Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
  • print Cetak

PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang.

Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar melalui telepon. Oknum KTU ini mengimingi membantu dan akan memberikan kunci jawaban kepada pelamar CPNS melalui panitia pada saat pelaksanaan ujian berlangsung.

Hal ini kata mereka terbukti di mana saat pelaksanaan ujian dilaksanakan, telepon genggam boleh dibawa peserta lainnya yang diduga menyetorkan sejumlah uang. Dan, dengan bebasnya yang bersangkutan ditelepon oleh oknum KTU tersebut dan dengan menurut pengakuannya, diberikan jawaban atas soal ujian tersebut.

“Kita tidak mau memberikan uang, karena kita berharap pelaksanaannya bersih, tetapi ternyata begini. Jadi sedih kami dan harapan kami hilang seketika ketika melihat kejadian itu. Kami juga dimintai uang Rp20 juta sampai ada yang Rp40 juta oleh oknum KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar dengan janji akan dibantu menjawab soal baik ditelefon ataupun diberikan jawaban saat di ruangan. Anehnya, pengawasnya juga terkesan membiarkan,” ujar beberapa pelamar CPNS dari honorer KII, Senin (4/11).

Mereka sudah mempertanyakan hal ini, namun di luar mereka mendapatkan informasi jika masih terus bersuara, maka berkas mereka akan dibuang atau tidak diikutkan untuk diperiksa. “Sampai diancam begitu jika kami terus bersuara dan menyampaikan kejanggalan dalam pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II Kemenag. Entahlah bagaimana nasib kami, ujiannya kami duga tidak bersih,” sebutnya.

Untuk itu, mereka berharap Kemenag Pusat untuk melakukan investigasi dan membatalkan pelaksanaan ujian karena ada dugaan kejanggalan di dalam pelaksanaannya. Sementara itu, KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar membantah hal tersebut. Menurutnya, ia adalah panitia bukan pengawas. Kemudian, ia juga tidak mau mengomentari tudingan tersebut karena malah akan memperkeruh suasana.

“Untuk apa dijawab-jawab. Lagipula sayakan panitia bukan pengawas, bagaimana mungkin bisa terjadi. Tidak usah dijawablah,” kilahnya. Dikatakannya, pada saat pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II di lingkungan Kemenag Paluta yang hadir hanya 48 orang dari 50 orang yang terdaftar. “Yang ikut ujian 48 orang dan tidak hadir 2 orang,” sebutnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Pendidikan Gratis

    Program Pendidikan Gratis

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Program Pendidikan Gratis untuk tingkatan SLTA di Kabupaten Mandailing Natal akan berjalan pada Tahun 2012. Untuk program ini perlu dukungan dari semua elemen masyarakat mulai dari pihak kepolisian, lsm, DPR, dan segenap unsur masyarakat.*MOL*

  • Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut Irjen Polisi Drs.Ngadino, SH.MM menekankan kepada Polres Madina bahwa polisi harus menjadi pengayom bagi masayarakat. “Sebagai polisi, kita harus memahami jati diri kita sebagai polisi yang merupakan pelindung, pengayom masyarakat,” katanya, Senin (16/11) pada pengarahannya dalam kunjungan kerja ke Mandailing Natal. Kedatangan Kapolda didampingi Dir intel Polda Sumut, Kombes […]

  • Menunggak, Telepon Kantor Walikota Medan Diblokir

    Menunggak, Telepon Kantor Walikota Medan Diblokir

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Telepon di Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 2, Medan, tidak bisa digunakan. Pasalnya, rekening telepon belum dibayar. Informasi yang diperoleh di Kantor Walikota Medan, Selasa (29/03/2011), telepon di kantor orang nomor satu di Medan tersebut sudah tidak bisa digunakan dalam dua minggu terakhir. Dampaknya, setiap urusan dinas para staf terpaksa harus […]

  • Rakyat Sumbang Koin untuk Presiden

    Rakyat Sumbang Koin untuk Presiden

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah SBY Mengeluh Gaji Kurang JAKARTA-Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah 7 tahun tak naik gaji, berkembang cepat. Dukungan, simpati, sindiran dan kritikan terhadap pernyataan yang dilontarkannya dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri Jumat (21/1) terus mengalir. Seperti halnya di situs microblogging Twitter, beberapa tweeps (pemilik akun twitter) memberikan komentar yang beragam. […]

  • Pembangunan Rumah Sakit Panyabungan Gagal Berlanjut

    Pembangunan Rumah Sakit Panyabungan Gagal Berlanjut

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan gedung Rumah Sakit Panyabungan gagal berlanjut tahun ini. Akibatnya, selama tahun 2019 ini tak ada aktivitas pengerjaan gedung rumah sakit yang terletak di bukit Panatapan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) itu. Terhalangnya kelanjutan di 2019 ini dikabarkan akibat kegagalan proses tender. Padahal untuk 2019 sejatinya yang dikerjakan adalah pembangunan […]

  • Saparuddin Haji Lubis : Strategi 60-10 Hingga Program Kopi

    Saparuddin Haji Lubis : Strategi 60-10 Hingga Program Kopi

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Membangun Madina itu bukan soal bisa atau tidak bisa, tetapi kuncinya adalah apakah kita semua mau bersama-sama membangun Madina? Itu kalimat calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis dalam satu perbincangan dengan Mandailing Online, beberapa waktu lalu. Selain itu, ada 2 poin dari visi Saparuddin Haji yang juga menyedot perhatian audiens. Pertama, visi tentang pembangunan Madina […]

expand_less