Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
  • print Cetak

Zulkifli Lubis

Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya.

"Sejak awal 1943 ia juga menjadi salah seorang pemuda Indonesia pertama yang terpilih sebagai taruna yang tergabung dalam PETA (baca: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air). Di PETA, Lubis berkenalan dengan untuk pertama kalinya dengan dasar-dasar intelijen. Di Tangerang, yang terletak sedikit di luar kota Jakarta, Tentara Jepang mendirikan versi lokal sekolah intelijen militer Nakano Gakko yang terkenal itu,” tulis Ken Conboy.

Pertengahan 1944, Lubis dikirim ke Singapura. Di sana ia belajar lebih banyak dan lebih intensif lagi soal intelijen. Seorang perwira Jepang kerap bercerita padanya bagaimana aksi intelijen Perancis menaklukan Indocina.

Ken Conboy menulis bagaimana penampilan Zulkifli Lubis: “Perawakan Zulkifli Lubis sama sekali tak ada potongan sebagai Spymaster (Kepala Badan Intelijen) pertama Indonesia…Lubis yang berkacamata tidak menyukai olahraga semasa mudanya. Bahkan kulitnya mulus seputih pualam, serta suaranya juga lembut seperti wanita.”

Lubis terkesan menyembunyikan kejantanannya. Kesan-kesan yang ditulis Ken Conboy itu mengindikasikan jika Zulkifli Lubis jauh dari kesan sebagai "intel melayu": sebuah sindiran di dunia intelijen yang meremehkan orang-orang berbadan tegap, membawa pistol dan handy talky, memakai jaket berwarna gelap dan kerap mengaku intel dan banyak bertanya layaknya reserse kepolisian. Intel-intel macam ini biasanya adalah anggota militer (TNI) atau polisi yang ditempatkan dalam seksi intelijen di kesatuan mereka. Ketika menyamar pun publik akan mudah mengenali jika mereka adalah aparat.

Soal intel melayu, Kepala BIN yang saat itu dijabat Sutiyoso pernah memecat seseorang yang mengunggah surat tugasnya sebagai anggota BIN. Dalam dunia intelijen, sebetulnya sangatlah tidak pantas seorang intel mengaku diri ke publik jika dirinya adalah intel. Bahkan, satuan tugas di bawah komando Kopassus di Papua yang sering berkeliaran di sekitar Papua dengan pakaian preman pun tak mau mengaku intel meski keberadaan satgas intel di Papua itu adalah bagian dari operasi intelijen terbuka. Soal keintelen mereka, mereka lebih memilih cukup hanya dirinya, komandannya dan Tuhan saja yang tahu dirinya adalah intel. (dikopy dari tirto.id/ Petrik Matanasi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hj Nurliyah terpilih sebagai Kepala Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Kades wanita pertama di kecamatan tersebut menang dalam pemilihan kades, Sabtu (27/11), dengan meraih 238 suara, mengalahkan saingannya Tagor Lubis dengan 114 suara dari 463 suara dalam daftar pemilih tetap. Ketua panitia Pilkades Abdul Lubis mengatakan, kemenangan Hj Nurliyah merupakan […]

  • Passing Grade Honorer K2 Lentur

    Passing Grade Honorer K2 Lentur

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendaygunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengaku, dalam penetapan kelulusan honorer kategori dua (K2) tidak diberlakukan passing grade secara nasional. Alasannya, jika diterapkan secara nasional maka akan banyak yang tidak lulus menjadi CPNS. “Jujur saja, passing grade tidak berlaku untuk honorer K2. Kalau diberlakukan, ya banyak yang tidak lulus terutama […]

  • Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak. Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang. Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, […]

  • Warga Sipirok Desak Pos Lalulintas Ternak Difungsikan

    Warga Sipirok Desak Pos Lalulintas Ternak Difungsikan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Baru Direhab Sudah Dipenuhi Semak Belukar SIPIROK- Pos Lalulintas ternak yang baru direhab beberapa bulan lalu, kini sudah dipenuhi semak belukar, karena tak difungsikan. Gedung di Jalan Raya Sipirok-Padangsidimpuan, Lingkungan Hutaraja, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) itu, seakan jadi proyek pemubaziran uang saja.Warga mendesak agar bangunan tersebut segera difungsikan. Seperti diungkapkan Faisal […]

  • Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tim Musrembang Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (25/2) kunjungi Kecamatan Panyabungan Timur. Musrembang di Panyabungan Timur ini  dihadiri oleh beberapa instansi dari Kabupaten yakni  Bapeda Madina, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parawisata, Bapedalda,Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polsek Panyabungan.(hol)

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

expand_less