Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
  • print Cetak

Jakarta. Pertama Anda sulit mengunduh video dalam YouTube. Bosan menunggu unduhan tak kelar-kelar, Anda beralih ke Twitter, dan ternyata ini pun lamban. Anda lalu menoleh e-mail, dan ya ampun, lagi-lagi “loading”-nya lama banget. Itu semua terjadi ketika jaringan telepon seluruh dunia ambruk. Bulan-bulan berikutnya, Anda bahkan akan sangat sulit untuk sekadar menelepon.
Ini tiga tahun lagi dari sekarang, tiga tahun menuju masa kehancuran pertama jaringan telepon mobile.

Selamat datang di tahun 2013! Asumsi ini memang hanya skenario terburuk, tetapi macet totalnya jaringan komunikasi internet di masa dekat nanti memang amat mungkin terjadi.

Jaringan seluler sudah menunjukkan tanda-tanda kemandekan. Ponsel Anda tiba-tiba tak bisa dihubungi ketika sedang berada di tengah kerumunan orang banyak atau pada event-event besar seperti konser musik atau pertandingan olah raga. Dan masalah ini semakin buruk saja dari hari ke hari.

Ponsel pintar yang banyak melahap data, adalah sumber dari masalah ini. Bagaimana tidak, jaringan komunikasi yang masuk melalui ponsel pintar telah melebihi kapasitasnya karena sibuk menerima dan mengirimkan web pages, email, dan video streaming, 24 jam sehari tanpa henti.

Jika penggunaan perangkat-perangkat canggih seperti itu kian meluas, maka jaringan selpon di seluruh dunia akan macet total pada 2013. Ini terjadi karena layanan inti dari komunikasi jenis ini tergantung kepada komunikasi nirkabel. Hasilnya adalah kehancuran.

Satu-satunya solusi untuk mengatasinya adalah meneliti lagi bagaimana komunikasi mobil disampaikan. Pemerintah AS dan Eropa saat ini sedang mengatur potongan-potongan (chunk) spektrum gelombang elektromagnetik 5 Megahertz per jaringan per operator, yang digunakan operator di transmiter-transmiter mereka.

Potongan spektrum gelombang elektromagnetik ini berkaitan dengan jalur penerimaan dan pengiriman data lewat transmiter.

Terlalu Padat
Laiknya jalan raya, jalur komunikasi bebas hambatan hanya untuk menghindari terlalu padatnya lalu lintas komunikasi. Teknologi 3G dewasa ini bisa mengirimkan data 1 bit per detik per 1 Hertz dari potongan spektrum gelombang yang dimiliki masing-masing operator.

Itu artinya, menara BTS yang menggunakan sepasang potongan spektrum gelombang 5 MHz bisa mentransmisikan hanya 6 megabyte data per detik. Macetnya jaringan seluler tak bisa diperkirakan satu dekade lalu tatkala jaringan 3G belumlah tercipta. Saat itu, pengguna ponsel pintar hanyalah para eksekutif perusahaan lewat BlackBerry mereka, dan jaringan 3G tidak banyak dimanfaatkan oleh mereka. Kini itu tak terjadi lagi. Modem-modem nirkabel, mempersibuk lalu lintas data sejak diperkenalkan lima tahun lalu.

Kemudian pada 2007, Apple meluncurkan iPhone yang kini sudah terjual 50 juta unit. Tiba-tiba saja, muka-muka baru berseliweran melintasi jalur lalu lintas komunikasi seluler, dan semuanya merampas badan jalur kamunikasi yang telah ada. Misal, satu video streaming akan menyita “bandwidth” yang dipakai untuk 100 panggilan telepon. Akibatnya, jalur 3G kini menjadi terlalu padat, khususnya di kota-kota besar di mana banyak orang menggunakan ponsel pintar. Dan saat itu operator telepon seluler akan dibanjiri oleh gelombang keluhan dari pelanggan.

Kemacetan seperti itu tampaknya akan menjadi biasa, menyusul semakin tingginya penggunaan ponsel pintar. Di Amerika saja, lebih dari 1,5 juta iPhone 4 –versi terakhir ponsel pintar produk Apple– ludes terjual pada peluncuran perdananya Juni lalu. Sementara ponsel-ponsel berbasis Android buatan Google, kian digemari orang.

Menyusul semakin bertambah banyaknya pengguna ponsel pintar, lalu lintas komunikasi mobil akan meningkat dua kali lipat setiap tahun selama empat tahun ke depan, demikian prediksi perusahaan komputer Cisco.

Itu artinya, kemacetan yang waktu ini terjadi kadang-kadang saja, akan sama sekali macet total di masa mendatang, khususnya di kerumuman-kerumunan besar seperti pada ajang pertandingan olahraga di Olimpiade.

Jalur Tambahan
Dulu, perusahaan ponsel menggunakan teknisinya yang inovatif untuk meningkatkan kapasitas.

Dengan mengambil lompatan dari 2G ke 3G misalnya, para teknisi akan mampu memampatkan 5 sampai 10 kali lebih banyak bit per detik untuk setiap satu Hertz spektrum gelombang elektromagnetik, kata Simon Saunders dari Real Wireless, Inggris.

Itu artinya lebih banyak lagi data yang langsung mempersibuk lalu lintas telekomunikasi. Banyak operator telepon yang kini optimistis bahwa opsi untuk mengatasi itu adalah memperlebar pita jaringan (bandwidth). “Jika jumlah kendaraan di jalan bebas hambatan meningkat empat kali tanpa ada jalur tambahan maka segala sesuatunya akan melambat,” kata Christopher Guttman-McCabe, Wakil Presiden CTIA – The Wireless Association, Washington DC, membuat analagi.

Oleh karena itu, demikian Christopher, “Kita memerlukan banyak jalur tambahan.” Dengan cara begitu, potongan-potongan spektrum gelombang 5 MHz yang digunakan operator telepon mobil pada transmiter-transmiter mereka, harus dialihkan. Namun sebelum ini dilakukan, pemerintah mesti membujuk dahulu para operator seluler untuk memanfaatkan jalur-jalur yang belum penuh digunakan.

Ini karena kebanyakan spektrum gelombang 400 MHz dan 3 GHz telah digunakan oleh militer, stasiun televisi, dan komunikasi satelit. (ant)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Selasa (29/3) dini hari turut menjadi perhatian MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina). Sebagai bentuk empati, PAC Kotanopan menggalang donasi untuk para korban. Kegiatan bertajuk #PrayForKotanopan ini melibatkan puluhan kader Pemuda Pancasila, dengan titik lokasi penggalangan dnaa di dekat Jembatan Singengu. […]

  • Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH : Besok, Pilkada Madina Digelar

    Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH : Besok, Pilkada Madina Digelar

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pelaksanaan pemilihan suara ulang Pilkada Mandaling Natal siap digelar besok, Minggu (24/4). Seluruh penyaluran logistik sudah selesai, bahkan sampai ke daerah-daerah terisolir sekalipun. Perangkat pelaksana Pilkada juga sudah siap menggelar pesta demokrasi. Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal Jefri Antoni, SH kepada Analisa, Jumat (22/4). Jefri mengatakan, hingga minus dua […]

  • Dana Untuk Sampah Minim, Panyabungan Tak Kunjung Bersih

    Dana Untuk Sampah Minim, Panyabungan Tak Kunjung Bersih

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Anggaran dana pengelolaan sampah di Mandailing Natal dinilai penyebab kota Panyabungan tak bisa bersih. “Bagaimanalah pula kota Panyabungan ini bisa bersih kalau anggaran dana untuk mengelola sampah sangat minim,” kata Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Madina, Salman Rais Daulay kepada mandailing Online, Senin (10/10/2016) di Panyabungan. Disebutkannya, berdasar data yang ada dalam […]

  • Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Tympanum Novem dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Prof. Uli Kozok, ahli tata bahasa dan budaya Tapanuli berkebangsaan Jerman. Berawal dari software “Latin to Mandailing” yang dikembangkan Tympanum Novem dan di publikasikan melalui situs 4shared.com beberapa waktu yang lalu. Software dimaksud diyakini menarik perhatian peneliti senior Etnologi Asia Pasifik di Universitas […]

  • Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan. Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat […]

  • Desakan PT SMGP Ditutup Datang Dari Mahasiswa

    Desakan PT SMGP Ditutup Datang Dari Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Desakan agar PT Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) ditutup pasca kerap terjadi kelalaian yang mengakibatkan masyarakat yang bermukim di areal perusahaan menjadi korbam muncul dari kalangan Mahasiswa. Farhan Donganta Jaya Mahasiswa asal STAIN Madina menilai PT SMGP telah membuat berkaki kali membuat kesalahan sehingga berakibat patal bagi masyarakat ” […]

expand_less