Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
  • print Cetak

Zulkifli Lubis

Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya.

"Sejak awal 1943 ia juga menjadi salah seorang pemuda Indonesia pertama yang terpilih sebagai taruna yang tergabung dalam PETA (baca: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air). Di PETA, Lubis berkenalan dengan untuk pertama kalinya dengan dasar-dasar intelijen. Di Tangerang, yang terletak sedikit di luar kota Jakarta, Tentara Jepang mendirikan versi lokal sekolah intelijen militer Nakano Gakko yang terkenal itu,” tulis Ken Conboy.

Pertengahan 1944, Lubis dikirim ke Singapura. Di sana ia belajar lebih banyak dan lebih intensif lagi soal intelijen. Seorang perwira Jepang kerap bercerita padanya bagaimana aksi intelijen Perancis menaklukan Indocina.

Ken Conboy menulis bagaimana penampilan Zulkifli Lubis: “Perawakan Zulkifli Lubis sama sekali tak ada potongan sebagai Spymaster (Kepala Badan Intelijen) pertama Indonesia…Lubis yang berkacamata tidak menyukai olahraga semasa mudanya. Bahkan kulitnya mulus seputih pualam, serta suaranya juga lembut seperti wanita.”

Lubis terkesan menyembunyikan kejantanannya. Kesan-kesan yang ditulis Ken Conboy itu mengindikasikan jika Zulkifli Lubis jauh dari kesan sebagai "intel melayu": sebuah sindiran di dunia intelijen yang meremehkan orang-orang berbadan tegap, membawa pistol dan handy talky, memakai jaket berwarna gelap dan kerap mengaku intel dan banyak bertanya layaknya reserse kepolisian. Intel-intel macam ini biasanya adalah anggota militer (TNI) atau polisi yang ditempatkan dalam seksi intelijen di kesatuan mereka. Ketika menyamar pun publik akan mudah mengenali jika mereka adalah aparat.

Soal intel melayu, Kepala BIN yang saat itu dijabat Sutiyoso pernah memecat seseorang yang mengunggah surat tugasnya sebagai anggota BIN. Dalam dunia intelijen, sebetulnya sangatlah tidak pantas seorang intel mengaku diri ke publik jika dirinya adalah intel. Bahkan, satuan tugas di bawah komando Kopassus di Papua yang sering berkeliaran di sekitar Papua dengan pakaian preman pun tak mau mengaku intel meski keberadaan satgas intel di Papua itu adalah bagian dari operasi intelijen terbuka. Soal keintelen mereka, mereka lebih memilih cukup hanya dirinya, komandannya dan Tuhan saja yang tahu dirinya adalah intel. (dikopy dari tirto.id/ Petrik Matanasi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

    BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, (Mandailing Online) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dinilai terlalu lama mengerjakan pengerukan jalur kanan Irigasi Batang Gadis, akibatnya petani di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, kecewa. Kekecewaan petani karena lahan persawahan tak terairi. Sebab, irigasi harus kering di kala pengerukan berlangsung. Banyak hamparan persawahan dan perikanan darat di desa-desa kawasan Kecamatan […]

  • Tewasnya Penambang Ilegal di Kotanopan, DEMA STAIN Madina Minta Polisi Transparan dan Tegas. Kapolres Madina : Kasus Sudah Ditangani

    Tewasnya Penambang Ilegal di Kotanopan, DEMA STAIN Madina Minta Polisi Transparan dan Tegas. Kapolres Madina : Kasus Sudah Ditangani

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang pria yang diduga tewas dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Muara Tagor, Kecamatan Kota Nopan dapat sorotan dari dewan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal. “Kami DEMA Stain turut berduka atas dugaan tewasnya seorang pria dalam aktivitas pertambangan di Desa Muara Tagor, Kecamatan Kota Nopan. […]

  • Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Progres capaian pembangunan dibiayai Dana Desa di Desa Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) TA. 2020 terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Capaian itu terbukti dengan selesainya pembangunan jalan rabat beton menuju sentra produksi, begitu pula dengan pembangunan drainase jalan desa. Hal tersebut membuat tokoh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur […]

  • Aksi Pengarakan Bendera Merah oleh PAM Unair

    Aksi Pengarakan Bendera Merah oleh PAM Unair

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi Pengarakan Bendera Merah Sepanjang Putih 54 Meter dan Penutupan jalan Airlangga depan pintu masuk kampus B Unair selama 54 Menit 54 detik. Aksi yang di pimpin koordinator aksi Dani Samuel ini mengambil Angka 54 yang merupakan simbol nasionalisasi Unair tahun 1954. * Kawan-kawan sekalian, beberapa waktu ini telah dilangsungkan proses verifikasi data maba Unair […]

  • Sampai Kapan Batahan Bertahan

    Sampai Kapan Batahan Bertahan

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mobil ini terperosok di badan jalan raya berkubang lumpur. Tepatnya di titik Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Sumut. Lihatlah foto itu dengan seksama. Lumpurnya mungkin lebih setinggi lutut pria dewasa. Berdasar laporan Sobirin warga Batahan menjawab Mandailing Online, Rabu malam (26/12/2019) mobil yang terjebak di jalan berlumpur ini tiga hari lalu saat […]

  • Hentikan!! Jangan Gadaikan Aqidahmu dengan Perayaan Umat Lain

    Hentikan!! Jangan Gadaikan Aqidahmu dengan Perayaan Umat Lain

    • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari Ketua Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal   Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur ikut terlibat mempersiapkan kebutuhan perayaan Natal di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya. Salah satu warga NU yang kerap disapa Ustaz Nur Kholis Saleh, ikut merangkai pohon Natal yang terbuat dari masker dan hand sanitizer. Ustaz yang […]

expand_less