Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Pahala Investasi dan Dosa Investasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
  • print Cetak

 

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi Islam Medan

Ini adalah bahasan yang adil. Bukan hanya mengenai pahala yang kita wariskan pada orang lain tetapi juga dosa yang terus mengalir untuk orang yang mengikuti kita.

Demikianlah Allah tidak cacat dalam persoalan catat mencatat terhadap perkara amal yang dilakukan seorang hamba dan yang dia wariskan berupa dosa ataupun pahala.

Jadi jika kita meninggalkan jejak untuk mengajak orang untuk melakukan kebaikan dan mengajak kejahatan, maka kita akan mendapatkan pahala atau dosa yang terus mengalir saat ada orang yang mengikutinya. Inilah yang dimaksud dengan bekas-bekas amal itu (aatsarohum)

اِنَّا نَحۡنُ نُحۡىِ الۡمَوۡتٰى وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُوۡا وَاٰثَارَهُمۡؕؔ وَكُلَّ شَىۡءٍ اَحۡصَيۡنٰهُ فِىۡۤ اِمَامٍ مُّبِيۡنٍ

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan kembali orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia, baik atau buruk, kecil atau besar, untuk kami balas secara adil.

Semua itu dicatat pula bekas-bekas yang mereka tinggalkan, yakni perbuatan baik maupun buruk yang mereka kerjakan dan diikuti oleh orang lain atau generasi sesudah mereka.

Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas, yakni Lauh Mahfùz.

Kemudian disebutkan pula bahwa orang harus merasa takut kepada tuhannya. Karena Allah akan menghidupkan kembali semua orang yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya masing-masing pada hari Akhirat.

Ketika itu manusia memperoleh catatan dari seluruh perbuatan, baik besar maupun kecil, yang pernah dikerjakan di dunia dahulu. Tiada satu pun perbuatan yang luput dari catatan. Semuanya tertulis dalam buku itu dengan teliti dan Al-Qur’an menyatakan:

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.  Mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun (Al-Kahfi 49)

Tidak hanya perbuatan mereka yang tertulis dalam buku itu, tetapi juga segala amal yang mereka tinggalkan. Hal yang diikuti dan masih dimanfaatkan orang banyak setelah ia meninggal dunia.  Seperti ilmu pengetahuan yang diajarkannya, harta benda yang diwakafkan, atau rumah sakit yang didirikannya untuk kesehatan masyarakat.

Demikian pula perbuatan jahat yang ditinggalkan, seperti fitnah yang pernah ditebarkannya sehingga mengakibatkan orang saling berselisih atau berpecah-belah.

Ringkasnya, setiap perbuatan yang menimbulkan pengaruh, baik yang bermanfaat atau menimbulkan mudarat, tertulis semua dalam buku itu. Ayat ini sejalan dengan hadis Rasulullah yang berbunyi “Barang siapa membuat tradisi (kebiasaan) yang baik ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudah ia meninggal tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka. Dan barangsiapa membuat suatu tradisi (kebiasaan) yang buruk, ia akan memikul dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah (ia) meninggal dunia tanpa dikurangi sedikit pun dosa mereka.

Kemudian Rasulullah membaca ayat “wanaktubu maqaddamu wa atsarahum” (dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan).” (Riwayat Al-Bukhari dari Abu Musa Al-Asy’ari)

Sehubungan dengan makna firman Allah “Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan“.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah kisah, seperti yang dimuat oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dimana diceritakan ada orang-orang dari Bani Salamah tinggal di pinggiran kota Madinah.

Mereka merasa betapa jauhnya tempat kediaman mereka dari masjid Nabi. Agar mereka dapat datang berjamaah lebih awal untuk memperoleh keutamaan salat berjamaah, mereka berniat untuk memindahkan rumah mereka ke daerah sekitar masjid. Maka turunlah ayat ini.

Setelah Rasulullah memanggil mereka, beliau pun bersabda, “Niatmu yang baik itu akan ditulis.” Akhirnya mereka tidak jadi pindah.

Ibnu Jarir ath-thabari meriwayatkan pula bahwa rumah sebagian orang Anshar jauh dari masjid Rasulullah. Mereka ingin memindahkannya, maka turunlah ayat ini. Mereka akhirnya membatalkan maksud tersebut.

Barangkali yang mendorong orang-orang Bani Salamah atau segolongan sahabat Anshar hendak memindahkan rumah mereka adalah hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa salat berjamaah itu 27 kali lipat pahalanya dibanding dengan salat yang dikerjakan sendirian.

Rasulullah bersabda:

Manusia yang paling banyak pahalanya dalam salat ialah orang yang paling jauh berjalan dengan kaki kemudian yang paling jauh, dan orang yang menunggu salat sehingga ia mengerjakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada orang yang mengerjakan salat (sendiri) kemudian ia tidur.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

Kemudian lebih ditegaskan lagi bahwa tidak hanya perbuatan Bani Adam yang tertulis dalam buku itu dengan teliti, tetapi juga apa yang terjadi di bumi ini.

Menurut penjelasan ahli tafsir yang dimaksud dengan imamum mubin (kitab induk yang nyata) ialah Lauh Mahfudh.

Ayat ini diperkuat lagi dengan keterangan ayat-ayat lain yang berbunyi:

Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa.” (thaha: 52)

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis. (al-Qamar 53)

Demikian penjelasan ayat-ayat di atas yang memastikan datangnya hari Kiamat. Manusia akan menerima balasan dari semua usahanya, baik jahat maupun baik.

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kabar gembira berupa ampunan dan surga bagi orang yang takwa kepada Tuhan dan mengikuti petunjuk Al-Qur’an ditetapkan Allah nanti setelah hari Kebangkitan.

Begitulah sahabatku, jangan sampai kita meninggalkan dosa investasi. Justru yang harus ditinggalkan adalah pahala investasi. Agar yang tetap mengalir itu adalah pahala yang akan menyelamatkan kita. Bukan malah menjerumuskan kita ke dalam jurang neraka.

Jadi, jika kita meninggalkan jejak tulisan, seharusnya sebagai tulisan yang mengajak pada kebaikan bukan pada kejahatan. Alirannya itu dapat menjadi jariyah dalam bentuk pahala dan dosa. Jika dosa itu yang mengalir lebih banyak itu adalah hal yang paling merugikan kita. Naudzu billah min dzaalik.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-58 Golkar, Bupati Subuh Berjamaah dengan Pengurus Golkar Madina

    HUT ke-58 Golkar, Bupati Subuh Berjamaah dengan Pengurus Golkar Madina

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar, pengurus DPD Golkar Mandailing Natal (Madina) melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution di Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Minggu (16/10). Usai salat Subuh berjamaah, Bupati Sukhairi […]

  • Pembangunan 8 Rumah Terbakar di  Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pembangunan 8 unit rumah yang habis terbakar di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) sedang tahap pengerjaan. Saat ini, keluarga korban kebakaran dan warga serta tukang sedang bahu membahu menyiapkan rumah tersebut dalam beberapa minggu kedepan. Pantuan di lapangan, hampir semua pertapakan rumah sudah selesai dikerjakan. Sebagian lagi […]

  • Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL: Warga Desa Hutagodang,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro saling menyalahkan terkait aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining,Minggu 29 Mei 2011. “Saya sangat menyesalkan tindakan masyarakat yang telah merusak dengan cara membakar camp PT Sorikmas Mining,” katanya kepada wartawan ketika […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa dan Tim Tutup Turnamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I

    Cabup Madina Harun Mustafa dan Tim Tutup Turnamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online ): Tournamen Tenis Meja Piala Harun Mustafa Cup I se-Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota pada tanggal 12/10/2024 kemarin resmi ditutup. Penutupan Turnamen olahraga Tenis Meja ini dihadiri langsung Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan rombongan Tim pemenangan. Dalam perhelatan ini, puluhan atlet […]

  • TANO BATO; JEJAK SUNYI REVOLUSI PENDIDIKAN WILLEM ISKANDER

    TANO BATO; JEJAK SUNYI REVOLUSI PENDIDIKAN WILLEM ISKANDER

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution*   Coba bayangkan dulu sebuah pagi di pedalaman Mandailing pas medio abad ke-19. Suatu wilayah yang terkunci di antara rimbunnya hutan tropis. Jalannya berlumpur, cuma dilewati pedati dan derap kaki kuda para pejabat kolonial yang angkuh. Di sana, sunyi itu bukan sekadar ketiadaan bunyi, tapi isolasi yang terstruktural secara rapi. Di […]

  • Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYBUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan silih berganti menerpa Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Hebohnya bukan heboh positif, melainkan heboh yang memalukan. Belum reda heboh dugaan pengutipan Rp 1.700.000 kepada para kepala desa, kini muncul lagi materi ijian sekolah dasar yang diduga tidak sinkron antara pertanyaan dengan jawaban. Dalam 2 hari terakhir, foto-foto naskah ijian sekolah dasar […]

expand_less