Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Ketidakpastian Nasib Honorer

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
  • print Cetak

Honorer Menyampaikan Aspirasi/Google.

PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir.

Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk tahun 2022 belum juga dikeluarkan oleh pemerintah.

Situasi semakin tidak menentu karena ada beberapa TKS yang dipanggil kembali untuk bekerja meski tanpa SK. Ketiadaan SK ini mengakibatkan penggajian tidak menentu.

Situasi guru TKS jauh lebih rumit. Pasalnya, sesuai pernyataan beberapa sekolah bahwa Kepala Dinas Pendidikan Lis Mulyadi Nasution dalam rapat beberapa waktu lalu telah mengembalikan penggajian guru TKS ke masing-masing sekolah tanpa ketentuan besaran gaji.

Selain itu, kepala sekolah juga diberikan kewenangan memberhentikan TKS jika keuangan sekolah tak mampu menampung gaji.

Ketidakpastian besaran gaji ini membuat banyak kepala sekolah kebingungan. Bahkan dari penelusuran di lapangan ada kepala sekolah yang berencana untuk merumahkan TKS.

“Tidak ada (gaji) sama sekali. Awal-awalnya kami (TKS) malah mau dirumahkan kepala sekolah. Namun, kami minta tolong ke wakil kesiswaan untuk tetap masuk agar data kami di dapodik tetap aktif,” kata sumber Mandailing Online yang enggan namanya dituliskan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa guru TKS tidak menerima gaji sepeser pun sejak Desember 2021. Padahal katanya untuk mendapat SK yang ditandatangani Bupati para honorer membayar sampai belasan juta.

“Waktu itu bervariasi, ada yang sampai 17 juta,” terangnya ketika dihubungi Selasa (19/4).

Tidak hanya itu, ia menjelaskan dalam pengurusan perpanjangan SK pada tahun-tahun sebelumnya pihak korwil biasanya meminta uang sampai 2 juta rupiah per TKS.

“Tahun lalu bervariasi, tergantung korwilnya. Ada yang sampai 2 juta per orang. Untuk Korwil Kota kita hanya diminta uang minum,” jelasnya.

Nasib lebih baik diterima oleh WL. Honorer di salah satu SMP ini mengaku masih menerima gaji 100 ribu rupiah.

“Ada (gaji), tapi kepala sekolah cuma sanggup gaji kami 100 ribu. Tapi, aku gak tahu apa 1 bulan yang 100 ribu itu apa 3 bulan,” ujarnya.

Honorer yang telah bertugas sejak tahun 2012 ini juga membenarkan adanya jual beli SK bertanda tangan Bupati.

“Kalau itu (bayar SK) dulu aku gak ada, tapi ada kawanku bayar 20 juta,” katanya.

Untuk itu ia pun berharap pemerintah peduli dengan kondisi dan keadaan yang mereka hadapi agar dalam bekerja bias lebih maksimal.

Sementara itu, terkait penyebab belum keluarnya SK penugasan TKS untuk tahun 2022, baik Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Kaban Kepegawaian Daerah maupun Kadisdik Lis Mulyadi Nasution ketika dikonfirmasi kompak tidak memberi jawaban.

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

  • Issu Beredar, Sejumlah SKPD dan Pejabat Pemkab Madina Nyetor Kepada Calon Bupati

    Issu Beredar, Sejumlah SKPD dan Pejabat Pemkab Madina Nyetor Kepada Calon Bupati

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam sepekan ini, satu issu beredar di Panyabungan soal dugaan adanya sejumlah pejabat dan pimpinan SKPD di Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyetor uang kepada salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati. Rumor itu menyebutkan, penyetoran uang tersebut terjadi beberapa hari menjelang pendaftaran bakal calon bupati ke KPU Madina, akhir Juli lalu. Tak […]

  • Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Dapil Sumut 7, Fahrizal Efendi Nasution, ternyata membawa banyak dana aspirasi ke kampung halamannya, Mandailing Natal (Madina), selama menjabat sebagai anggota DPRD Sumut. Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madina ini kepada wartawan menyebut, dana aspirasi yang dia perjuangkan itu dominan dibawa ke Madina […]

  • CATATAN RAMONA

    CATATAN RAMONA

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Cerpen (publis bagian 1) Karya : Wahyuni Lubis Tuan, ejaan kata mana lagi yang akan kau lontarkan padaku agar hujan di pipiku menjadi reda, bisakah kau beri aku solusi untuk keluar dari pilu ini? Kau tau jika aku adalah wanita yang mudah jatuh hati apalagi semenjak kau katakan padaku bahwa aku adalah wanita yang […]

  • Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung hikmat di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Upacara berlangsung di lapangan SMA Negeri Tambangan, Rabu (17/8/2022) dipimpin Camat Tambangan, Muslih Lubis selaku inspektur upacara. Pembacaan teks proklamsi oleh Anggota DPRD Madina, Nissad Sidik Nasution sangat menggugah yang dikuatkan derap pasukan pengibar bendera ketika tahap demi […]

  • Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 16Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution menyataan bahwa daerah ini masuk ketegori daerah rawan bencana alam type A alias sangat rawan. Pernyataan ini mengikuti indeks bencana secara nasional. Jenis-jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung dan ancaman gunung berapi. Itu disampiakan wakil bupati […]

expand_less