Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan
Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang.

Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang
warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan.
Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau
membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan,
meminta agar kembali membuat laporan ke Polsek tersebut.

Padahal, ketika unjuk rasa ratusan warga Desa itu di depan kantor DPRD
Labusel, Rabu 8 Desember 2010 barusan, disebut-sebut salahseorang
warga diduga telah diculik oknum yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan dari Kecamatan Baganbatu, Rokan Hilir-Riau. Dan, pihak
Polsek Bagan Sinembah dituding telah menolak laporan warga. Itu sesuai
ungkapan Arbaniah br Hasibuan (31), seorang warga Desa Sei Meranti
yang mengakui suaminya Wisman Situmorang (35) diculik oleh sekelompok
orang mengaku sebagai oknum Polhut. Dan diperkuat keterangan Kepala
Desa setempat yang mengatakan pihak aparat hukum disana, tidak
menerima laporan dan pengaduan yang dilakukannya ke
pihak Polsek. “Coba temukan korban ke Polsek. Kapan Melapornya,” ujar
Kompol Rudi Samosir Kapolsek Bagansinembah, Kamis 9 Desember 2010 ketika
dikonfirmasi via selular.

Hal itu disebutkan Rudi dalam pesan singkatnya, agar didapat kebenaran
yang ada. Sebab, tambahnya, pihaknya tidak ada sama sekali menerima
warga yang ingin membuat laporan terkait hal itu. “Mana yang benar
dulu. Karena setahu saya tidak ada,” ujarnya diakhir pesan singkat
selularnya.

Sedangkan versi Arbaniah dalam aksi di gedung DPRD Labusel sebelumnya
mengungkapkan, suaminya Wisman Situmorang telah dijemput paksa oleh
segerombolan pria yang menyandang senjata dan menggunakan mobil patrol
Polhut di Baganbatu-Riau, dirinya membuat laporan ke pihak Polisi.
Namun, ditolak. Kejadian itu, lanjutnya, ketika 28 November yang lalu.
“Hingga saat ini, saya tidak tau bagaimana nasib suami saya yang
diculik oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Polisi
Kehutanan,” katanya di depan kantor DPRD Labusel dengan pengeras
suara.

Hal itu diperkuat oleh keterangan Kepala Desa Sei Meranti, Surbakti
yang turut dalam aksi ratusan warga tersebut mengharapkan kepada DPRD
agar dapat memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dialami warga.
“Ibu Arbainah sempat membuat laporan. Tapi, tak ditanggapi,” kata
Surbakti.

Sementara itu, pihak Legislatif Labusel mengakui hal penculikan akan
menjadi prioritas bahasan kalangan wakil rakyat setempat. Hasil
audensi yang dilakukan warga dengan DPRD Labusel menyimpulkan bahwa
permasalahan yang dialami oleh Arbainah merupakan permasalahan yang
prioritas yang selanjutnya permasalahan penembakan warga dan legalitas
tanah agar sesegera mungkin diselesaikan dan tidak menimbulkan
permasalahan kembali. “Ibu kami minta untuk membuat laporan ke pihak
kepolisian dan kami akan mendampingi,” kata Zainal Harahap Wakil Ketua
DPRD Labusel.

Penculikan itu sendiri, menurut Arbaniah membuat dirinya mengalami
kedukaan. Karena, aksi SPORC itu, dirinyapun sempat mendapat pukulan
di dada yang dilakukan seorang oknum Polhut. Itu, katanya, karena
mempertanyakan dan mencoba untuk membela suaminya dari tindakan arogan
orang-orang yang menculik suaminya. Bahkan, dia juga mendapat
tendangan sekelompok Polhut dari atas mobil dinas yang digunakan
ketika akan membawa suaminya ketika itu.(fh)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran  bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020 Meskipun […]

  • Jalur Sipapaga-Tambangan Tahun ini Direhab Besar-Besaran

    Jalur Sipapaga-Tambangan Tahun ini Direhab Besar-Besaran

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ruas jalan Aek Godang – Tambangan bakal direhab besar-besaran tahun ini. Ruas ini juga dikenal sebagai jalur Sipapaga – Tambangan. Yakni jalur dari simpang depan MAN Panyabungan di Kecamatan Panyabungan hingga Desa Simangambat di Kecamatan Tambangan. Jalur ini berjarak tempuh singkat dari Kecamatan Panyabungan ke Kecamatan Tambangan dibanding jika melalui Jalan […]

  • 27 Desa di Dairi Tidak Dapat Dana Desa

    27 Desa di Dairi Tidak Dapat Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Sidikalang – Dipastikan 27 desa dari 161 desa di Kabupaten Dairi tidak akan mendapat bantuan dana desa dari Pemerintah Pusat pada Tahun Anggaran 2015. Karena waktu penetapan ataupun pemekaran ke 27 desa dimaksud hanya menggunakan payung hukum Peraturan Bupati (Perbup). Padahal menurut UU No 6 tahun 2014 tentang Desa penetapan satu desa harus berdasarkan […]

  • Demi Citra, PM Malaysia Suap Stasiun TV

    Demi Citra, PM Malaysia Suap Stasiun TV

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR – Stasiun TV internasional CNBC membatalkan siaran program utama mereka World Business yang diduga menerima suap dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk wawancara khusus dan pencitraan pemerintah Malaysia. Situs themalaysianinsider.com pada Kamis malam (4/8/2011) merilis laporan FBC Media sebuah perusahaan jasa humas di Inggris menerima uang jutaan Ringgit Malaysia untuk merekayasa pemberitaan. […]

  • PETI di Kelurahan Tapus Madina, Keplor Minta Kapolres Hadir Kelokasi

    PETI di Kelurahan Tapus Madina, Keplor Minta Kapolres Hadir Kelokasi

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Penambangan emas tanpa izin (PETI) pada bekas lahan PT Madina Madani Mining (PT M3) di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Polsek setempat tampaknya tak berkutik menghentikan aktifitas ilegal tersebut. Dengan menggunakan alat berat jenis excapator, para penambang emas ilegal itu leluasa mencuri harta negara tersebut. […]

  • Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi. Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha. Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah […]

expand_less