Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Jul 2016
  • print Cetak
Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Esai : Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Birokrat yang korup membutuhkan perusahaan jahat. Perusahaan jahat membutuhkan birokrat korup. Keduanya adalah mahluk-mahluk ganas, mahluk-mahluk lapar. Keduanya membutuhkan mangsa. Mangsa itu adalah rakyat, rakyat yang lemah, rakyat yang bodoh, rakyat yang buta undang-undang.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Korporasi atau perusahaan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme hanya memiliki satu tujuan : meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Korporasi yang demikian tidak mengenal belas kasih, tidak mengenal solidaritas, tidak memiliki kebaik-hatian.

Jika dia terlihat baik, maka kebaikan itu bukan karena dia baik hati, melainkan bahwa kebaik-hatian itu didorong oleh adanya sesuatu raihan target keuntungan lebih besar atau sebagai kepura-puraan agar dia dinilai sebagai perusahaan yang telah melakukan kebaikan kepada sekelilingnya sehingga dia akan dianggap telah mematuhi amanah undang-undang yang diterbitkan oleh negara.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu tidak memiliki niat baik apapun kepada manusia yang ada disekitarnya, kepada alam yang ada disekitarnya, kepada pemerintah yang memberinya kuasa untuk menanam sawit. Dia akan “berniat baik” bilamana keberniatan-kebaik-hatian itu memiliki dampak positif bagi perjalanan usahanya.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu tidak pernah berniat baik kepada penduduk yang ada disekitarnya, meski sebenarnya penduduk itu telah memberinya “legitimasi” untuk berusaha di wilayah penduduk itu.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu adalah “mahluk ambivalen”, mahluk bermuka seribu, mahluk perayu tingkat tinggi. Ketika membutuhkan izin, maka dia akan merayu bagai Romeo memuja Juliet.

Pemerintah adalah gadis manis bernama Juliet. Kemanisannya itu terletak di “izin prinsip”, “izin lokasi” dan tetekbengek perizinan lainnya. Si Romeo berada di posisi merayu agar si Juliet memberikan dia kuasa menanam sawit di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal.

Tetapi, si Juliet tak bisa begitu saja memberikan “izin” itu kepada si Romeo, karena masih ada yang lebih “Juliet” daripada si Juliet : itulah rakyat atau warga atau penduduk yang hidup dan berketurunan di kawasan rencana pembukaan perkebunan itu. Tanpa keizinan “Juliet” maka si Romeo tak bisa mendapatkan izin dari si Juliet.

Dan, kebiasaan yang lazim dan untuk menunaikan suruhan undang-undang, maka si Juliet akan membawa si Romeo kepada “si Juliet”. Di pertemuan itu, si Juliet dan si Romeo akan merayu “Si Juliet” agar memberikan “hatinya” kepada si Romeo. Sebab, tanpa “hati” itu maka si Romeo tak mendapatkan izin dari si Juliet.

Bilamana persetujuan (hati) dari penduduk (si “Juliet) telah ada, maka pemerintah (si Juliet) selanjutnya memproses perizinan kepada perusanaan itu (si Romeo). Maka lahirnya “akad nikah” yang bernama inti-plasma. Si “Juliet” akibat izin restu yang diberikannya, maka dia akan mendapatkan hak kebun plasma, sedangkan si Romeo berhak terhadap kebun inti. Tugas yang diberikan kepada si Romeo selanjutnya adalah mengerjakan kebun inti dan kebun plasma itu.

Tetapi, di kemdian hari, lazim pula terjadi perselingkuhan. Perselingkuhan terjadi karena pemerintah masa kini itu mata duitan, pemerintah masa kini itu bersifat korup, pemerintah masa kini itu koruptor, pemerintah masa kini itu tidak memiliki kebaik-hatian sebagaimana perusahaan yang ber-roh-kapitalisme itu tak memilki kebaik-hatian.

Birokrat yang korup membutuhkan perusahaan jahat. Perusahaan jahat membutuhkan birokrat korup. Keduanya adalah mahluk-mahluk ganas, mahluk-mahluk lapar. Keduanya membutuhkan mangsa. Mangsa itu adalah rakyat, rakyat yang lemah, rakyat yang bodoh, rakyat yang buta undang-undang.

Tetapi, mahluk-mahluk ganas dan mahluk-mahluk lapar itu tidak saja membutuhkan rakyat bodoh, mereka juga juga membutuhkan regulasi yang memihak kepada kelaparan dan keganasan mereka agar regulasi itu bisa memberikan mereka “lapangan bermain” memainkan rakyat yang bodoh itu agar rakyat yang bodoh itu bisa “dipermainkan”.

Sehingga yang demikian itu, mereka akan bisa mengenyangkan lapar mereka, agar mereka bisa muaskan keganasan mereka, meski sesungguhnya kekenyangan dan kepuasan mereka itu diraih dengan cara melaparkan rakyat yang bodoh, merampas kesejahteraan rakyat yang lemah itu.

Apabila diantara rakyat itu ada beberapa yang tidak bodoh, maka lazimnya mereka akan mengenyangkan beberapa rakyat yang tidak bodoh itu.  (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rampok Pegadaian Bawa Brangkas Bernilai Rp900 Juta

    Rampok Pegadaian Bawa Brangkas Bernilai Rp900 Juta

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada lebih dari 200 buah perhiasan emas. Jakarta, (MO)- Petugas Polsek Metro Jagakarsa masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan di kantor cabang Pegadaian yang terletak di Jalan Raya Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Perampok diketahui membawa satu berangkas yang berisi emas dan uang. Kapolsek Metro Jagakarsa, Komisaris Arsalam mengatakan, pihak pegadaian telah mengalkulasi kerugian atas […]

  • PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung kadernya, Ketua DPW Sumut, Fadly Nurza,l sebagai calon wakil gubernur mendampingi Gatot Pujo Nugroho, bila Syamsul Arifin sudah divonis bersalah. “Kita welcome, sangat mendukung. Dan itu memang hak PPP. Kami partai pengusung pasangan Syampurno dan sangat berkesempatan mengajukan calon,” kata Ketua DPP PPP, Hasrul Azwar usai menutup […]

  • Golkar Madina Salurkan Bahan Pangan di Semua Dapil

    Golkar Madina Salurkan Bahan Pangan di Semua Dapil

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golkar Madina, Senin (13/4/2020) menyalurkan bahan pangan dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi akibat Covid-19. Bantuan ini bersumber dari gaji anggota DPRD Madina dari Partai Golkar yang dipotong 3 bulan. Bahan pangan itu meliputi beras 10 ton, minyak makan 1 ton dan telur 250 papan. Ditambah masker. Bantuan bahan pangan […]

  • Wakil Bupati Madina : Kopi Mandailing Masih Seribuan Hektar

    Wakil Bupati Madina : Kopi Mandailing Masih Seribuan Hektar

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandailing Natal sebagai titik pusat Mandheling Coffe saat ini belum memiliki kebun kopi yang luas. Kondisi itu berdampak pada mandegnya upaya ekspor Kopi Mandailing dari Madina. Sebab, kerjasama ekspor terkendala dengan kuota yang diminta pihak importir. “Saat ini kita belum punya kebun yang luas, idealnya di Mandailing Natal ini kebun […]

  • Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – “Masih banyak kekurangan di desa kami ini, Pak Bupati. Seperti insfratruktur jalan dan sebagainya, mohonlah, Pak”. Itu kalimat tokoh Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur, kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution, Jum’at (27/2/2026). Menurut warga, pembangunan sebelumnya tertunda akibat efesiensi anggaran dari pemerintah pusat. Mereka berharap agar dilanjutkan. Bupati melaksanakan […]

  • Atika: Pemkab Madina Dukung Asta Cita Presiden di Sektor Pangan

    Atika: Pemkab Madina Dukung Asta Cita Presiden di Sektor Pangan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Salah satu Asta Cita Pak Presiden Prabowo adalah ketahanan pangan. Kami, Pemkab Madina juga fokus pada hal ini”. Itu ditegaskan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution usai membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan pasar eks Bioskop Tapanuli, Panyabungan, Rabu (24/9/2025). GPM ini kali ketujuh sejak Agustus […]

expand_less