Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin lalu, saat ini sedang menjalani pemulihan trauma dan pengobatan. (19/7).

Pelayanan kesehatan dihentikan, seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari pihak pemerintah untuk jaminan keamanan di sana.

Serangan terhadap nakes seharusnya menampar pemerintah untuk bertindak tegas dalam memberantas kelompok separatis ini. Negara ini bisa mandiri – lepas dari intervensi internasional dalam membuat kebijakan terkait itu.

Karena serangan ini merupakan isyarat bahwa kelompok ini benar-benar mengancam keselamatan rakyat. Mengganggu aktifitas- aktifitas vital masyarakat dan merusak persatuan serta mengancam kedaulatan. Maka butuh penyelesaian tepat dan cepat.

Kekerasan separatis yang dilakukan KKB sudah nyata di depan mata, bukan dugaan atau prasangka buruk semata. Oleh karenanya, pemerintah harus bertindak secepat mungkin sebelum kondisi semakin buruk dan mereka semakin bringas dan brutal. Sudah lebih 12 kejahatan yang mereka lakukan, seolah tidak ada rasa takut untuk berbuat kejam seperti itu. Bahkan di beberapa media sosial banyak video yang beredar menunjukkan bagaimana aktifitas mereka dan rancangan kejahatan mereka disebarkan bebas.

Namun kita melihat bahwa negara sepertinya maju mundur untuk menyelesaikan kelompok saparatis ini. Belum ada tindakan konkrit dan tegas untuk menumpasnya. Padahal sudah jelas meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat. Desakan dari berbagai pihak pun sudah berdatangan karena merasa iba dan geram dengan kondisi di sana. Namun lagi-lagi seolah pemerintah kehilangan taringnya.

Berbeda dengan Islam dalam menumpas kejahatan. Islam mewajibkan negara menjamin keselamatan rakyat dan memberantas tuntas setiap tindakan separatisme. Sistem Islam juga menghasilkan tata kehidupan yang menutup munculnya benih disintegrasi. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang menjangkit masyarakat.

Sejatinya, dalam sistem kapitalistik hari ini menyebabkab pintu disintegrasi separatisme terbuka lebar. Mulai dengan bermacam ketidakadilan yang dihadapi masyarakat Papua, sistem ekonomi yang timpang jauh dari pemerataan pun mereka rasakan.

Juga karena masuknya asing melalui media-NGO. Memprovokasi rasa kecewa publik terhadap pemerintah dan mengarahkan menjadi gerakan separatisme. Dengan alasan Papua kaya tapi rakyatnya menderita.

Dalam Islam tidak ada pilih kasih dalam hal periayahan (pengurusan) terhadap rakyat di wilayah mana pun berada. Kebutuhan primer akan terpenuhi dengan jaminan yang  telah ditetapkan oleh hukum syara‘, bahkan kebutuhan sekunder juga akan diupayakan untuk dipenuhi oleh negara, baik muslim ataupun non muslim yang menjadi warga negara khilafah. Semua akan bisa terlaksanan karena negara akan mengelola SDA secara mandiri dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan asing.

Sudah pantas bagi pemerintah untuk melirik dan mempertimbangkan tawaran solusi dari Islam untuk negeri ini. Masyarakat sudah bosan hidup dalam keterpurukan dan keresahan yang tak kunjung menghilang. Yakinlah, dengan Islam hidup akan berkah dan sejahtera. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penganiayaan di Hutabaringin, Penyidik Polres Madina Periksa Sejumlah Saksi

    Kasus Penganiayaan di Hutabaringin, Penyidik Polres Madina Periksa Sejumlah Saksi

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus penganiayaan yang menimpa Sahirbani Rangkuti (34) warga desa Hutabaringin Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Madina yang terjadi pekan lewat oleh oknum perangkat desa berinisial OR ( 37 ) terus bergulir. Jum’at 16/8 penyidik dari Polres Madina memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya termasuk Darman Rangkuti selaku Kepela Desa. Ipda Bagus […]

  • Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Dahlan Batubara / Maradotang Pulungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Sumbar Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara harus bertanggungjawab terhadap penumbangan sejumlah pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. “Pohon pelindung jalan raya itu ditanam dan dipelihara selama belasan tahun dengan dana APBD Kabupaten Mandailing Natal, […]

  • Mustahil Sumut kuasai 58,88 persen Inalum

    Mustahil Sumut kuasai 58,88 persen Inalum

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Meski tahap nasionalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat pada PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) belum menemukan titik terang, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Tengku Erry Nuradi mengatakan Pemerintah Privinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana untuk membeli saham PT Inalum hingga 58,88 persen. Menyikapi pernyataan Tengku Erry, Ketua Komisi D DPRD […]

  • Ke Jakarta Mereka Bertanding

    Ke Jakarta Mereka Bertanding

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Lei Siegers bertindak sebagai Irup pada Upacara Pemberangkatan Tim Yong Moodo dan Tim Sepakbola Kodam I/BB di Lapangan Upacara Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5, Medan, Jumat (26/11/2010). Tim Yong Moodo akan mengikuti pertandingan memperebutkan Piala Bergilir Kasad serta menyambut HUT Ke 61 Kodam Jaya Tahun 2010. sedangkan Tim Kesebelasan […]

  • Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Gedung SMP Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal selama ini dibangun oleh praktisi hukum senior nasional, DR Todung Mulya Lubis SH LLM diserahkan kepada pemerintah. Acara tersebut di daerah tersebut, Senin (7/3). Pejabat (Pj) Bupati Madina, Ir H Aspan Sofian Batubara MM dalam sambutanya mengatakan, penghargaan yang tinggi kepada seorang putra daerah […]

  • Mandailing Pasaman

    Mandailing Pasaman

    • calendar_month Selasa, 8 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya : Mustopa Kamal Batubara   Tutur kita persis pinang dibelah dua Ritual kita tak ada beda Batin kita bak akar dengan pohonnya   Tapi kita beda, kawan Aku diayun onang-onang moyang, sedang kau oleh dendang Pasaman Aku dibesarkan gule bolgang, sedang kau gule rendang   Kita beda, tapi kita sama Dilahirkan dari moyang Mandailing […]

expand_less