Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani.
“Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk bersubsidi sebesar 12,5 persen. Kalau untuk petani yang mempunyai lahan lebih dari 1 hektare tentu tidak masalah karena diimbangi dengan hasil panen,” kata Winarno di Jakarta, Rabu (4/1).

Winarno mengatakan walaupun kenaikan hanya Rp200 per kg, namun akan mempengaruhi konsumsi pupuk sehingga hasil panen tidak maksimal yang akan berdampak pada hasil panen. “Bagi petani kecil, kenaikan Rp 100 atau Rp 200 per kg akan berpengaruh karena penghasilan yang tidak sesuai dengan pengeluaran,” sebut dia.

Apalagi, lanjut dia, tata niaga hasil pertanian di dalam negeri cukup buruk sehingga menyulitkan petani untuk menjual hasil pertaniannya. “Satu sisi pemerintah meminta pada petani untuk terus menanam, namun di sisi lain pemerintah tidak menyediakan jalur distribusi untuk penjualan hasil pertanian,” keluh lelaki berusia 55 tahun ini.

Salah seorang petani di Batu Sangkar, Sumatera Barat, Januar, mengeluhkan kenaikan harga pupuk urea bersudsidi ini karena akan semakin memberatkan petani. “Kenaikan sekecil apapun tentunya bagi petani sangat memberatkan,” ujar Januar.

Sebelum adanya kenaikan harga saja, kata Januar, membeli dengan harga Rp 85.000 per satu kantong dengan berat 50 kilogram atau dengan kata lain dia membeli dengan harga Rp 1.700 perkg. Menurut Januar, harga pupuk urea bersubsidi di daerahnya memang melebihi HET, karena di antar langsung oleh pedagang ke tempat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, mengatakan kenaikan harga pupuk bersudsidi tidak akan merugikan petani karena meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Kenaikan NTP mengindikasikan harga jual produk pertanian lebih cepat daripada kenaikan ongkos. Sepanjang 2011, NTP terus meningkat dari di bawah 100 menjadi 105,64. (ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Bikin Panik Lagi

    BPJS Bikin Panik Lagi

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Devita Deandra Pemerhati Kebijakan, tinggal di Balikpapan Dilansir dari kompas.com (12/12/21), pemerintah berencana melakukan transisi kelas rawat inap (KRI) JKN yang dibagi dalam dua kelas standar. Kelas ini adalah kelas standar A dan kelas standar B. Kelas standar A adalah kelas yang diperuntukkan bagi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Sementara itu, […]

  • Bujing-Bujing Mandailing Simpatisan Yusuf-Imron

    Bujing-Bujing Mandailing Simpatisan Yusuf-Imron

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah Bujing-Bujing (gadis) Mandailing simpatisan Yusuf-Imron yang memakai busana berbagai etnis memamerkan spanduk No.1 pada acara pengundian nomor urut calon bupati/wakil bupati Madina yang diselenggarakan KPU Mandailing Natal (Madina), Rabu (26/8) di gedung Serbaguna, Panyabungan.

  • Hari ini, Fitrah Suryani Nasution Ikuti Ujian Teori, OSN Nasional di Palembang

    Hari ini, Fitrah Suryani Nasution Ikuti Ujian Teori, OSN Nasional di Palembang

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALEMBANG (Mandailing Online) – Hari ini, Rabu (18/5/2016) Fitrah Suryani Nasution akan mengikuti ujian teori pada Olimpiade Sains Nasional di Palembang, Suamtera Selatan. Pelajar kelas VIII dari SMP Negeri 1 Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini  bejuang dan bersaing dengan utusan 34  provinsi dari seluruh Indonesia. Sementara itu, pada Selasa kemarin, Fitrah Suryani Nasution […]

  • PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        |Kontroversi tentang sejarah Kuala Lumpur sudah berlangsung lama | Abdur-Razaq Lubis melalui bukunya Sutan Puasa: Founder of Kuala Lumpur menyelesaikannya dengan data akurat | Pendiri Kuala Lumpur bukan Kapten Cina Ketiga Yap Ah Loy dan juga bukan Raja Abdullah keturunan bangsawan dari Bugis itu | Pendiri Kuala Lumpur adalah Sutan Puasa Lubis, seorang […]

  • DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora, meminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Provinsi Sumut jangan hanya meminta penambahan anggaran di Perubahan APBD 2011. Lebih dari itu, penyerapan anggaran memasuki semester II tahun ini, harus diprioritaskan. “Jangan hanya minta penambahan anggaran saja taunya SKPD. Tetapi yang jauh lebih […]

  • Habib Hayqal Sukses Memukau Ribuan Jemaah Masjid Al Munwwaroh Panyabungan III

    Habib Hayqal Sukses Memukau Ribuan Jemaah Masjid Al Munwwaroh Panyabungan III

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Tausiah Al Habib Hayqal Bin Husein Alaydrus di Masjid Al Munawwaroh Kelurahan Panyabungan III Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sukses memukau ribuan jemaah dari berbagai penjuru. Meski sempat turun hujan beberapa saat sebelum digelarnya acara. Kedatangan Habib Hayqal justru membuat jemaah semakin antusias menunggu isi ceramah yang disampaikan Habib asal Kota Medan tersebut. […]

expand_less