Kerja, PT S3 di MBG Diminta Tanggung Jawab

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Seorang Mandor alat berat PT Sawit Sukses Sejati ( S3 ) Mirwan alias Junaidy menjadi korban kecelakaan kerja diwilayah perkebunan  yang beroperasi di Muara Batang Gadis Madina. Kejadian pada Rabu 27/9/2023. Mirwan atau Junaidy ditemukan rekannya tidak bernyawa di dalam jurang dengan kedalaman 150 meter tepat di belakang PKS Daerah […]

  • Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 10 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Data sementara di Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Timur pasangan Dahlan-Sukhairi masih unggul. Panyabungan Barat Yusuf-Imron unggul. Hingga pukul 1.16 WIB Kamis dini hari (10/12), data sementara rekapitulasi di website KPU Madina, pasangan Yusuf-Imron meraih suara 2.943, Dahlan-Sukhairi 5.032, Saparuddin-Miswaruddin 1.421. perolehan sementara itu berasal dari 42 TPS dari total 168 TPS di […]

  • Pengukuhan Pengurus Paguyuban Zona 70

    Pengukuhan Pengurus Paguyuban Zona 70

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Chairuman: Jadikan Paguyuban Perkumpulan Berikan Kontribusi TAPSEL- Komunitas paguyuban tersebut mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta berbagai aspek kehidupan baik sosial budaya, ekonomi dan lain-lain. Demikian sambutan Chairuman Harahap selaku Dewan Pembina Paguyuban Zona 70 pada acara mengukuhkan kepengurusan Paguyuban Zona 70 Tabagsel periode 2011-2016, di aula Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Kabupatena Tapsel, Minggu […]

  • Unjuk Rasa Desak Penutupan PLTP Sorik Marapi

    Unjuk Rasa Desak Penutupan PLTP Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PURBA LAMO (Mandailing Online) – Sejumlah organisasi pemuda melakukan unjuk rasa di base camp PT SMGP di Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (10/3/2021). Demo puluhan massa yang mengatasnamakan diri dari Koalisi Pemuda dan Masyarakat Madina ini mendesak agar PT SMGP untuk menutup segala kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas […]

  • Pemberi Suap Bupati Mandailing Natal Dituntut 4 Tahun Penjara

    Pemberi Suap Bupati Mandailing Natal Dituntut 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Pengusaha Surung Panjaitan, terdakwa pemberi suap senilai Rp 1 miliar terhadap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara, dituntut 4 tahun penjara. Terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Supardi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan […]

expand_less