Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal.

Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII.

“Mereka membuat laporan kepada petingginya di Jakarta dengan bahasa dan data-data kesuksesan yang berlebihan. Itu tak masuk diakal,” kata Syafruddin Lubis, Koordinator Umum BPGC didampingi pimpinan NGO yang tergabung dalam Forum NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal, di Panyabungan, Kamis (1/10).

Hal ini diketahui berdasarkan surat yang dikirimkan Simon Badcock, Chief of Party SLP Conservation International Indonesia kepada Batang Pungkut Green Conservation (BPGC).

Forum NGO ini beranggotakan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC), Serikat Hijau Indonesia (SHI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal, Sumatra Rainforest Institute (SRI), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sumatera Utara menilai

Dikatakannya,  dalam surat CII yang ditandatangani Simon Badcock menjelaskan kepada BPGC  bahwa 4.700 masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian  yang dilakukan dalam program SLP CII.

“Bagaimana cara menghitungnya?, ini klaim yang berlebihan, jumlah ini tentu saja muncul dari laporan staf CII yang di Madina” ujarnya.

Oleh karenanya, Forum NGO ini akan melakukan investigasi. Hasilnya akan dikirim kepada USAID dan The Wilton Family selaku donator program Sustainable Landscapes Partnership itu.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kab. Mandailing Natal Khairul Anwar Siregar menambahkan bahwa Forum koalisi NGO Lokal Lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal sedang melengkapi data-data kejanggalan program SLP CII di Madina.

“Klaim seperti ini tidak boleh dibiarkan, ini sama saja dengan menjual kepala petani-petani Madina kepada donornya CII, sedang mereka sendiri belum mempunyai peranan yang berarti dalam pembinaan petani di daerah kita” ujarnya.

Anwar memberikan contoh, salah satu hasil investigasi yang telah dilakukan, ditemukan pemakaian cairan kimia dalam pelatihan karet yang dilakukan oleh CII, pemakaian zat tersebut ternyata tidak pernah dilaporkan kepada Pemda Madina.

“Selain klaim 4.700 masyarakat penerima manfaat, masih ada keanehan yang lain dalam program SLP CII di Madina. Dan NGO lokal Madina masih terus melakukan investigasi,” imbunhya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merantau ke Semenanjung Malaysia

    Merantau ke Semenanjung Malaysia

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Pengukuhan kekuasaan colonial di Madina menimbulkan guncangan budaya yang kedua setelah kehadiran Paderi di Madina. Guncangan yang paling menonjol ialah menurunnya marwah raja-raja setempat. Pengadilan sebagai satu lembaga yang merupakan ujud sahala harajaon telah diambil alih oleh penguasa colonial. Sehingga charisma raja-raja terus pudar lebih-lebih setelah mereka digaji dan diberi tugas sebagai pemungut belasting, pajak, […]

  • Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    Anggaran PNPM untuk Madina Turun

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mendapat anggaran sebesar Rp 40,75 miliar melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Anggaran untuk pemberdayaan pedesaan di semua kecamatan tersebut menurun dibandingkan tahun 2010 yang mencapai Rp 48,5 miliar. “Meski menurun, Madina merupakan daerah dengan alokasi anggaran PNPM Mandiri terbesar kedua di Sumut setelah Kota Sibolga,” kata […]

  • Di Tengah Reses, Zubaidah Kasih Kejutan kepada Pengurus MDTA dan Pengajian Ibu-Ibu

    Di Tengah Reses, Zubaidah Kasih Kejutan kepada Pengurus MDTA dan Pengajian Ibu-Ibu

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    RUMBIO (Mandailing Online) – Mandailing Natal dikenal dengan jargon Negeri Beradat Taat Beribadat, tapi perhatian terhadap MDTA dan Ibu-ibu belum maksimal. Terutama kesejahteraan guru MDTA. Padahal keduanya adalah pondasi membangun generasi beriman dan beradat. Hal itu menjadi perhatian dan aspirasi yang disampaikan masyarakat di wilayah Kecamatan Panyabungan ketika mengikuti Reses III Anggota DPRD Tahun Sidang […]

  • Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah diberitakan mobil dinasnya dibawa pergi ke Pulau Jawa berbulan-bulan, akhirnya mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong cepat-cepat dibawa pulang ke Madina. “Benar mobil dinas milik Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari Nasution sudah berada di DPRD Madina sekitar Senin (15/08/2011) malam,” kata […]

  • Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Kota Medan   Mayoritas ulama Salaf menganjurkan bagi kaum muslimin untuk berdoa salam beberapa doa yang penting. Doa itu adalah doa yang terpenting. Lebih penting dan paling berharga bagi manusia. Berharga untuk kehidupannya yang abadi di akhirat. Sebab kehidupan di dunia memang hanya sementara. Tentu tak […]

  • KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terlanjur Digunakan, Pemkab Langkat Terpaksa Revisi RAPBD LANGKAT-Proses penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Langkat dengan tersangka Gubernur Sumut Syamsul Arifin, belum juga sampai titik akhir. Kemarin, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bertandang ke Langkat untuk menyita barang bukti. Tim penyidik KPK mengangkut uang cash Rp44 miliar milik Syamsul yang sudah diserahkan ke kas […]

expand_less