Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Jul 2016
  • print Cetak
Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Esai : Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Birokrat yang korup membutuhkan perusahaan jahat. Perusahaan jahat membutuhkan birokrat korup. Keduanya adalah mahluk-mahluk ganas, mahluk-mahluk lapar. Keduanya membutuhkan mangsa. Mangsa itu adalah rakyat, rakyat yang lemah, rakyat yang bodoh, rakyat yang buta undang-undang.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

Korporasi atau perusahaan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme hanya memiliki satu tujuan : meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Korporasi yang demikian tidak mengenal belas kasih, tidak mengenal solidaritas, tidak memiliki kebaik-hatian.

Jika dia terlihat baik, maka kebaikan itu bukan karena dia baik hati, melainkan bahwa kebaik-hatian itu didorong oleh adanya sesuatu raihan target keuntungan lebih besar atau sebagai kepura-puraan agar dia dinilai sebagai perusahaan yang telah melakukan kebaikan kepada sekelilingnya sehingga dia akan dianggap telah mematuhi amanah undang-undang yang diterbitkan oleh negara.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu tidak memiliki niat baik apapun kepada manusia yang ada disekitarnya, kepada alam yang ada disekitarnya, kepada pemerintah yang memberinya kuasa untuk menanam sawit. Dia akan “berniat baik” bilamana keberniatan-kebaik-hatian itu memiliki dampak positif bagi perjalanan usahanya.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu tidak pernah berniat baik kepada penduduk yang ada disekitarnya, meski sebenarnya penduduk itu telah memberinya “legitimasi” untuk berusaha di wilayah penduduk itu.

Perusahaan yang berinvestasi di sektor perkebunan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme itu adalah “mahluk ambivalen”, mahluk bermuka seribu, mahluk perayu tingkat tinggi. Ketika membutuhkan izin, maka dia akan merayu bagai Romeo memuja Juliet.

Pemerintah adalah gadis manis bernama Juliet. Kemanisannya itu terletak di “izin prinsip”, “izin lokasi” dan tetekbengek perizinan lainnya. Si Romeo berada di posisi merayu agar si Juliet memberikan dia kuasa menanam sawit di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal.

Tetapi, si Juliet tak bisa begitu saja memberikan “izin” itu kepada si Romeo, karena masih ada yang lebih “Juliet” daripada si Juliet : itulah rakyat atau warga atau penduduk yang hidup dan berketurunan di kawasan rencana pembukaan perkebunan itu. Tanpa keizinan “Juliet” maka si Romeo tak bisa mendapatkan izin dari si Juliet.

Dan, kebiasaan yang lazim dan untuk menunaikan suruhan undang-undang, maka si Juliet akan membawa si Romeo kepada “si Juliet”. Di pertemuan itu, si Juliet dan si Romeo akan merayu “Si Juliet” agar memberikan “hatinya” kepada si Romeo. Sebab, tanpa “hati” itu maka si Romeo tak mendapatkan izin dari si Juliet.

Bilamana persetujuan (hati) dari penduduk (si “Juliet) telah ada, maka pemerintah (si Juliet) selanjutnya memproses perizinan kepada perusanaan itu (si Romeo). Maka lahirnya “akad nikah” yang bernama inti-plasma. Si “Juliet” akibat izin restu yang diberikannya, maka dia akan mendapatkan hak kebun plasma, sedangkan si Romeo berhak terhadap kebun inti. Tugas yang diberikan kepada si Romeo selanjutnya adalah mengerjakan kebun inti dan kebun plasma itu.

Tetapi, di kemdian hari, lazim pula terjadi perselingkuhan. Perselingkuhan terjadi karena pemerintah masa kini itu mata duitan, pemerintah masa kini itu bersifat korup, pemerintah masa kini itu koruptor, pemerintah masa kini itu tidak memiliki kebaik-hatian sebagaimana perusahaan yang ber-roh-kapitalisme itu tak memilki kebaik-hatian.

Birokrat yang korup membutuhkan perusahaan jahat. Perusahaan jahat membutuhkan birokrat korup. Keduanya adalah mahluk-mahluk ganas, mahluk-mahluk lapar. Keduanya membutuhkan mangsa. Mangsa itu adalah rakyat, rakyat yang lemah, rakyat yang bodoh, rakyat yang buta undang-undang.

Tetapi, mahluk-mahluk ganas dan mahluk-mahluk lapar itu tidak saja membutuhkan rakyat bodoh, mereka juga juga membutuhkan regulasi yang memihak kepada kelaparan dan keganasan mereka agar regulasi itu bisa memberikan mereka “lapangan bermain” memainkan rakyat yang bodoh itu agar rakyat yang bodoh itu bisa “dipermainkan”.

Sehingga yang demikian itu, mereka akan bisa mengenyangkan lapar mereka, agar mereka bisa muaskan keganasan mereka, meski sesungguhnya kekenyangan dan kepuasan mereka itu diraih dengan cara melaparkan rakyat yang bodoh, merampas kesejahteraan rakyat yang lemah itu.

Apabila diantara rakyat itu ada beberapa yang tidak bodoh, maka lazimnya mereka akan mengenyangkan beberapa rakyat yang tidak bodoh itu.  (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Adat Lima Desa Ancam Duduki Kantor Bupati Palas

    Masyarakat Adat Lima Desa Ancam Duduki Kantor Bupati Palas

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas  – Terkait proses penyelesaian konflik tanah adat antara masyawakat lima desa di Kecamatan Sosa dan Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dengan PT Victorindo Alam Lestari (PT VAL) yang tidak kunjung mendapat penyelesaian oleh Pemkab Palas, perwakilan masyarakat ancam akan duduki Kantor Pemkab Palas. Kordinator Umum masyarakat adat lima desa Syawaluddin didampingi […]

  • MH370 terbakar di udara

    MH370 terbakar di udara

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Kepala Keamanan Udara Amerika Serikat (AS), Billie Vincent, mengemukakan sebuah teori yang berbeda mengenai insiden menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Vincent berpendapat, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kebakaran yang terjadi di ruang kargo. Dia mengatakan, pilot dan semua kru pesawat nahas tersebut sudah melakukan segenap upaya untuk menyelamatkan pesawat tersebut. Vincent, […]

  • Eddy Rangkuty Minta Tambang Emas Batang Toru Dihentikan

    Eddy Rangkuty Minta Tambang Emas Batang Toru Dihentikan

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel. Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut IV, Eddy Rangkuty meminta agar penambangan emas di BatangToru, Tapanuli Selatan (Tepsel) dihentikan. Hal itu dikatakan politisi PDIP ini usai reses ke daerah pemilihannya di Tapanuli bagian selatan (Tabagsel). Ditemui di Kantor DPC PDIP Tapsel, Jalan Mawar, Kelurahan Ujung Padang, Padangsidimpuan, Rabu (8/2), Eddy menjelaskan, apapun alasannya, […]

  • Sosialisasi Panas Bumi di Desa Hutabaringin Jae

    Sosialisasi Panas Bumi di Desa Hutabaringin Jae

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Apabila kegiatan pengeboran proyek panas bumi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, PT. SMGP akan bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku. Dan PT.SMGP juga tetap mematuhi serta berkomitmen tinggi menjalankan semua peraturan yang diterapkan pemerintah. Demikian dikatakan Janes Simanjuntak pada acara sosialisasi proyek eksplorasi panas bumi dan aktifitas perbaikan […]

  • Rambin Kampung Baru Rusak

    Rambin Kampung Baru Rusak

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Rambin di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, rusak parah menyebabkan petani kesulitan membawa hasil pertanian. Kerusakan titi gantung ini juga sudah menjadi ancaman dan sering membahayakan masyarakat yang sehari-hari melewatinya mencari nafkah di seberang Sungai Batang Gadis. Kerusakan berada di lantai rambin. Papan lantai sudah banyak yang lapuk, […]

  • Sebuah CeritaTentang Kopi

    Sebuah CeritaTentang Kopi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MITOS minum kopi berasal dari zaman kuno. Popularitas kopi telah membuat orang percaya berbagai hal yang berbeda tentang bagaimana kopi mempengaruhi kesehatan. Beberapa hal tentang kopi adalah benar, yang lain hanyalah sebuah mitos yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. Kopi sering disalahkan karena kandungan utamanya, yaitu kafein. Kafein adalah zat alami yang ditemukan dalam daun, biji […]

expand_less