Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Medan. Sekitar 500-an warga di Dusun Bulung Gadung dan Dusun Bronjong Desa Selebaru Kecamatan Batang Gadis Kabupaten Madina, terancam kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian akibat aksi penyerobotan tanah yang dilakukan oleh pengusaha. Kepada MedanBisnis, Selasa (27/9) di Medan, Saroha Siregar (37) salah satu perwakilan masyarakat asal Madina yang ditemui mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan pemerintah daerah terkhusus Bupati Madina HM Hidayat Batubara yang tak kunjung mencabut Surat Izin Usaha Perkebunan atas nama PT Dinamika Inti Sentosa (DIS) dengan Nomor SK No.525/487/K/2010 tentang izin prinsip yang dikeluarkannya tertanggal 30 Juli 2010 lalu. Sehingga, PT DIS terus beroperasi melakukan perluasan lahan yang diperuntukkan bagi binatang seperti Landak dan Trenggiling dengan menyerobot lahan pertanian warga.

“Kami sangat kecewa bang, Pemerintah sengaja membiarkan PT DIS terus beroperasi membabat lahan kami. Lantas, kami selaku masyarakat yang ada disekitar lokasi itu mau dikemanakan, ini menunjukkan pemerintah hanya peduli kepada binatang dari pada kami sebagai manusia,”ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya dan rombongan yang datang ke Medan hanya ingin meminta supaya Pemprop dalam hal ini Gubernur Sumut mendesak Bupati Madina untuk mencabut Izin Prinsip yang telah diberi pada PT DIS karena telah menggarap lahan warga dan membiarkan masyarakat bekerja dengan tenteram seperti dulu tanpa ada intimidasi baik dari aparat keamanan maupun pengusaha.

Warga lainnya, Aliusman Rambe (40) dan Bahrun Nasution (39), menyatakan jika masyarakat yang ada disekitar lokasi itu sangat resah dan ketakutan setelah kehadiran PT Dis yang belakangan diduga milik pengusaha kayu yang kerap melakukan aksi illegal logging berinisial AL.

“Setiap hari kami selalu dilanda resah dan ketakutan. Sebab kami selalu dikejar-kejar polisi karena berjuang mempertahankan tanah kami yang dirampas PT DIS,” ujarnya.

Achmad Sandry Nasution SH yang merupakan tokoh pemuda dari Desa Salebaru yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya juga mendukung permintaan masyarakat supaya Bupati Madina HM Hidayat Batubara mencabut Izin prinsip perkebunan tersebut di lahan yang dipersengketakan. “Kita juga meminta supaya PT DIS tidak beroperasi di daerah kami, karena kami telah ketakutan dibuatnya,” katanya. (franszul sianturi)

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Sebut, Sanitasi dan Spam Pengaruhi Penurunan Angka Stunting

    Atika Sebut, Sanitasi dan Spam Pengaruhi Penurunan Angka Stunting

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi mengaku dana DAK tahun 2024 senilai 28,6 miliar untuk proyek sanitasi dan air berseih sangat berkaitan dengan progrem pengentasan stunting di Kabupaten ini. Ia mengaku, 23 Desa yang memperoleh proyek sanitasi di 2024 ini adalah desa desa yang memang perlu perhatian khusus karena minimnya […]

  • Keberhasilan Dunia Pendidikan Madina Dimata Pengamat” Rapor Merah “

    Keberhasilan Dunia Pendidikan Madina Dimata Pengamat” Rapor Merah “

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi salah satu hari yang bertujuan tidak hanya mengenang jasa Ki Hajar Dewantara dalam mencerdaskan bangsa, namun dijadikan sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan. Momen hari pendidikan juga kerap dijadikan untuk mengkaji […]

  • Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Progres capaian pembangunan dibiayai Dana Desa di Desa Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) TA. 2020 terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Capaian itu terbukti dengan selesainya pembangunan jalan rabat beton menuju sentra produksi, begitu pula dengan pembangunan drainase jalan desa. Hal tersebut membuat tokoh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur […]

  • Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    Masyarakat Sambut dengan Gembira Hewan Kurban Ikanas

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat beberapa desa menyambut gembira dan haru hewan kurban dari Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) yang disembelih pada Minggu (10/7). Proses penyembelihan ini pun turut disaksikan oleh pengurus DPC Ikanas Khusus Mandailing Natal yang ditunjuk oleh panitia sebagai tim monitoring. Hal ini, kata Ketua Harian DPC Khusus Ikanas Mukhtar Nasution yang memonitor […]

  • SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pihak terkait reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II di kediamannya Cikeas, Senin (28/02/2011), kemarin. “Saya dengar seperti itu (SBY bicarakan reshuffle),” kata Daniel kepada pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (01/03/2011). Dengan […]

  • Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati. Namun, belakangan ini mulai hilang. Saat ini untuk mencari jenis makanan yang satu ini sangat susah di daerah Mandailing Natal (Madina), padahal makanan ini merupakan ciri khas daerah yang perlu dilestarikan. Penelusuran yang dilakukan, belakangan ini makanan khas […]

expand_less