Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Panduan untuk Puasa di Jejaring Sosial selama Ramadhan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jun 2016
  • print Cetak
ragam jejaring sosial grafis

ragam jejaring sosial grafis

Ini bukan mengatakan bahwa semua media sosial adalah omong kosong, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan keseimbangan dalam hidup Anda.

Sudah semestinya setiap kali menemui bulan Ramadhan, kita membuat target yang berorientasi untuk meningkatkan kualitas diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Ada dua cara untuk memenuhi target ini, apakah dengan meningkatkan kebiasaan baik atau dengan menurunkan kebiasaan buruk.

Kita berusaha mendapatkan itu dengan membangun kebiasaan dengan memperbanyak shalat sunnah, pergi ke masjid, membaca al-Quran, memperbanyak doa, menghabiskan waktu dengan keluarga, dan bahkan berolahraga. Begitu pula kita berusaha menurunkan kebiasaan buruk kita. Dengan mengurangi jam kita menonton TV, bergosip, bermain game, menghindari makanan yang tidak sehat, dan pada dasarnya, apa saja yang kita anggap hal tersebut salah dan berusaha untuk menghindarinya.

Alasan mengapa Ramadhan menjadi titik fokus dari semua kebiasaan ini adalah karena Ramadhan adalah waktu selama 30 hari di mana rutinitas normal kita dirombak seketika. Momentum bulan ini membuat kita lebih mudah untuk melakukan perubahan lainnya (dan tentu saja karena syaithan dibelenggu pada bulan ini).

Nah, beberapa orang merasa bahwa media sosial pada dasarnya jahat dan oleh karena itu harus segera dihentikan penggunaannya. Bagi yang lain, mereka mengaku dengan media sosial, banyak waktu yang terbuang karenanya, dan mereka perlu fokus untuk beribadah selama 30 hari ini. Yang terpenting ialah, untuk tidak memperhitungkan adanya semacam superioritas spiritual antara satu dengan lainnya. Sangat mudah untuk melihat orang melakukan puasa media sosial karena alasan relijius semata dan kemudian merasa bersalah karena tidak mengambil bagian.

Apakah Perlu Saya Puasa dari Media Sosial?

Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah “ya”. Seberapa banyak dan dalam kapasitas seperti apa, tentu berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Beberapa orang menolak untuk puasa media sosial karena merasa kalau mereka bakal ketinggalan sesuatu yang penting (kurang update). Di tempat di mana perkumpulan atau komunitas lokal tidak begitu kuat, media sosial memberikan cara untuk menikmati bulan ini dengan komunitas-komunitas online yang ada. Ini tidak biasa bagi orang yang bersama-sama membentuk kelompok tertentu dan membuat majelis tafsir atau hal seperti itu. Di media sosial, juga ada nasihat pengingat dan amar maruf nahi munkar yang selalu muncul terus-menerus untuk para penggunanya, – dan tentu saja, acara-acara di Facebook selalu mengumumkan program-program yang menarik.

Puasa media sosial selama Ramadhan bukanlah sesuatu yang baru bagi komunitas relijius. Disebutkan dalam berbagai media, bahwa terdapat penurunan jumlah pengguna media sosial atau teknologi di antara umat Kristiani pada saat pra Paskah.

Saya merupakan pendukung ajakan untuk berpuasa dari media sosial (meski tidak harus 30 hari penuh). Ini bukan karena saya menganggap media sosial itu buruk, melainkan sebagai cara untuk menghidupkan kembali jiwa saya. Ramadhan memberikan kesempatan untuk me-reboot fisik dan spiritual, dan media sosial, bagi banyak orang adalah penghalang terbesar untuk menghidupkan kembali jiwa mereka.

Banyak orang yang memiliki rutinitas tak berguna yang bahkan mereka sendiri tidak menyadarinya. Beberapa bulan yang lalu, sambil menunggu dalam antrean di toko, saya keluarkan ponsel. Saya mengecek Twitter, Facebook, email, dan sms. Saya kemudian mendongak, sadar kalau jalur antrian masih panjang, kemudian saya kembali menunduk memelototi ponsel saya. Lalu saya melakukannya lagi, dan lagi. Yang menyedihkan adalah, saya bahkan tidak menyadari apa yang saya lakukan. Apa yang kira-kira terjadi di sana yang tidak ada di sana saat sudah saya cek 45 detik yang lalu?

Beberapa orang mungkin menyebutnya kecanduan, tetapi dalam arti yang lebih umum, sebenarnya kita sedang mengisi waktu luang kita. Ini bagian dari rutinitas kita. Adalah hari biasa di perusahaan Amerika bagi banyak orang dimulai dengan siklus berulang, dari email kantor, email pribadi, Facebook, ESPN, CNN, Reddit, email pribadi, Facebook, sarapan, mulai bekerja, cek Reddit lagi…

Kita  meremehkan korban kognitif yang telah menguasai kita. Rasanya sulit ketika bangun, kemudian membaca doa sebelum tidur dan bangun tidur, ketika justru kita bangun dan tidur dengan kebiasaan yang sama: bangun setengah tidur, mematikan alarm, periksa email, Facebook, Twitter, bangkit dari tempat tidur … Email, Facebook, Twitter, atur alarm, berangkat tidur sambil me-refresh news feed sampai akhirnya kita terlelap…

Berpuasa atau  melakukan detox terhadap media sosial adalah cara yang bagus untuk berhubungan kembali dengan dunia di sekitar Anda. Kita tidak lagi dipenuhi pikiran yang macam-macam (karena saking takutnya kita dengan kesepian, bahkan menempatkan nyawa kita dalam resiko dengan mengetik pesan sambil berkendara hanya untuk mengucap salam ke orang lain). Rangkullah rasa kesepian itu. Bahkan, itu adalah cara yang bagus untuk memperkuat hubungan Anda dengan Allah dengan mengingat-Nya di saat-saat Anda mengalami hal itu (kesepian).

Fokus jiwa kita, juga memainkan peran langsung bagi kesehatan jiwa kita. Waktu kosong yang kita miliki dapat digunakan untuk tadabbur, atau untuk merenungkan hubungan kita dengan Allah, atau bahkan dengan memanjatkan doa kepadaNya.

Ada aspek yang lebih dalam yang berkaitan dengan nafs (jiwa) kita sendiri. Istirahat sejenak dari media sosial adalah cara terbaik untuk menurunkan ego Anda. Internet adalah pengingat bahwa dunia ini akan terus bergerak tanpa Anda. Ini adalah cara yang bagus untuk melakukan introspeksi diri- mengapa saya posting ini? Siapa yang saya targetkan? Harapan apa yang ingin saya capai dari postingan tersebut? Prioritas pribadi, dalam konteks ini, tidak bisa Anda tinjau kembali jika Anda terus-menerus dalam siklus tanpa pikir panjang di media sosial Anda beberapa kali dalam sehari.

Ketakutan terbesar yang banyak dimiliki orang saat ini adalah KUDET alias Kurang Update berita atau kabar terbaru. Oh, jika saya tidak mengecek Facebook, tiba-tiba saya tidak akan tahu apa yang sedang terjadi, ada acara keren apa, siapa yang sudah bertunangan, siapa yang sudah punya anak, siapa yang sedang makan malam di tempat ini-itu, begitu seterusnya. Anda mungkin merasa seperti orang bodoh ketika semua orang sedang membicarakan foto keren minuman syrup Rooh Afza dengan susu dalam plastik kertas yang diposting teman Anda di Instagram, dan hanya Anda satu-satunya yang belum lihat. Itu tidak masalah. Terlewat momen tertentu tidak mengapa. Biarkan hal itu terjadi, dan setelah beberapa saat, Anda akan menyadari bahwa Anda tidak begitu ketinggalan juga.

Ini bukan mengatakan bahwa semua media sosial adalah omong kosong, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan keseimbangan dalam hidup Anda. Jika sebagian besar dalam setahun Anda menuruti kemauan menghabiskan waktu dalam media sosial, maka meninggalkannya untuk sementara merupakan jalan yang sehat.

Cobalah untuk mengganti waktu kosong itu dengan sesuatu yang bermanfaat. Beberapa kenangan terbaik saya tentang masjid di bulan Ramadhan, adalah membuat makanan berbuka dengan teman-teman saya, mengobrol dan bersenang-senang dengan mereka. Bahkan jika Anda tidak mengenal siapa pun, cobalah untuk memulai percakapan dan ciptakan pengalaman sendiri di masjid.

Jangan hanya terpaku di ponsel Anda saat waktu berbuka sedang Anda berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang. (Disadur dari Hidayatullah.com /Artikel ditulis Omar Usman di  fiqhofsocial.media. Penulis adalah anggota pendiri dari MuslimMatters.org dan kolsultan IT. Artikel diterjemahkan Karina Chaffinch)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usaha agar FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI terus dilakukan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Sehari setelah Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan Gagal, Agum menemui utusan FIFA, Thierry Regennas untuk meminta maaf agar Indonesia tak dijatuhi sanksi. “Saya memohon pengertian bahwa Komite Normalisasi sudah bekerja keras, tapi ternyata seperti itu hasilnya. […]

  • Seram, Harimau Kembali Datangi  Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    Seram, Harimau Kembali Datangi Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPA ( Mandailing Online ) Sapi yang sempat tidak habis di makan harimau di Desa Gunung Tua MS, Kecamatan Kota Nopan pada Jum’at 27/7/2023 kemaren, tadi malam diduga harimau itu kembali datangi bangkai sapi yang sengaja tidak di kubur pemilik nya. Alhasil, setengah nya badan bangkai sapi itu telah dilalap. ” warga baru datang […]

  • Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 2)

    Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 2)

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Kawah Gunung Sorik Marapi Tympanum Novem Films, media pemberdayaan sosial yang berbasis Mandailing, pekan lalu mengirimkan tim ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi. Ekspedisi bersama dengan Naposo Nauli Bulung Desa Simaninggir Kecamatan Siabu ini bertujuan untuk membuka tabir kawasan eksotis ini. Berada di ketinggian 2.142 meter dan cuaca dikisaran 16 derajat celcius, daerah ini dapat […]

  • Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

      1.       Jumlah Daftar Pemilih Tetap pada Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 di Kabupaten Mandailing Natal adalah : Laki – laki            : 145.454 Pemilih Perempuan        : 151.717 Pemilih Jumlah                 : 297.171 (Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Seratus Tujuh Puluh Satu Pemilih ) 2.       Jumlah Tempat […]

  • BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kepala Desa Jangan Malas Mendaftarkan Warga Miskin PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di sektor kesehatan, hadiah untuk rakyat pada HUT Mandailing Natal (Madina) ke-14 tahun ini, adalah gratis berobat di RSU untuk keluarga miskin. Kemudian juga ada santunan 1 juta rupiah kepada setiap keluarga yang meninggal dunia. Berobat di RSU secara gratis dituangkan dalam program […]

  • 11 Ranperda Disahkan DPRD Madina

    11 Ranperda Disahkan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mensahkan 11 Rancangan Peraturan Daerah menjadiu Perda pada rapat paripurna, Kamis (31/10/2013). Paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Kahaitamy Daulay SH, dihadiri fraksi-fraksi, Plt.Bupati Dahlan Hasan, sekda, asisten, para kepala SKPD, camat dan undangan lainnya. Ketua Badan Legislasi DPRD Madina, Dodi Martua dalam laporannya […]

expand_less