Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik

Viral! kedatangan puluhan warga negara asing (WNA China) ke tanah air dengan menggunakan pesawat carter di saat pemberlakuan larangan mudik mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon kembali memberikan tanggapan atas bolehnya warga asing ke Indonesia. Fadli Zon secara terang-terangan menilai pemerintah telah melakukan diskriminasi terhadap masyarakat (7/5).

Ya, kebijakan membolehkan warga asing datang ke tanah air memang patut dipertanyakan. Sebab seperti yang diketahui saat ini masyarakat tengah menahan diri untuk tidak pulang kampung karena larangan mudik dari pemerintah. Namun, ketika rakyat tidak mudik pemerintah malah membiarkan WNA China terus menerus datang ke Indonesia pada saat pandemi. Menurut pemerintah kebijakan pelarangan mudik diberlakukan demi menekan angka penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

Akan tetapi yang mesti dipertanyakan, kebijakan itu berbanding terbalik dengan para WNA, yang justru malah lancar masuk ke Indonesia pada waktu pelarangan mudik diberlakukan. Padahal seperti diketahui, bahwa asal mula terjadinya pandemi Covid-19 adalah dari negara China sendiri. Jika alasannya adalah sebab warga asing tersebut bekerja di Indonesia, mengapa tidak digantikan saja dengan warga negara sendiri yang saat ini juga sedang kesulitan mendapat  pekerjaan di tengah pandemi.

Dari sini memang terlihat terjadi inkonsisten kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mudik dilarang namun memberikan kebebasan pada warga negara asing datang ke dalam negeri. Seperti ada keistimewaan bagi WNA tanpa ketegasan kebijakan. Jangan harap pandemi akan segera berakhir, jika para punggawa sendiri inkonsisten terhadap aturan kebijakan. Dengan ini, tentu saja kepercayaan masyarakat juga akan berkurang, sebab terlihat pemerintah hanya tegas pada warga negara sendiri, namun lemah terhadap larangan terhadap masuknya WNA ke tanah air.

Maka, sudah seyogianya para petinggi negeri harus serius dalam penanganan Covid-19. Jika memang pemberlakuan larangan mudik adalah untuk antisipasi agar tak semakin tersebarnya virus corona, maka mestinya semua pintu yang akan menyebabkan penyebaran virus juga harus ditutup termasuk menutup semua pintu masuknya WNA ke Indonesia. Pun, berharap jangan lagi ada diskriminasi kebijakan pada rakyat. Sebab dalam urusan mudik itu adalah momen dan hal utama bagi masyarakat yang ingin silaturahmi dan kumpul bersama keluarga di kampung halaman tatkala datangnya hari raya Idul Fitri. Alangkah kecewanya rakyat, jika mudik dilarang, di sisi lain ada kebebasan warga dari luar keluar masuk ke tanah air. Semoga para pemegang kebijakan dapat bertindak lebih bijak lagi dan tak membuat aturan hanya berdasar berbagai kepentingan semata. 

Di sinilah urgensi adanya pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab pada rakyatnya, serta sistem aturan yang sesuai dengan fitrah manusia. Ya, tentunya tak lain adalah kembali pada aturan dari Sang Khalik. Sebab hanya dengan sistem dari Allah SWT yang pasti benar dan berkeadilan dan akan melahirkan pemimpin sholeh yang taat pada Allah dan Rasulnya serta akan memprioritaskan pengurusan kepentingan umat di atas yang lain. Itulah sistem Islam, yang sudah terbukti dan teruji selama berbad-abad lamanya memimpin hingga 2/3 belahan dunia yang mampu mensejahterakan baik muslim maupun nonmuslim. Saatnya untuk beralih dan mengadopsi sistem aturan Ilahi untuk kehidupan berkah dan menuntaskan setiap persoalan manusia.

Wallahu’alam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    Mafia Tambang Emas Ilegal Kembali Beraksi di Sejumlah Titik di Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): praktek tambang emas tanpa izin dengan menggunakan alat berat kembali berlangsung di wilayah hukum Polsek Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina). Padahal wilayah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibwilayah itu pada 25 April 2024 lalu telah ditertibkan dan penindakan oleh jajaran lintas sektoral otoritas daerah. Tindakan yang dilakukan seolah tidak menjadi […]

  • Oji Atas Bertekad Perjuangkan Saparuddin Haji

    Oji Atas Bertekad Perjuangkan Saparuddin Haji

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tidak lama lagi, 9 Desember 2015 akan tiba. Masyarakat yang sudah memiliki hak untuk memilih, dapat menggunakan hak pilihnya untuk memberikan percayakan Paslon yang benar-benar memiliki jiwa pemimpin dan bertanggung jawab, agar Mandailing Natal lebih baik. Ketiga Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati dari putra terbaik Mandailing Natal itu dapat […]

  • Yel Yel “On Ma”  Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    Yel Yel “On Ma” Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution membuka tournamen tenis meja Harun Mustafa Cup I se Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota Sabtu 12/10/2024. Ahmad Sukri Panitia Tornamen Tenis Meja Harun Mustafa dengan tema ” bermain fair play junjung […]

  • Dewan Nakal Diberi Sanksi

    Dewan Nakal Diberi Sanksi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Medan segera memberikan teguran kepada anggota dewan yang jarang masuk. Pasalnya, dari 50 anggota dewan, yang hadir dalam kegiatan sehari-harinya hanya berkisar 30 orang saja. Sangat jarang 50 orang anggota dewan hadir sekaligus. “Untuk itulah kita segera memberikan sanksi bagi para oknum anggota dewan yang bolos kerja kecuali ada […]

  • Shooting Film “Senandung Willeam”

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kru Tympanum Novem ketika melakukan shooting film “Senandung Willeam” atau lebih dikenal Willeam Iskandear di Desa Hutabangun Kecamatan Bukit Malintang. Film colosal yang mengangkat tokoh pendidikan Mandailing ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal.(Hol)

  • Pengusaha Muda Madina Jadi Peserta Talenta Wirausaha BSI

    Pengusaha Muda Madina Jadi Peserta Talenta Wirausaha BSI

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu pengusaha muda Mandailing Natal (Madina) Palit Hanafi Lubis berhasil lolos jadi peserta Talenta Wirausaha BSI (Bank Syariah Indonesia). Talenta Wirausaha BSI merupakan program Kementerian BUMN untuk mendukung pengusaha muda UMKM dengan mengedepankan empat kategori lomba, yakni wirausaha pemula, rintisan, dan berdaya dengan total hadiah mencapai 450 juta rupiah Pendaftar […]

expand_less