Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal.

Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII.

“Mereka membuat laporan kepada petingginya di Jakarta dengan bahasa dan data-data kesuksesan yang berlebihan. Itu tak masuk diakal,” kata Syafruddin Lubis, Koordinator Umum BPGC didampingi pimpinan NGO yang tergabung dalam Forum NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal, di Panyabungan, Kamis (1/10).

Hal ini diketahui berdasarkan surat yang dikirimkan Simon Badcock, Chief of Party SLP Conservation International Indonesia kepada Batang Pungkut Green Conservation (BPGC).

Forum NGO ini beranggotakan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC), Serikat Hijau Indonesia (SHI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal, Sumatra Rainforest Institute (SRI), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sumatera Utara menilai

Dikatakannya,  dalam surat CII yang ditandatangani Simon Badcock menjelaskan kepada BPGC  bahwa 4.700 masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian  yang dilakukan dalam program SLP CII.

“Bagaimana cara menghitungnya?, ini klaim yang berlebihan, jumlah ini tentu saja muncul dari laporan staf CII yang di Madina” ujarnya.

Oleh karenanya, Forum NGO ini akan melakukan investigasi. Hasilnya akan dikirim kepada USAID dan The Wilton Family selaku donator program Sustainable Landscapes Partnership itu.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal Khairul Anwar Siregar menambahkan bahwa Forum koalisi NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal sedang melengkapi data-data kejanggalan program SLP CII di Madina.

“Klaim seperti ini tidak boleh dibiarkan, ini sama saja dengan menjual kepala petani-petani Madina kepada donornya CII, sedang mereka sendiri belum mempunyai peranan yang berarti dalam pembinaan petani di daerah kita” ujarnya.

Anwar memberikan contoh, salah satu hasil investigasi yang telah dilakukan, ditemukan pemakaian cairan kimia dalam pelatihan karet yang dilakukan oleh CII, pemakaian zat tersebut ternyata tidak pernah dilaporkan kepada Pemda Madina.

“Selain klaim 4.700 masyarakat penerima manfaat, masih ada keanehan yang lain dalam program SLP CII di Madina. Dan NGO lokal Madina masih terus melakukan investigasi,” imbunhya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Merajelela! Semakin berani terang-terangan! Kalimat-kalimat tersebut tentu saja muncul dibenak umat ketika mengetahui pergerakan kaum Pelangi yang semakin tidak terkendali. Mereka bukan lagi sosok-sosok yang memiliki rasa malu karena kebodohan pilihannya, tetapi sebaliknya. Kebanggaan yang ditonjolkan karena merasa tidak bersalah sama sekali dari sudut pandang apapun. Keberanian kaum […]

  • Gerakan Pangan Murah Pemkab Madina, Harga Diklaim Paling Murah

    Gerakan Pangan Murah Pemkab Madina, Harga Diklaim Paling Murah

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Ketahanan Pangan gelar pasar murah. Agenda tersebut merupakan atensi pemerintah bagi masyarakat lantaran melonjaknya harga beras Jelang Ramadhan. Pantau Mandailing Online, pasar beras murah yang dilaksanakan di pasar lama panyabungan pagi tadi 4/3/2024 langsung di serbu warga. Antrian mendapatkan beras yang harga perkilonya Rp.10.250 itu […]

  • Pemungutan Suara Ulang Madina

    Pemungutan Suara Ulang Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Spanduk & Baliho Dilarang Berdiri MADINA- Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal akan menghadirikan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina, Kamis (24/2). Pertemuan itu untuk menjelaskan secara teknis bahwa tahapan dan jadwal pemungutan suara ulang telah dimulai ”Kita akan sosialisasikan kepada mereka (7 pasangan calon, red) secara teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang ini. Seperti […]

  • TNI Dikabarkan Sita 6 Alat Berat Milik Penambang Emas Ilegal di Madina

    TNI Dikabarkan Sita 6 Alat Berat Milik Penambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Dari infornasi yang diperoleh dari warga, Selain alat berat aparat TNI itu juga berhasil mengamankan 6 orang pekerja tambang dengan inisial IN, ES, SN, AA, NP, dan AR. Ke 6 orang tersebut diamankan saat berada dilokasi pertambangan. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari TNI yang melakukan penindakan tersebut. Namun kegiatan penindakan pelaku tambang […]

  • Generasi Taat Syariat, Radikal?

    Generasi Taat Syariat, Radikal?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan. Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya […]

  • Tradisi Marturi Nyaris Punah

    Tradisi Marturi Nyaris Punah

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tradisi Marturi, sebagai salah satu sastra lisan Mandailing, sudah nyaris punah. Itu terjadi akibat minimnya regenerasi dalam tradisi Marturi. Hal itu diungkap budayawan Mandailing, Askolani Nasution di Panyabungan, Mandailing Natal usai mendampingi tim peneliti dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/5/2017). Padahal, menurutnya, hanya melalui tradisi Marturi berbagai kaidah dan etika […]

expand_less