Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Mantan Kadis KPAD Sibolga Diperiksa Poldasu

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
  • print Cetak

Medan – Mantan Kadis Keuangan Pendapatan Anggaran Daerah (KPAD) Pemko Sibolga, Hasibuan, diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu terkait dugaan korupsi pengadaan lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan terminal truk di Huta Toruan, Sibolga Utara, Kota Sibolga, dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Sebelum diperiksa pada Rabu (18/3/2015), Hasibuan selaku pengguna anggaran dalam proyek yang dananya bersumber dari APBD Pemko Sibolga tahun 2013 itu sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi.

Dir Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Drs Ahmad Haydar melalui Kanit II Kompol Hasan By mengatakan, Hasibuan diperiksa pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. "Tadi kita sudah memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi, namun tidak tertutup kemungkinan statusnya meningkat jadi tersangka. Kita akan melakukan gelar perkara," ujarnya.

Hasan By juga mengatakan, jumlah tersangka bisa lebih dari satu orang, sedangkan sebelumnya telah diperiksa sedikitnya 32 orang saksi baik dari warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yakni marga Hutagalung maupun saksi ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sibolga dan Dinas Kehutanan Pemko Sibolga.

"Lahan tiga hektare itu hutan lindung, namun supaya bisa dialihfungsikan, Pemko Sibolga menyerahkan ganti rugi kepada masyarakat seolah-olah lahan itu milik turun-temurun masyarakat. Bahkan, pihak panitia diduga melakukan mark up harga," papar Hasan By.

Padahal, imbuhnya, berdasarkan SK Menhut No 44 pengalihfungsian hutan lindung harus seizin Menteri Kehutanan, tapi hal itu tidak dilakukan Pemko Sibolga sehingga terjadi kerugian negara.

Lebih lanjut Hasan By menjelaskan, penyidik tipikor sedang menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Cabang Sumut untuk menghitung kerugian Negara dan setelah kerugian negara diketahui segera dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

Terkait dugaan korupsi itu, penyidik Tipikor Poldasu sudah memeriksa Kabag Pengukuran BPN Kota Sibolda, R Sembiring dan Kabag Pendataan Pemko Sibolga, Agus Hutabarat, sebagai saksi, Rabu (14/1).

Mengenai dugaan keterlibatan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan Sekdako Sibolga Drs M Sugeng, menurut Hasan By yang mantan Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi itu masih dalam penyelidikan. "Dalam proyek itu sekda sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran-red), jadi tidak terlepas dalam pemeriksaan. Kita akan jadwalkan pemeriksaan," imbuhnya.

Sementara itu, sebelumnya pada Senin (23/2) hingga Kamis (26/2) tim penyidik Unit 2 Subdit III/Tipikor Poldasu berjumlah empat orang dipimpin Kanit Kompol Hasan By sudah turun ke Sibolga, melakukan pemeriksaan terhadap sebelas orang saksi termasuk saksi ahli dari BPN dan dinas kehutanan. Rencananya, Kamis (19/3) tim akan kembali ke Sibolga melakukan pemeriksaan tambahan.

Sekda Pemko Sibolga, Drs M Sugeng, telepon selulernya tidak aktif saat akan dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi pengadaan lahan terminal truk di Huta Toruan, Sibolga Utara itu.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK teliti perencanaan yang dibuat daerah

    KPK teliti perencanaan yang dibuat daerah

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LANGKAT – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meneliti setiap perencanaan yang dibuat daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang harus terdapat APBD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Perwakilan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Sumatera Utara Abdul Wahid MSi di Stabat, kemarin. Abdul Wahid menjelaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meneliti perencanaan […]

  • DCS Dapil 3 PAN Madina

    DCS Dapil 3 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PAN Madina

  • Bupati Madina : Rencana dan Strategi Modal Utama Lestarikan Pesisir Madina

    Bupati Madina : Rencana dan Strategi Modal Utama Lestarikan Pesisir Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Rencana dan strategi merupakan systematical procees berkesinambungan dan merupakan modal utama dalam melestarikan daerah pasisir Madina dengan mengaktualisasikan prinsip manajemen dan pengetahuan antisipatif secara optimal berorientasi hasil ingin dicapai selama kurun waktu ditetapkan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang mungkin timbul. Melihat dari luas wilayah pesisir dan banyaknya pulau – pulau kecil di […]

  • Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing natal (Madina) masih banyak perusahaan perkebunan yang belum memenuhi kewajibannya untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Gambaran ini dinilai akibat lemahnya pemerintah daerah melakukan pembenahan di sektor investasi. Kelemahan pemerintah daerah dalam memberikan keamanan berinvestasi di Madina juga bisa dilihat dari munculnya berbagai bentuk potensi gangguan sosial […]

  • CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Direktur CV Parak Tala Asruddin membantah aktifitas Kapal Keruk miliknya sebagai penyebab abrasinya sejumlah lahan perkebuna sawit warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Senin 4/9/2023. Lewat sambungan tlephon, ia mengaku aktifitas Kapal Keruk milik perusahaan nya hanya beraktifitas selama dua hari di sungai batang natal di Desa Kampung […]

  • MARJAGO TARUTUNG

    MARJAGO TARUTUNG

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Trimanto B. Ngaderi*) Musim durian telah tiba. Sudah menjadi kebiasaan penduduk huta, mereka marjago tarutung, siang dan malam. Mereka berlindung dari hujan dan angin malam di sopo, dangau atau biasa disebut bandar. Sebuah balai-balai terbuat dari bambu yang dibelah dan kayu diletakkan di dangau itu. Mereka tidur atau duduk santai di atas balai […]

expand_less