Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu mau tidak mau harus berobat di Jakarta, agar kakinya tak diamputasi.

Santri yang tergolong cerdas dan saat ini sedang memasuki program Tahfizul Qur’an itu berasal dari Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

“Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9).

Marwan Hasibuan, ayah kandung Aldi kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9), menyatakan sudah satu bulan ini mengobatkan anaknya di sebuah klinik di Jakarta. Klinik yang memadukan medis dan herbal.

Di Jakarta, harapan tak diamputasi ada. Berdasar pemeriksaan di klinik ini, kaki Aldi masih ada harapan tak diamputasi. Hanya saja butuh sekitar 6 bulan lama pengobatan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Maka, baru-baru ini dia sudah menggadai lahan sawah miliknya. Uang hasil gadai itu pun sudah dikirimkan ke Jakarta.

“Alhamdulillah, biaya untuk sebulan ini, sudah cukup. Nampaknya, sekalipun belum dironsen, bengkak di lutunya sudah berkurang. Tapi, biaya untuk lima bulan ke depan, dari mana? Saya sudah tak punya daya lagi. Saya, mohon kepada dermawan dimanapun berada, tolonglah anak saya. Saya sangat berharap agar dia tidak perlu menjalani amputasi,” sebutnya.

Penyebab derita di kaki Aldi itu akibat terjatuh enam bulan lalu. Karena awalnya tak terasa sakit, dia baru berobat sepekan kemudian. Setelah menjalani proses pengobatan hingga enam bulan, bagian lututnya semakin bengkak dan pihak medis di RSU Panyabungan memvonisnya harus diamputasi alias dipotong.

Tetapi, belakangan, kaki kiri Aldi Subhandi Hasibuan dimungkinkan masih bisa diselamatkan dari ancaman amputasi.

Kemungkinan itu diketahui setelah Aldi dibawa keluarganya berobat ke Jakarta dengan pola pengobatan medis plus herbal.

“Aldi Hasibuan sekarang sedang menjalani pengobatan medis dan herbal. Menurut dokternya, pengeobatan itu bisa sembuh tanpa operasi (amputasi). Tentu saja, kita sangat bersyukur jika masih bisa sembuh tanpa amputasi,” ungkap salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar.

“Tapi, pengobatan medis dan alternatif itu diperkirakan butuh waktu enam bulan dan biayanya tergolong sangat mahal untuk ukuran orang tuanya. Saya merasa sangat kasihan. Marwan Hasibuan (orang tua Aldi) sudah harus memohon bantuan kepada orang-orang dermawan. Makanya, dia mengajaknya untuk mendatangi redaksi Mandailing Online ini,” imbuhnya.

Marwan Hasibuan sendiri menyatakan sedikit lega mendengar ada pengobatan lain yang tidak mengharuskan kaki anaknya dipotong. Hanya saja, butuh biaya besar. Dia berharap ada banyak dermawan yang kasihan dan simpati sama anaknya.

Saat ini Marwan yang keseharaian sebagai buruh bangunan itu sudah kewalahan memikirkan biaya anaknya berobat di Jakarta, padahal pengobatan di Jakarta ini menjadi harapan anaknya selamat dari ancaman amputasi.

“Saya yakin, banyak orang baik yang kasihan dan bersimpati sama Aldi. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menyembuhkan kaki Aldi tanpa perlu amputasi. Dia anak berpotensi. Dia harus melanjutkan program Tahfiz Al-Qur’an di sekolah Pesantren darul Ikhklas Dalanlidang, Panyabungan,” ungkapnya.

Peliput       : Ludfan Nasution

Editor         : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menneg BUMN Masih Terbaring di Rumah Sakit

    Menneg BUMN Masih Terbaring di Rumah Sakit

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    BOGOR : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjenguk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar yang sampai saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Presiden didampingi oleh Ani Yudhoyono berangkat dari kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Sabtu 27 Agustus 2011 sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menuju Rumah Sakit Medistra. Menurut Juru […]

  • Teken MoU dengan Kejaksaan, Bupati: Untuk Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif dan Efisien

    Teken MoU dengan Kejaksaan, Bupati: Untuk Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif dan Efisien

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) membuat memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari). Nota kesepahaman itu diteken oleh Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Kajari Taufiq Djalal, Rabu (5/1) di kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan. Isi MoU tersebut mencakup pertimbangan hukum, bantuan hukum, dan tindakan hukum. Bupati Sukhairi […]

  • 3 Kurir Ganja Asal Sumbar Ditangkap Polres Madina. 110.000 gram Ganja Jadi Barbut

    3 Kurir Ganja Asal Sumbar Ditangkap Polres Madina. 110.000 gram Ganja Jadi Barbut

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Polres Mandailing Natal ( Madina) tangkap kurir ganja asal Sumatera Barat. Ada 110.000 gram ganja yang berhasil dimanakan jadi barang bukti dari 3 tersangka. Ke 3 tersangka adalah, RA alias R. (32) Warga kelurahan Parak Gadang Timur Kecamatan Padang Timur Sumbar. RS alias R. (27). Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumbar […]

  • UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari […]

  • Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Pasca penembakan terhadap 5 warga Desa Ranto Natas, pihak keamanan berjaga di dua desa Panyabungan Timur. Pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Madina dan Polsek Panyabungan serta Koramil berjaga-jaga dengan senjata lengkap di Desa Ranto Natas dan Desa Pardomuan. Selain itu, pihak Muspika yang melibatkan Pemerintahan Kecamatan Panyabungn Timur, […]

  • Mobil Esemka lolos uji emisi

    Mobil Esemka lolos uji emisi

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Solo, (MO) – Mobil Esemka buatan pelajar SMK kini telah lolos dari uji emisi yang dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulis (BTMP) di Serpong, Tangerang. Dalam waktu dekat, mobil Esemka akan dibawa pulang ke Solo Technopark (STP). “Mobil Esemka yang menjalani uji emisi memang telah lolos, tetapi dengan catatan harus menurunkan berat mobil tersebut […]

expand_less