Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Bagi umat Islam sudah menjadi kebiasaan atau tradisi menggelar mandi taubat atau Marpangir istilah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Namun, entah apa yang terjadi atau mungkin dampak kemajuan zaman atau semakin menurunnya akidah dan akhlak umat sehingga akhir-akhir ini banyak ditemui tradisi marpangir terkesan mengarah pada hura-hura bahkan maksiat, dengan bepergian menuju pemandian terbuka serta sungai danau, laut atau tempat rekreasi sehingga tradisi atau kebiasaan marpangir yang pada hakikatnya membersihkan diri menjelang Ramadhan sama sekali bertolak belakang.
Menanggapi hal tersebut, Roisuryah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tapsel, H Abdulloh Harahap menghimbau agar umat muslim jangan sampai menyalahgunakan proses mandi Taubat (marpangir) tersebut. Apalagi belakangan kerap dijadikan ajang hura-hura, ugal ugalan dan rekreasi.
“Agama Islam dilarang hura-hura, karena itu merupakan sikap jahiliyah, jangan sampai disalahgunakan kebiasaan mandi taubat itu dengan hal-hal yang mengarah pada maksiat,” katanya. Disampaikannya, pada hakikatnya kebiasaan mandi taubat memang sudah ada sejak lama dan tidak ada larangan bagi umat muslim melaksanakannya dengan maksud membersihkan diri (badan) menjelang puasa.
“Dulu kan wewangian belum ada, jadi digunakanlah rempah-rempah yang memiliki aroma, tujuannya bukan sirik, tapi hanya mandi biasa dirumah atau tempat biasa. Apa salahnya membersihkan diri (badan) dengan wewangian, tapi sekarang saya lihat sudah disalahgunakan, malah terkesan jadi alasan dan ajang hura-hura, Islam tentu melarang itu,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sipirok, Akhirul Pane SAg, kalau kebiasaan marpangir seolah-olah sudah disalahgunakan.
“Boleh saja menggelar mandi taubat (marpangir sebutan di Tabagsel ini, red)) tetapi bukan malah ditempat terbuka dan menjadi alasan untuk jalan-jalan. Cukup kita saja yang tahu bahwa kita sedang mandi taubat,” ungkapnya.
Keduanya menghimbau, kiranya umat muslim janganlah menyalahgunakan kebiasaan marpangir mengarah pada pandangan negatif.
“Sambutlah bulan penuh ampunan dengan niat ibadah, dan jangan malah menyambut dengan kebiasaan yang disalahgunakan sehingga dapat merusak ajaran agama,” pesan keduanya. (ran/mer)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempat Pelelangan Karet Terlantar

    Tempat Pelelangan Karet Terlantar

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat pelelangan karet di Kelurahan Gunung Baringin, Kec.Panyabungan Timur, Madina terlantar dan rusak. Sejak dibangun beberapa tahun lagi sampai sekarang belum pernah difungsikan.(mo/hol)

  • Polres Madina Didesak Bekerja Profesional

    Polres Madina Didesak Bekerja Profesional

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal (Madina) didesak bekerja secara profesional manangani kasus Jeffry Barata Lubis, wartawan Harian Andalas yang dianiaya puluhan Orang Tak Dikenal (OTK) di halaman penjara Sipapaga, Panyabungan 25 Maret 2014 lalu. Pasalnya, pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan akan mengembalikan Berkas Acara Perkara (BAP) karena dianggap belum lengkap alias P19. “Merasa janggal […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • SMA 1 Kotanopan Juara Umum Marching Band se-Sumatera

    SMA 1 Kotanopan Juara Umum Marching Band se-Sumatera

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – SMA Negeri 1 Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih juara umum  dalam kejuraan Marching Band Raja Majestic Champhionship III se-Sumatera yang  berlangsung tanggal 5-6 September 2015 lalu di Universitas Negeri Medan. Ini perolehan luar biasa, karena grup SMA Negeri 1 Kotanopan ini harus menyisihkan grup-grup dari berbagai daerah di pulau Sumatera. […]

  • Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Natal ) : Tidak ada agenda resmi dan di, Puluhan Kepala Desa sambangi Rumah Dinas Wakil Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Atika Azmi Utammi Nasution Jum’at pagi 20/9/2024 sekitar pukul 9.30 wib. Selain Kepala Desa Sejumlah Lurah dan Camat juga terlihat hadir. Kepala Desa yang hadir saat ditanyai tidak berkomentar, mereka […]

  • Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Peradi Tabagsel Ridwan Rangkuti menilai bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melawan UU Pers saat menerbitkan surat edaran kepada SKPD tidak berlangganan surat kabar Malintang Pos. “Munculnya surat edaran bupati Madina kepada semua pimpinan SKPD yang melarang berlangganan surat kabar Malintang Pos merupakan bentuk dan cerminan bahwa bupati Madina tidak siap […]

expand_less