Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
  • print Cetak

Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah.

Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar.

Peristiwa Anatra meneyeruduk tebing jalan di jalur Lintas Sumatera (jalinsum) titik Saba Purba sekitar dua pekan lalu juga menewaskan seorang santri Mustofawiyah Purba Baru. Jauh sebelumnya, seorang ibu rumah tangga yang mengantar anaknya ke sekolah harus meregang nyawa akibat sepeda motornya laga kambing dengan Anatra di titik Dalan Lidang.

Hari ini (Senin, 20/1/2014) seorang ibu rumah tangga di Desa Lumban Pinasa, Siabu harus meregang nyawa dihimpitan badan Anatra akibat sepeda motor yang dikendarai anak perempuannya tabrakan dengan Anatra.

Sungguh ironi. Sudah menjadi pemandangan rutin tiap hari angkutan umum Anatra ugal-ugalan berkecepatan bak peluru meliuk-liuk menyalib kenderaan lain tanpa memikirkan keselamatan umum.

Parahnya, anak-anak sekolah justru banyak bergelayut terayun-ayun hanya mengandalkan pegangan tangan di luar bodi kenderaan ditengah kecepatan tinggi kenderaan.

Di mata supir, anak-anak sekolah sepertinya sudah tak memiliki nyawa. Penumpang itu seolah buah tomat yang tak berharga.

Umpatan pengguna jalan raya juga sudah rutinitas sehari-hari terhadap supir angkutan umum Anatra yang ugal-ugalan di jalan raya.

Ini harus dihentikan, jika kita masih mengharagia nyawa dan masa depan para anak sekolah. Para orang tua juga sudah lama “jantungan” memikirkan keselamatan anaknya. Mereka tak punya kenderaan pribadi, hanya mengandalkan jasa angkutan umum bagi anak-anak mereka.

Sikap tak bertangungjawab para supir ini tak bisa dihentikan para orang tua. Karena para orang tua tak memiliki asosiasi sebagai kekuatan tekan menghentikan tabiat para supir.

Lalu kepada siapa mereka berharap? Hemat kita, pihak Organda (Organisasi Angkutan Daerah), Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort, para pemilik angkutan adalah pihak-pihak paling terkait dengan ini. Ketiga pihak ini harus memiliki kesatuan kebijakan yang integral dalam meredam tabiat para supir angkutan umum penumpang tersebut.

Ketiga pihak itu memiliki peran vital dan daya tekan terhadap para supir. Saatnya harus dimulai, saatnya kita memikirkan keselamatan para penumpang yang umumnya didominasi anak-anak sekolah. Kami, para orang tua menunggu. (Pemimpin Redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pengantar Mendung tetap bergayut di angkasa Jakarta sembari masih menggerimiskan hujan secara tersendat-sendat, seolah-oleh belum puas menumpahkan segala resah langit tadi malam. Suasana hari Minggu seperti ini biasanya dan wajar untuk mengikat diri dalam suasana liburan yang damai di rumah saja. Sementara, suasana di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki selalu saja mendung laksana nuansa […]

  • Langit Madina Dilanda Asap

    Langit Madina Dilanda Asap

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Asap menyelimuti langit kota Panyabungan dan wilayah lain di Mandailing Natal (Madina), Jum’at (24/2/2014). Asap ini kiriman dari kebakaran ribuan hektar lahan perkebunan di kawasan Pantai Barat Mandailing. Meski tidak mengganggu jarak pandang lalu lintas, tetapi mata para pengendara terasa perih saat mengendarai kenderaan terbuka. Salah seorang pengemudi beca bermotor di […]

  • Massanofa Raih Lencana Karya Bakti

    Massanofa Raih Lencana Karya Bakti

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perempuan yang pernah diisolasi secara mandiri bersama keluarga di tahun keganasan Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia, kini memperoleh penghargaan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waweso berupa Lencana Karya Bakti sesuai dengan Surat Keputusan 092/2022 Nomor 2361/2022. Sang penerima bernama Hj.Massanofa Nasution, S.Kep. Saat ini dia menjabat Kepala Bagian […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 4)

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution 11. Alaman Bolak (Alaman Silangse Utang) melambangkan wewenang dan kekuasaan Raja. Makna: Kalau terjadi perkelaian misalnya dan salah seorang diantaranya berlari ke Alaman Bolak yang terdapat di depan Bagas Godang (Istana Raja), maka orang tersebut tidak boleh diganggu oleh siapapun. Kalau ada orang lain yang mengganggu, maka yang menjadi lawannya adalah semua […]

  • Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    Oknum DPRD Tapsel Diduga Tilep Rp12 Juta Uang TI

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta melaksanakan tugas fungsi dan kewenangannya terkait dugaan pelanggaran etika oknum anggota DPRD Robinton Simanjuntak yang ketahuan menerima dana tukar informasi ke Bogor namun tidak turut pada kegiatan Komisi II tersebut. Sesuai informasi dan data yang diperoleh wartawan, Komisi II DPRD Tapanuli Selatan melaksanakan Tukar […]

  • Harga Bawang Putih 90 Ribu Per Kilo

    Harga Bawang Putih 90 Ribu Per Kilo

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) –  Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melonjak tajam. Kini sudah mencapai 90 ribu rupiah per kilo garam. Pantauan wartawan sejak Minggu (17/3), hinga Rabu (20/3) laju harga bawang putih ini terus naik tanpa henti hingga menembus angka 90 ribu rupiah. Bawang merah juga mengganas dan […]

expand_less