Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal.

Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII.

“Mereka membuat laporan kepada petingginya di Jakarta dengan bahasa dan data-data kesuksesan yang berlebihan. Itu tak masuk diakal,” kata Syafruddin Lubis, Koordinator Umum BPGC didampingi pimpinan NGO yang tergabung dalam Forum NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal, di Panyabungan, Kamis (1/10).

Hal ini diketahui berdasarkan surat yang dikirimkan Simon Badcock, Chief of Party SLP Conservation International Indonesia kepada Batang Pungkut Green Conservation (BPGC).

Forum NGO ini beranggotakan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC), Serikat Hijau Indonesia (SHI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal, Sumatra Rainforest Institute (SRI), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sumatera Utara menilai

Dikatakannya,  dalam surat CII yang ditandatangani Simon Badcock menjelaskan kepada BPGC  bahwa 4.700 masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian  yang dilakukan dalam program SLP CII.

“Bagaimana cara menghitungnya?, ini klaim yang berlebihan, jumlah ini tentu saja muncul dari laporan staf CII yang di Madina” ujarnya.

Oleh karenanya, Forum NGO ini akan melakukan investigasi. Hasilnya akan dikirim kepada USAID dan The Wilton Family selaku donator program Sustainable Landscapes Partnership itu.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal Khairul Anwar Siregar menambahkan bahwa Forum koalisi NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal sedang melengkapi data-data kejanggalan program SLP CII di Madina.

“Klaim seperti ini tidak boleh dibiarkan, ini sama saja dengan menjual kepala petani-petani Madina kepada donornya CII, sedang mereka sendiri belum mempunyai peranan yang berarti dalam pembinaan petani di daerah kita” ujarnya.

Anwar memberikan contoh, salah satu hasil investigasi yang telah dilakukan, ditemukan pemakaian cairan kimia dalam pelatihan karet yang dilakukan oleh CII, pemakaian zat tersebut ternyata tidak pernah dilaporkan kepada Pemda Madina.

“Selain klaim 4.700 masyarakat penerima manfaat, masih ada keanehan yang lain dalam program SLP CII di Madina. Dan NGO lokal Madina masih terus melakukan investigasi,” imbunhya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

  • Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan […]

  • Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIMALUNGUN (Mandailing Online) – Belasan orang disambar petir saat berteduh di sebuah pondok di Pemandian Alam Sejuk Timuran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (15/10/2013) sore. Akibat kejadian itu, dua orang dikabarkan tewas, sementara empat lainnya terluka. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan Kompas.com, belasan orang berteduh di sebuah pondok di sebuah lokasi pemandian akibat hujan deras […]

  • Padi Siap Panen Ludes Tertimbun Lumpur

    Padi Siap Panen Ludes Tertimbun Lumpur

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Pasca banjir bandang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan kesedihan mendalam bagi masyarakat di Kecamatan Panyabungan. Didesa Manyabar selain tempat tinggal yang terimbun oleh lumpur juga sawah yang siap panenpun ludes terbawa arus sungai (MO/mar)

  • PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seruduk mako Polres Madina meminta Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh segera melakukan penertiban dan penindakan perusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Pantauan wartawan, massa PC PMII tiba di Mapolres pukul 15.30 wib, Jum’at (20/06/2025) dikordinatori […]

  • 8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

    8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Paluta menyusun profile daerah rawan bencana dalam bentuk peta (map) rawan bencana. Tujuannya mengidentifikasi kawasan rawan bencana dan permasalahannya. Berdasarkan data dan analisa BPBD, kawasan rawan bencana banjir meliputi 6 kecamatan yakni Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Simangambat, Portibi, Padang Bolak dan Batang Onang. Untuk kawasan rawan bencana […]

expand_less