Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Pahala Investasi dan Dosa Investasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
  • print Cetak

 

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi Islam Medan

Ini adalah bahasan yang adil. Bukan hanya mengenai pahala yang kita wariskan pada orang lain tetapi juga dosa yang terus mengalir untuk orang yang mengikuti kita.

Demikianlah Allah tidak cacat dalam persoalan catat mencatat terhadap perkara amal yang dilakukan seorang hamba dan yang dia wariskan berupa dosa ataupun pahala.

Jadi jika kita meninggalkan jejak untuk mengajak orang untuk melakukan kebaikan dan mengajak kejahatan, maka kita akan mendapatkan pahala atau dosa yang terus mengalir saat ada orang yang mengikutinya. Inilah yang dimaksud dengan bekas-bekas amal itu (aatsarohum)

اِنَّا نَحۡنُ نُحۡىِ الۡمَوۡتٰى وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُوۡا وَاٰثَارَهُمۡؕؔ وَكُلَّ شَىۡءٍ اَحۡصَيۡنٰهُ فِىۡۤ اِمَامٍ مُّبِيۡنٍ

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan kembali orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia, baik atau buruk, kecil atau besar, untuk kami balas secara adil.

Semua itu dicatat pula bekas-bekas yang mereka tinggalkan, yakni perbuatan baik maupun buruk yang mereka kerjakan dan diikuti oleh orang lain atau generasi sesudah mereka.

Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas, yakni Lauh Mahfùz.

Kemudian disebutkan pula bahwa orang harus merasa takut kepada tuhannya. Karena Allah akan menghidupkan kembali semua orang yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya masing-masing pada hari Akhirat.

Ketika itu manusia memperoleh catatan dari seluruh perbuatan, baik besar maupun kecil, yang pernah dikerjakan di dunia dahulu. Tiada satu pun perbuatan yang luput dari catatan. Semuanya tertulis dalam buku itu dengan teliti dan Al-Qur’an menyatakan:

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.  Mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun (Al-Kahfi 49)

Tidak hanya perbuatan mereka yang tertulis dalam buku itu, tetapi juga segala amal yang mereka tinggalkan. Hal yang diikuti dan masih dimanfaatkan orang banyak setelah ia meninggal dunia.  Seperti ilmu pengetahuan yang diajarkannya, harta benda yang diwakafkan, atau rumah sakit yang didirikannya untuk kesehatan masyarakat.

Demikian pula perbuatan jahat yang ditinggalkan, seperti fitnah yang pernah ditebarkannya sehingga mengakibatkan orang saling berselisih atau berpecah-belah.

Ringkasnya, setiap perbuatan yang menimbulkan pengaruh, baik yang bermanfaat atau menimbulkan mudarat, tertulis semua dalam buku itu. Ayat ini sejalan dengan hadis Rasulullah yang berbunyi “Barang siapa membuat tradisi (kebiasaan) yang baik ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudah ia meninggal tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka. Dan barangsiapa membuat suatu tradisi (kebiasaan) yang buruk, ia akan memikul dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah (ia) meninggal dunia tanpa dikurangi sedikit pun dosa mereka.

Kemudian Rasulullah membaca ayat “wanaktubu maqaddamu wa atsarahum” (dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan).” (Riwayat Al-Bukhari dari Abu Musa Al-Asy’ari)

Sehubungan dengan makna firman Allah “Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan“.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah kisah, seperti yang dimuat oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dimana diceritakan ada orang-orang dari Bani Salamah tinggal di pinggiran kota Madinah.

Mereka merasa betapa jauhnya tempat kediaman mereka dari masjid Nabi. Agar mereka dapat datang berjamaah lebih awal untuk memperoleh keutamaan salat berjamaah, mereka berniat untuk memindahkan rumah mereka ke daerah sekitar masjid. Maka turunlah ayat ini.

Setelah Rasulullah memanggil mereka, beliau pun bersabda, “Niatmu yang baik itu akan ditulis.” Akhirnya mereka tidak jadi pindah.

Ibnu Jarir ath-thabari meriwayatkan pula bahwa rumah sebagian orang Anshar jauh dari masjid Rasulullah. Mereka ingin memindahkannya, maka turunlah ayat ini. Mereka akhirnya membatalkan maksud tersebut.

Barangkali yang mendorong orang-orang Bani Salamah atau segolongan sahabat Anshar hendak memindahkan rumah mereka adalah hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa salat berjamaah itu 27 kali lipat pahalanya dibanding dengan salat yang dikerjakan sendirian.

Rasulullah bersabda:

Manusia yang paling banyak pahalanya dalam salat ialah orang yang paling jauh berjalan dengan kaki kemudian yang paling jauh, dan orang yang menunggu salat sehingga ia mengerjakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada orang yang mengerjakan salat (sendiri) kemudian ia tidur.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

Kemudian lebih ditegaskan lagi bahwa tidak hanya perbuatan Bani Adam yang tertulis dalam buku itu dengan teliti, tetapi juga apa yang terjadi di bumi ini.

Menurut penjelasan ahli tafsir yang dimaksud dengan imamum mubin (kitab induk yang nyata) ialah Lauh Mahfudh.

Ayat ini diperkuat lagi dengan keterangan ayat-ayat lain yang berbunyi:

Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa.” (thaha: 52)

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis. (al-Qamar 53)

Demikian penjelasan ayat-ayat di atas yang memastikan datangnya hari Kiamat. Manusia akan menerima balasan dari semua usahanya, baik jahat maupun baik.

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kabar gembira berupa ampunan dan surga bagi orang yang takwa kepada Tuhan dan mengikuti petunjuk Al-Qur’an ditetapkan Allah nanti setelah hari Kebangkitan.

Begitulah sahabatku, jangan sampai kita meninggalkan dosa investasi. Justru yang harus ditinggalkan adalah pahala investasi. Agar yang tetap mengalir itu adalah pahala yang akan menyelamatkan kita. Bukan malah menjerumuskan kita ke dalam jurang neraka.

Jadi, jika kita meninggalkan jejak tulisan, seharusnya sebagai tulisan yang mengajak pada kebaikan bukan pada kejahatan. Alirannya itu dapat menjadi jariyah dalam bentuk pahala dan dosa. Jika dosa itu yang mengalir lebih banyak itu adalah hal yang paling merugikan kita. Naudzu billah min dzaalik.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuntut Ilmu Sambil Berdikari di SMK Negeri 1  Aek Marian

    Menuntut Ilmu Sambil Berdikari di SMK Negeri 1 Aek Marian

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Saat ini siswa SMK SMK Negeri  1 Aek Marian, Lembah Sorik Marapi, Madina, mulai menekuni praktek budidaya unggas. Sejumlah siswa jurusan Akribisnis Ternak Unggas melakukan rehabilitasi terhadap kandang ayam yang telah ada disediakan pihak sekolah. Untuk tahap awal, pekan ini bibit ayam tersuplai berjumlah sekitar 100 ekor. Para […]

  • Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lubuk Pakam. Muspika Lubuk Pakam terdiri dari pihak kecamatan, Polsek dan Danramil serta dibantu personil Satpol PP Deliserdang sedikitnya menjaring 27 pelajar SMK/SMA dan SMP yang bolos pada jam belajar pada razia operasi kasih sayang, Kamis (4/10). Para pelajar terjaring di lokasi warnet dan bilyar. Dengan menggunakan mobil pickup Satpol PP dan Trantib serta mobil […]

  • Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan Kawasan Mandailing pada abad ke-14 sudah disebut dalam kitab Negarakertagama, ditulis Mpu Prapanca, sejarawan dari Majapahit. Mandailing menjadi salah satu daerah eksvansinya di luar pulau Jawa. Masuknya Majapahit di kawasan Mandailing menunjukkan bahwa pada masa itu Mandailing sudah memiliki peradaban, bahkan jauh sebelum Majapahit datang. […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 42)

    MARSIDAO-DAO (episode 42)

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I jae ni dalan godang i, jongjog Si Isrot, Si Poso dohot si Pikek painte motor nangkan tenggeton ni alai tu Sidimpuan. Si Poso laing sandang do i abarana tas ganan ni pakeanna dohot pakean ni anggina. Soni muse si Isrot. Ngada sajia onok, ro ma tarida motor Aek […]

  • Sekitar 18 Anak-anak Keracunan Penuhi Puskesmas Muarasipongi

    Sekitar 18 Anak-anak Keracunan Penuhi Puskesmas Muarasipongi

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Salman Rais Daulay  / Editor : Dahlan Batubara MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Puskesmas Muarasipongi malam ini, Jum’at (12/5/2017) dipenuhi pasien anak-anak yang keracunan makanan. Anak-anak dari Desa Simpang Mandepo, Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal diarikan ke puskesmas itu setelah keracunan makanan yang diduga dari makanan jajanan siomai yang dijual pedagang keliling. Kepala […]

  • Surat Edaran Bupati Terkesan Lambat

    Surat Edaran Bupati Terkesan Lambat

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Surat Edaran Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution yang memerintahkan ASN dan honorer untuk mengikuti vaksinasi dinilai sudah tepat, tapi terkesan terlambat. Hal itu disampaikan anggota fraksi Partai Golkar DPRD Madina Zubaidah Nasution ketika dihubungi Mandailing Online pada Rabu (3/11) siang di Panyabungan. “Langkah ini sudah tepat. Meski […]

expand_less