Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
  • print Cetak

PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang.

Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar melalui telepon. Oknum KTU ini mengimingi membantu dan akan memberikan kunci jawaban kepada pelamar CPNS melalui panitia pada saat pelaksanaan ujian berlangsung.

Hal ini kata mereka terbukti di mana saat pelaksanaan ujian dilaksanakan, telepon genggam boleh dibawa peserta lainnya yang diduga menyetorkan sejumlah uang. Dan, dengan bebasnya yang bersangkutan ditelepon oleh oknum KTU tersebut dan dengan menurut pengakuannya, diberikan jawaban atas soal ujian tersebut.

“Kita tidak mau memberikan uang, karena kita berharap pelaksanaannya bersih, tetapi ternyata begini. Jadi sedih kami dan harapan kami hilang seketika ketika melihat kejadian itu. Kami juga dimintai uang Rp20 juta sampai ada yang Rp40 juta oleh oknum KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar dengan janji akan dibantu menjawab soal baik ditelefon ataupun diberikan jawaban saat di ruangan. Anehnya, pengawasnya juga terkesan membiarkan,” ujar beberapa pelamar CPNS dari honorer KII, Senin (4/11).

Mereka sudah mempertanyakan hal ini, namun di luar mereka mendapatkan informasi jika masih terus bersuara, maka berkas mereka akan dibuang atau tidak diikutkan untuk diperiksa. “Sampai diancam begitu jika kami terus bersuara dan menyampaikan kejanggalan dalam pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II Kemenag. Entahlah bagaimana nasib kami, ujiannya kami duga tidak bersih,” sebutnya.

Untuk itu, mereka berharap Kemenag Pusat untuk melakukan investigasi dan membatalkan pelaksanaan ujian karena ada dugaan kejanggalan di dalam pelaksanaannya. Sementara itu, KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar membantah hal tersebut. Menurutnya, ia adalah panitia bukan pengawas. Kemudian, ia juga tidak mau mengomentari tudingan tersebut karena malah akan memperkeruh suasana.

“Untuk apa dijawab-jawab. Lagipula sayakan panitia bukan pengawas, bagaimana mungkin bisa terjadi. Tidak usah dijawablah,” kilahnya. Dikatakannya, pada saat pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II di lingkungan Kemenag Paluta yang hadir hanya 48 orang dari 50 orang yang terdaftar. “Yang ikut ujian 48 orang dan tidak hadir 2 orang,” sebutnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Arab Saudi Tak Akan Pindahkan Makam Rasulullah

    Pemerintah Arab Saudi Tak Akan Pindahkan Makam Rasulullah

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, MAKKAH – Pihak Masjidi Al Haram dan An Nabawi akhirnya memberikan tanggapan mengenai kabar pemindahan makam Muhammad SAW. Menurut mereka, pemerintah Arab Saudi tak pernah memerintahkan hal itu. Al Arabiya melaporkan, Sabtu (6/9), jubir kepemimpinan umum untuk urusan Masjid Al Haram dan Masjid An Nabawi, Ahmad Al Manshur membantah informasi tentang makam nabi […]

  • Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 200 guru TKS SMA dan SMK melakukan unjukrasa ke DPRD Madina mengadukan nasib soal gaji yang belum diterima selama 11 bulan. Mereka berjalan kaki dari lapangan Aek Godang menuju gedung DPRD Madina, Senin (27/11/2017). Sejumlah spanduk diusung. Salah satu bertulis “Gimana mau paten kalau gaji guru belum cair”. Bisri […]

  • SMK Negeri Siabu Juara

    SMK Negeri Siabu Juara

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, SMK Negeri Siabu tampil sebagai juara turnamen bola voli antar Pelajar SLTA se Kabupaten Mandailing Natal yang berakhir Jumat (6/1). Sedangkan SMK Negeri II Panyabungan berada di urutan kedua, SMK Negeri I Panyabungan di posisi ketiga, dan juara IV diraih oleh SMA Negeri I Panyabungan. Bupati Mandailing Natal, HM Hidayat Batubara SE ketika menutup […]

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja mengaku belum memperoleh gaji bulan ini dari kontraktor pembangunan Pasar Baru Panyabungan. Para pekerja yang berasal dari kawasan Kecamatan Panyabungan, yakni Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga dan Gunungtua Panggorengan kepada wartawan menyatakan sangat gelisah karena gaji yang tak pasti itu. “Sudah sebulan ini kami tak terima gaji. Sudah terus […]

  • Paskibraka Madina Dikukuhkan

    Paskibraka Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah dikukuhkan, Senin (15/8). Pengukuhan yang berlangsung di Parkir Timut BKD, Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, disaksikan langsung oleh Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kapolres AKBP HM Reza CAS, Ketua TP-PKK Eli Mahrani, Kesubdenpom Kapten CPM […]

  • Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan massa tergabung dalam Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, Selasa (08/03/2011). Dalam aksinya, mereka meminta Kejatisu mengusut tuntas seluruh kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala dan Wakil Kepala Daerah serta mantan Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Sumut tanpa […]

expand_less