Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


JAKARTA, Banyak tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, juga melakukan hubungan gelap dengan majikan. Mereka harus menanggung aib, mengandung anak hasil perbuatan haram. Saat mereka pulang ke Indonesia, TKW yang bermasalah itu menjadi kebingungan dengan anak yang dibawanya. Apalagi, ada dari mereka yang telah mempunyai suami di kampung halaman.
Sehingga mereka terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyerahkan anak-anak tersebut kepada orang lain. Mereka tidak mau aibnya diketahui keluarga dan dipusingkan dengan status anak tersebut kalau sudah besar. Salah satu, orang yang telah menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari Arab Saudi adalah Hj Herlina, 52. Istri dari H Cecep Iwan S, pensiunan pegawai DAMRI ini mengaku telah mengangkat 22 anak TKW menjadi anak angkatnya.
Hj Herlina menuturkan pertama kali mendapatkan anak dari TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Waktu itu, tengah menjaga kantin di tempat pemulangan TKW dan kedatangan seorang TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Dirinya setengah tidak percaya, saat perempuan itu mengatakan mau memberikan anaknya. Alasannya, anak tersebut kalau dibawa pulang akan menjadi masalah, karena dirinya sudah punya suami di kampung. Sehingga akan membuat aib bagi keluarga.
Awalnya sempat ragu untuk menerima, tetapi begitu melihat anak yang tidak berdosa perasaannya menjadi iba dan trenyuh. “Sebagai seorang ibu rasanya tidak tega, melihat anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa harus ditelantarkan. Sehingga saya mau menerima anak itu dan diasuh seperti anak sendiri dan dijadikan anak angkat. Anak-anak itu di akte kelahiran tertulis sebagai anak saya,” jelas ibu lima anak ini.
22 ANAK
Sejak itu, Hj Herlinapun tergerak hatinya dan berketetapan menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari kawasan Timur Tengah yang bermasalah. Hingga saat ini, ada 22 anak yang menjadi anak angkatnya dan diasuh seperti anaknya sendiri. Sebanyak 10 balita anak ditempatkan di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan 12 anak ada di Cirebon. Anak yang diasuhnya itu ada yang berumur 40 hari atau masih orok hingga sudah 13 tahun. “Mereka sudah saya anggap anak sendiri, kalaupun ada yang mau adopsi tidak akan saya kasih. Biar saya mengasuh dan mendidiknya sehingga menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ujarnya.
Keseriusan nenek dari empat cucu untuk mengasuh anak-anak angkatnya tersebut, dibuktikan dengan adanya 12 pembantu yang mengasuh mereka di rumahnya. Dimana satu anak diasuh satu pembantu, sedangkan kalau mulai besar satu pembantu mengasuh dua anak. Mereka juga disekolahkan dan diajarkan mengaji dengan memanggil guru ngaji ke rumahnya. Termasuk juga di-pangilkan guru les untuk memberi pelajaran tambahan. Sehingga anak-anak angkatnya mendapatkan bekal pengetahuan agama dan pendidikan.
BIAYAI SENDIRI
Diakuinya, biaya untuk mengasuh anak-anak angkat itu sangat besar, tetapi Herlina tetap tidak mau menerima sumbangan dari pihak lain. Bahkan pernah pihak Departemen Sosial akan membantu, namun ditolaknya. Dia berkeyakinan Yang Maha Kuasa akan memberikan rezeki banyak sehingga bisa membiayai anak-anak angkatnya hingga besar nanti.
Suami dan anak-anak saya tidak ada yang keberatan, mereka sangat mendukung dan menganggap anak-anak itu sebagai anak sendiri dan saudara,” katanya.
Dia hanya berharap agar, usaha membuka kantin di tempat pemulangan TKW di Bandara Soekarno Hatta terus berjalan. Sehingga hasilnya bisa untuk membiayai anak-anak angkatnya yang masih membutuhkan biaya besar.
TAK DIJENGUK
Puluhan TKW yang telah membuang anak tersebut tak pernah sekalipun menengok darah dagingnya sendiri. “Ya saya tidak tahu kenapa mereka tidak pernah nengokin atau jenguk anak sendiri,” ujar Herlina.(PK/x)
Sumber : Sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Konfercab V PMII Madina

    Hasil Konfercab V PMII Madina

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Supendi Ketua Umum, Imsaruddin Sekretaris Umum Konfrensi Cabang V Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai Sabtu (4/12) hingga Minggu (5/12), melahirkan pemimpin baru. Supendi terpilih menjadi Ketua Umum dan Imsaruddin Nasution sebagai Sekretaris Umum untuk masa bakti tahun 2011-2012. Hasil ini sesuai Konfercab V yang digelar […]

  • Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN – Samiun Siregar, mantan Anggota DPRD Psp periode 2009-2014, maju menjadi salah satu peserta/calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Pudun Jae, Kecamatan Psp Angkola Julu. Hal itu terlihat dari hasil pendaftaran calon Pilkades serentak 2015. “Pilkades sudah hangat di sini (Desa Pintu Langit Jae,red). Apalagi dengan hadirnya mantan anggota DPRD sebagai […]

  • Bersama Bupati Madina, DEMA STAIN Bahas Peran Mahasiswa dalam Lingkungan, Pendidikan dan Pertanian

    Bersama Bupati Madina, DEMA STAIN Bahas Peran Mahasiswa dalam Lingkungan, Pendidikan dan Pertanian

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal melaksanakan audiensi resmi dengan Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bertempat di ruang kerja Bupati. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah isu strategis di Mandailing Natal, mencakup lingkungan, pendidikan, serta sektor pertanian. Ketua DEMA […]

  • Musda Momentum Kebangkitan

    Musda Momentum Kebangkitan

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara didamping Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara Syah Afandin membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) IV PAN Kabupaten Madina di Hotel Internasional Payaloting, Panyabungan, Ahad (26/12/2010). Ketua Panitia Musda IV DPD PAN Madina Jakfar Siddik saat ditemui, menjelaskan kandidat Ketua DPD PAN Madina Periode 2010-2015 […]

  • Peduli Gerakan Hemat Energi Melalui Earth Hour

    Peduli Gerakan Hemat Energi Melalui Earth Hour

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Medan (Mandailing Online) – Seluruh karyawan AGN dan AGP di unit-unit usaha di seluruh pelosok Indonesia kembali membuktikan komitmennya mengubah gaya hidup hemat energi pada peringatan Earth Hour 2017. Kegiatan ini dimulai dengan pemadaman listrik serentak di seluruh unit usaha Artha Graha selama satu jam, dari pukul 20:30 – 21:30 WIB (25/3/2017) dan diiringi paduan […]

  • DCS Dapil 4 PKS Madina

    DCS Dapil 4 PKS Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PKS Madina

expand_less