Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
  • print Cetak

H Aswin bersama tokoh masyarakat dan warga

Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI.

Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI.

Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah.

“Ini ironis mengingat Mandailing Natal merupakan salah satu lumbung suara terbesar,” kata Sutan Batang Hari, pengamat politik di Mandailing Natal, Rabu (27/3) di Panyabungan.

Oleh karena itu, Sutan mengapresiasi H.Aswin Parinduri yang berani maju menjadi caleg DPR-RI pada Pemilu 2019 ini.

Sutan melihat, masuknya H.Aswin ke gelanggang DPR-RI memiliki keseriusan yang tinggi.

“Gerakan yang beliau lakukan pun terlihat tidak main-main, dengan mengerahkan segala daya, tekad moril hingga materil,” katanya.

Keseriusan H.Aswin ini memberikan secercah harapan untuk hadirnya wakil Mandailing Natal di DPR RI, yakni wakil yang berdomisili di Mandailing Natal.

Ketiadaan wakil yang berbasis di Mandailing Natal selama ini telah menjadikan lemahnya dukungan pusat bagi dinamika pembangunan di Mandailing Natal. Sehingga daerah ini lamban dalam dinamika pembangunan.

Oleh karena itu, Sutan menyatakan, kehadiran H.Aswin ini harus menjadi renungan bagi masyarakat Mandailing Natal, karena sudah saatnya tokoh yang berbasis di Mandailing Natal hadir di DPR-RI.

“Dan ini menunjukkan bahwa pemuda kita masih ada yang bersedia menuju DPR-RI dengan menerobos segala kesulitan. Ini juga harus dinilai sebagai menegakkan harga diri daerah. Sebab jangan tokoh-tokoh dari kota saja yang menguasai suara daerah, putra daerah harus mampu bersaing dan berbuat,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum

Menurut Sutan, H.Aswin ini masuk dalam kategori politisi Golkar yang santun dari keluarga sederhana.

“Beliau masa remaja itu sangat miskin, sehingga untuk sekolah pun harus bekerja sebagai penyadap karet untuk biaya sekolah,” katanya.

Dewasa ini H.Aswin suskses sebagai pengusaha dan mampu menciptakalan lapangan kerja.

Latar kehidupan miskin dan sukses sebagai pengusaha menjadikan H.Aswin masuk dalam latar basis ekonomi, yang tentunya menjadi landasan yang kuat bagi perumusan sektor ekonomi daerah dalam tataran legislasi jika kelak H.Aswin dipercaya rakyat duduk di DPR RI.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pedagang memprediksi harga daging sapi menyentuh Rp170 ribu per kg menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Prediksi itu berdasar pergerakan harga daging sapi saat ini yang merangkak naik dari Rp110 ribu per Kg. “Daging sapi ya normalnya Rp110 ribu per Kg. Tapi makin ke sini, pelan-pelan naik jadi Rp130 ribu per Kg. Kadang bisa […]

  • Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) menghapus anggaran dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi. Kebijakan itu sangat pahit. Terutama bagi mahasiswa cerdas dari keluarga miskin. Tak diketahui apa alasan penghapusan itu. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengeluarkan statemen alasannya. Bahkan 2 tahun terakhir tak terdengar lagi kabar beasiswa itu. Padahal, sejak digulirkan tahun 2013 lalu, […]

  • Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum melakukan penyisiran terhadap berkas persyaratan usulan pembentukan Provinsi Tapanuli, Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng), dan Provinsi Kepulauan Nias. Kementerian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu masih menunggu petunjuk dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait 65 RUU pembentukan daerah baru yang disodorkan DPR, yang tiga diantaranya pembentukan provinsi baru yang […]

  • PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut  membuka penjaringan dan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024. Pada temu pers di Aula Gusdur, Kantor PKB Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang, Panyabungan, Kamis (25/4), Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar didampingi Direktur […]

  • DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina Sahriwan Nasution mendesak aparat penegak hukum menyelidiki korupsi di Pemkab Madina, terutama dugaan pemerasan pejabat kepada para kontraktor. “Kita sudah melihat langsung selama ini di lapangan bahwa banyak proyek fisik yang kualitasnya kurang bagus, ini akibat banyaknya kutipan yang dilakukan kepada kontraktor dan juga pengawasan dari pihak PU […]

  • Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Gelombang arus balik lebaran dari Mandailing Natal (Madina) tidak saja meramaikan terminal angkutan darat dan badan jalan oleh kenderraan-kenderaan pribadi, namun juga mendongkrak penjualan kipang dan dodol Mandailing alias “alame”. Para pedagang kipang dan dodol di pasar Panyabungan, Rabu (29/8) mengungkapkan banyak para perantau yang hendak balik memesan dan membeli kipang dan […]

expand_less