Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan. Ketua Pam Swakarsa Lembaga Independen Masyarakat Naga Juang, Parimpunan Siregar, meminta Pemkab Madina segera melakukan antisipasi dampak penggunaan air raksa (merkuri) terkait aktivitas penambangan liar di kecamatan itu.

“Merkuri menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak yang belum lahir (janin) akan terpengaruh karena senyawa merkuri dapat menyebabkan cacat fisik maupun mental pada kelahiran janin. Sehingga sebelum menjamur lebih baik diantisipasi,” kata Parimpunan Siregar, di Payabungan, Selasa (10/1).

Dikatakannya, saat ini sejumlah penambang emas tradisional tidak berizin sudah memasuki kecamatan ini, sehingga tidak tertutup kemungkinan pendirian pabrik galundung (alat pemisah emas dari batu/tanah. Uap merkuri tidak berwarna dan bisa terhirup oleh pernafasan memasuki tubuh manusia maupun hewan.

“Kita tidak mau daerah kita menjadi Minamata kedua dari Jepang karena buangan sisa industri plastik yang memakai merkuri dibuang ke laut di Teluk Minamata yang ikannya dikonsumsi oleh manusia, sehingga terjadi banyak hal diakibatkannya seperti gatal-gatal, bayi cacat sampai kepada tingkat kematian,” sebutnya.

Tokoh masyarakat Naga Juang, Eddy Gultom, menambahkan, ribuan pekerja tambang sudah memasuki wilayah Naga Juang.

Ia khawatir limbah merkuri akan mencemari lingkungan, terutama sungai yang airnya digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah sama-sama kita ketahui bagaimana bahaya pencemaran lingkungan akibat air raksa. Mungkin dampaknya tidak langsung, tapi proses yang bertahun-tahun. Saya khawatir anak-cucu kami akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan dan Kebersihan Madina, Miswar Tanjung, sebelumnya berjanji akan melakukan penertiban terhadap keberadaan galundung yang tidak mempunyai izin di sejumlah lokasi. Ia menduga galundung itu membuat beberapa sungai tercemar mercuri.

“Dinas Kesehatan telah menyatakan sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Hutabargot positif tercemari air raksa dan meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsinya.
Tidak tertutup juga kemungkinan sejumlah sungai di Panyabungan, Panyabungan Utara, termasuk di Naga Juang tercemar,” ujarnya.

Miswar mengaku kesulitan melakukan penertiban, karena menyangkut aktivitas khalayak banyak. “Tapi kita masih melakukan upaya pendekatan dan sosialisasi terhadap masyarakat,” sebutnya. (henri.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kemiskinan merupakan masalah krusial yang harus segera diatasi. Sebab, kemiskinan menghambat terwujudnya kesejahteraan bangsa. Namun menyelesaikan masalah kemiskinan bukan perkara mudah. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang berlangsung selama ini belum menghasilkan capaian sebagaimana yang diharapkan. Terobosan pun perlu dilakukan. “Pengentasan kemiskinan saat ini memasuki periode krusial. Sebab untuk menghadapi sasaran  penduduk miskin di […]

  • RI ‘kebakaran jenggot’ disadap AS

    RI ‘kebakaran jenggot’ disadap AS

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengaku tidak kaget mendengar adanya aksi spionase atau penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Menurut dia, aksi spionase yang dilakukan pihak intelijen AS sudah lama terjadi di Indonesia. Bahkan, jatuhnya pemerintahan Soekarno itu merupakan hasil dari kerja intelijen asing. Pernyataan tersebut disampaikan dalam […]

  • Rupiah Melemah Pengaruhi Harga Karet di Madina

    Rupiah Melemah Pengaruhi Harga Karet di Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelemahan rupiah atas mata uang dollar AS mempengaruhi harga penjaualan karet alam, termasuk di Mandailing Natal (Madina). Para pedagang pengumpul menyatakan posisi 1 dollar AS yang mencapai 12.000 rupiah menyebabkan posisi sulit bagi pergerakan harga karet. “Pembelian kita kali ini (di tingkat petani-red) harganya 8.500 rupiah per kilo. Sebelumnya harga sekitar […]

  • Meski Kemarau, Pasokan Tirta Madina Masih Aman

    Meski Kemarau, Pasokan Tirta Madina Masih Aman

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Oline) – Di tengah kemarau berkepanjangan pihak Tirta Madina mengaku masih mampu menyuplai air bersih dengan normal kepada para pelanggan. Itu dikatakan Bagian Umum PDAM Tirta Madina, Sahril Lubis menjawab wartawan, Kamis (20/2/2014). Dia menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan tentang debit maupun pasokan. “Biasanya kalau musin kemarau seperti ini yang […]

  • Madina Kembali ke Level 2

    Madina Kembali ke Level 2

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil kembali ke level 2 pengendalian covid-19. Penetapan level 2 itu tertuang di dalam Instruksi Meneteri Dalam Negeri Nomor 58 Tahun 2021 tanggal 8 November 2021. Capaian itu terkait capaian vaksinasi. Berdasar laporan Satgas Covid-19 Madina, hingga Selasa siang (8/11/2021), grafik realisasi vaksinasi telah mencapai sekitar 41,21 […]

  • PNS Libur Lebaran 9 Hari

    PNS Libur Lebaran 9 Hari

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- PNS di lingkungan Pemkab Madina mendapat jatah libur lebaran selama sembilan hari. Terhitung mulai Sabtu (27/8) hingga Minggu (4/9) mendatang. Artinya, para PNS kembali bekerja pada Senin (5/9). “PNS mulai libur tanggal 27 Agustus ini. Dan, kembali bekerja Senin 5 September,” kata Kabag Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH, Senin (22/8). Menanggapi masa […]

expand_less