Senin, 20 Apr 2026
light_mode

RI ‘kebakaran jenggot’ disadap AS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online)- Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengaku tidak kaget mendengar adanya aksi spionase atau penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Indonesia.

Menurut dia, aksi spionase yang dilakukan pihak intelijen AS sudah lama terjadi di Indonesia. Bahkan, jatuhnya pemerintahan Soekarno itu merupakan hasil dari kerja intelijen asing.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam menanggapi pemberitaan di surat kabar Sydney Morning Herald yang terbit pada 29 Oktober 2013, tentang keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Besar AS di Jakarta.

“Kami telah berbicara dengan kepala kedutaan AS di Jakarta untuk menuntut penjelasan resmi pemerintah AS atas pemberitaan yang dimaksud,” kata Marty.

Marty menuturkan, jika berita itu terkonfirmasi, maka tindakan tersebut bukan saja merupakan pelanggaran keamanan, melainkan juga pelanggaran serius norma serta etika diplomatik. Dan tentunya tidak selaras dengan semangat hubungan persahabatan antarnegara.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, Rabu (23/10) pekan lalu menelepon Presiden AS, Barack Obama guna meminta klarifikasi terkait informasi yang menyebutkan negara adidaya itu menyadap telepon seluler miliknya.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan, Obama meyakinkan Merkel, AS tidak memonitor jalur komunikasi Merkel. “Jerman juga meminta penjelasan rinci dari praktek spionase yang dilakukan AS dengan segera,” kata Merkel melalui juru bicaranya.

Merkel juga menekankan, jika praktik dugaan spionase terbukti, maka itu benar-benar tindakan yang tidak dapat diterima dan layak mendapat kutukan keras.

“Di antara kawan dan mitra, seperti halnya Jerman dan AS yang telah memiliki hubungan erat selama beberapa dekade, tidak seharusnya ada penyadapan terhadap pimpinan pemerintah, hal tersebut merupakan tindakan yang menghilangkan rasa saling percaya, tindakan seperti itu harus segera dihentikan,” tegas Merkel.

Berita tentang penyadapan tersebut merebak ketika Menlu AS, John Kerry melakukan kunjungan ke Roma dan ditanyai sejumlah pertanyaan tentang aktivitas intelijen mereka terhadap negara-negara sekutu AS di Eropa.

Pertanyaan itu didasari pengungkapan mantan kontraktor intelijen AS, Edward Snowden, yang kini telah mendapat suaka sementara di Rusia. Presiden Prancis juga telah mendorong agar isu mata-mata AS agar dimasukkan dalam pokok bahasan saat pertemuan para pemimpin Eropa.

Harian Prancis, Le Monde sebelumnya melaporkan Dinas Keamanan Nasional AS (NSA) melakukan pengumpulan puluhan ribu data panggilan telepon di Prancis. Empat bulan lalu saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Berlin, Obama masih membela taktik antiterorisme yang dilakukan AS.

Ketika itu, dalam sebuah jumpa pers bersama Merkel, Obama menjelaskan bahwa Washington tidak akan memata-matai warganya.
(antara/republika)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Alan Nur

    Tangis Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Alan Nur

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kedatangan 258 orang jemaah haji asal Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, disambut dengan tangis bahagia keluarga yang menunggu sejak pagi, Minggu (24/07). Kepulangan jamaah haji dari Medan menuju Madina langsung didampingi oleh Wakil Bupati […]

  • Uang Hilang Dari Rekening

    Uang Hilang Dari Rekening

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kesal uangnya hilang, nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Panyabungan, Mandailing Natal, melapor ke wartawan. Kekesalan ini berawal dari janji-janji pihak bank yang akan segera menyelesaikan persoalan uang yang hilang dari rekening nasabah. Arfan Abdullah Lubis, penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, kepada wartawan, Selasa (23/11/2010) mengatakan, pada 8 September lalu, ia mentransfer uang melalui ATM Bank […]

  • Mahasiswa & Masyarakat Saling Dorong

    Mahasiswa & Masyarakat Saling Dorong

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terjadi saat HUT ke-4 Kabupaten Palas PALAS- sejumlah ahasiswa dan ratusan masyarakat terlibat aksi saling dorong di sekitar Mapolsek Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Palas, Minggu (17/7). Aksi ini bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Palas. Masyarakat merasa aksi massa mengganggu proses HUT ke-4 Palas sehingga aksi mahasiswa dibubarkan oleh masyarakat dengan menghalangi mereka masuk ke lapangan Merdeka […]

  • Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya. Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan […]

  • DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan terjadi di DPRD Mandailing Natal (Madina), pasalnya ditemukan nama Hanura sebagai anggota Komisi I, bukan nama orang melainkan nama salah satu partai politik. Nama Hanura ini ditemukan dalam Surat Keputusan DPRD Madina Nomor 70/06/KPTS/DPRD/2015 tertanggal 9 Pebruari 2015 tentang penetapan komposisi personalia pimpinan dan anggota Badan Musyawarah, Kimisi I, […]

  • Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengeluhkan pembatalan Keppres No 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Menurut Gamawan kini terjadi kekosongan rujukan pengendalian miras. Mahkamah Agung (MA) tidak sependapat karena masih ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur perdagangan termasuk peredaran miras. “Masih ada beberapa UU mengenai perdagangan, yang penting adalah pasca putusan ini adalah kebijakan […]

expand_less