Kamis, 24 Sep 2026
light_mode

Nasib Miris Petani Cabai Kala Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
  • print Cetak


Oleh: Djumriah Lina Johan
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang petani cabai mengamuk dan merusak kebun cabai miliknya. Kemarahan petani diduga akibat harga cabai di pasaran turun.

Slamet mengatakan, harga cabai yang anjlok di pasaran menandakan adanya masalah yang seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah harus hadir melindungi petani indonesia. Jangan hanya berpikir impor terus, sementara nasib petani kita semakin sengsara, ujarnya, Jumat (27/8) lalu.

Slamet menyatakan impor cabai di semester I 2021 sebesar 27,851 ton. Naik 54 persen dibanding tahun 2020 sebesar 18.075 ton.

Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan realisasi impor pada Semester I-2020 yang hanya sebanyak 18.075,16 ton dengan nilai US$ 34,38 juta. Cabai yang diimpor pemerintah pada umumnya adalah cabai merah, termasuk juga cabai rawit merah.

Ini menunjukkan betapa pemerintah memang tidak berpihak kepada petani kita, jelasnya.

Pemerintah perlu melihat kembali kepada kebijakan pangan yang menjadi landasan kerja era Kabinet Indonesia Maju. Seperti diketahui kebijakan pangan yang tertuang dalam nawacita kedaulatan pangan muaranya adalah peningkatan kesejahteraan para petani. (RCTIPlus.com, Minggu, 29/8/2021)

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta, Hempri Suyatna. Ia menyayangkan kebijakan adanya impor cabai yang dilakukan pemerintah Indonesia pada saat pandemi.

“Perlu mengurangi impor cabai dari luar negeri. Hal ini karena selama pandemi ini Indonesia tetap melakukan impor cabai besar-besaran sehingga panenan produk lokal rentan terganggu seperti saat ini,” jelas Hempri saat dihubungi AYOYOGYA.COM, Minggu (29/8/2021).

Berdasarkan data yang dihimpunnya, pada bulan Januari-Juni 2021 ini, Indonesia melakukan impor cabai yang mencapai 27.851,98 ton atau senilai Rp8,58 triliun. Adapun India sebagai pemasok paling besar.

“Negara sebenarnya bisa memfasilitasi pengembangan industri-industri olahan cabai dan juga membangun sistem atau teknologi penyimpanan cabai agar tahan lama tetapi tidak pernah dilakukan,” keluhnya lagi.

Hempri menambahkan problem utama  pemerintah yakni tidak pernah serius membangun kedaulatan pangan di negara sendiri.

Selain itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2018, sejatinya Indonesia adalah negara penghasil cabai terbesar keempat di dunia. Hal ini juga didukung oleh data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang pada akhir tahun 2020 merilis Analisis Data Cabai Provinsi Jawa Timur 2019.

Dari data tersebut terlihat bahwa Jawa Timur adalah salah satu provinsi penghasil cabai merah terbesar di Indonesia. Produksi cabai merah Jawa Timur pada 2019 mencapai 104.677 ton dengan luas area panen sebesar 12.190 hektare (ha). Lantas mengapa pemerintah justru memaksakan kebijakan impor cabai kala pandemi?

Buah Paradigma Sekuler Kapitalis

Diakui atau tidak, sejatinya hal ini terjadi karena pemerintah memang tak menjadikan kepentingan rakyat sebagai hal yang utama. Paradigma sekuler kapitalistik yang mendasari penyelenggaraan pemerintahan membuat fungsi kepemimpinan bergeser dari fungsi  yang seharusnya.

Dalam sistem ini, kekuasaan hanya menjadi alat mewujudkan kepentingan kelompok atau partai politik. Apalagi mekanisme pemilihan ala demokrasi menjadikan biaya politik menjadi mahal, sehingga kontestasi kepemimpinan pun tak ubahnya seperti praktek bisnis dan perjudian.

Tak heran jika berbagai kebijakan yang dikeluarkan, bahkan pun yang menyangkut hajat hidup orang banyak, selalu berkelindan dengan kepentingan partai pemenang, kelompok pendukung, dan para pemilik modal sebagai donatur kekuasaan.

Bagi-bagi kue kekuasaan dan kapitalisasi sektor-sektor kebutuhan publik termasuk sektor pangan demikian menyengat di berbagai kebijakan yang dicanangkan. Tidak hanya dari kapitalis lokal, tapi juga dari kaum kapitalis global.

Padahal, dalam Islam, pemerintah sejatinya adalah pelayan sekaligus pelindung umat, bukan pebisnis atau pedagang. Mereka wajib memastikan kebutuhan umat dan keamanan mereka terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana wajib pula bagi mereka memastikan kedaulatan dan kemandirian negara tetap terjaga.

Islam dan Kepemimpinannya yang Amanah

Dalam Islam, kepemimpinan adalah alat penegak hukum-hukum Allah, yang amanahnya akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Tak ada kepentingan yang menempel dalam kekuasaan Islam selain harapan memperoleh rida Allah Swt.

Melalui pelaksanaan hukum-hukum Allah inilah kesejahteraan dan keadilan di tengah umat akan bisa diwujudkan. Hukum-hukum Allah ini memberi solusi komprehensif atas seluruh problem manusia, termasuk urusan jaminan pangan dan jaminan berusaha bagi rakyatnya, individu per individu.

Maka, semua hal yang menghambat terjaminnya kebutuhan pangan dan jaminan berusaha, seperti proses produksi, rantai pasok atau distribusi pangan, termasuk munculnya fluktuasi harga yang memberatkan, akan diselesaikan hingga ke akar. Begitu pun peluang munculnya pihak-pihak yang mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat, akan ditutup rapat-rapat.

Produksi pangan misalnya, akan digenjot sesuai kebutuhan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan pertanian. Tidak ada lagi alasan yang menyebabkan suplai kebutuhan tergantung sepenuhnya pada impor.

Ikhtiar ini tentu akan didukung penuh oleh negara. Antara lain melalui penerapan sistem pertanahan dalam Islam yang mengharuskan optimalisasi penggunaan lahan sesuai potensinya. Juga didukung dalam bentuk dukungan pembinaan dan permodalan yang dimungkinkan karena negara menerapkan sistem ekonomi dan keuangan Islam.

Adapun celah-celah penyelewengan akan ditutup dengan penerapan sistem sanksi dan peradilan Islam yang dikenal tegas. Kasus kezaliman yang lumrah terjadi dalam sistem sekuler ini tak mungkin merebak dalam sistem yang menerapkan aturan-aturan Islam.

Sistem politik Islam juga menjamin kemandirian dan kedaulatan negara tegak sempurna. Negara tak akan mudah tunduk pada tekanan internasional yang dibuat melalui perjanjian-perjanjian yang hakikatnya merupakan alat penjajahan.

Karena itu, sudah saatnya masyarakat menyadari pentingnya perubahan ke arah Islam. Sebab, inilah jalan perubahan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, hingga beliau berhasil membangun masyarakat Islam yang ideal, yang dilanjutkan dari generasi demi generasi hingga belasan abad. Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      New York – Perutusan Tetap RI untuk PBB (PTRI) di New York belum berniat membayar tunggakan tilang atau denda –di Amerika Serikat disebut “tiket”– parkir berjumlah puluhan ribu dolar AS. Alasan PTRI, hingga kini belum tercapai kesepakatan antara anggota PBB, pemerintah federal Amerika Serikat dan Dewan Kota New York mengenai pembayaran “tiket” maupun fasilitas […]

  • Kami Terpaksa Makan Gandum

    Kami Terpaksa Makan Gandum

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stok Makanan di Mesir Mulai Habis Sudah 7 Orang Tewas, Ratusan Luka-luka JAKARTA-Akibat krisis politik di Kairo, Mesir, kini sejumlah mahahasiwa asal Indonesia yang bertahan di kota Kairo mengaku kesulitan men dapatkan bahan-bahan makanan. Sementara, stok makanan mulai menipis. Para mahasiswa dan WNI di Mesir kini juga sudah dikumpulkan di satu tempat untuk memudahkan evakuasi. […]

  • Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami membantah bahwa mobil jenis Pajero yang di kontrak oleh Badan Keuangan dan aset Daerah bukan diperuntukkan khusu sebagai mobil kendaraan Dinas nya, melainkan hanya dipakai sementara. ” mobil ini dirental jauh jauh sebelum mobil palisade rusak, bukan dianggarkan untuk dipakai Wakil Bupati, tapi […]

  • Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

    Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resmi jadi provinsi ke-34. Bersamaan dengan empat kabupaten baru. Sidang paripurna terakhir Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan pada Kamis, 25 Oktober 2012 ini, lebih ramai dari biasanya. Bukan karena dipenuhi anggota dewan, tapi ada ratusan masyarakat adat yang memenuhi bangku balkon ruang sidang paripurna. Kebanyakan dari mereka, mengenakan baju tradisional masing-masing. Mereka, datang untuk menyambut […]

  • Dituding Copot Sekdes dan Kasipem Tidak Sesuai Prosedur, Ini Bantahan Pj. Kades Tabuyung

    Dituding Copot Sekdes dan Kasipem Tidak Sesuai Prosedur, Ini Bantahan Pj. Kades Tabuyung

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) –  Penjabat Kepala Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumut, Iskandar Muda angkat bicara terkait tudingan terhadapnya. Dia dituding memberhentikan Sekretaris Desa dan Kasi Pemerintahan tidak sesuai prosedur. Dalam siaran pers yang diterima Mandailing Online, Senin (29/7/2024) Iskandar Muda menegaskan bahwa pencopotan perangkat desa itu sudah sesuai prosedur […]

  • Team Horas USU Akan Berkompetisi di Tingkat Asia

    Team Horas USU Akan Berkompetisi di Tingkat Asia

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (MO) – Universitas Sumatera Utara (USU) tahun ini akan mengikuti Shell Eco-marathon (SEM) 2012 di Sepang, Malaysia. Shell Eco-marathon adalah sebuah kompetisi tahunan yang diadakan oleh Shell Oil, diselenggarakan untuk menantang para pemuda untuk merancang dan menciptakan sebuah kendaraan hemat bahan bakar. Shell Eco-marathon dilaksanakan tiap tahunnya untuk 3 benua yaitu Amerika, Eropa dan […]

expand_less