Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
  • print Cetak

 

Kota Multi Etnis

Oleh : Basyral Hamidi Harahap
Sejarahwan Mandailing

Pusat Kebudayaan

Sejarah tamaddun, peradaban, mencatat bahwa sungai adalah sarana peradaban yang tinggi. Sarana itu dimiliki oleh kota Panyabungan yaitu beberapa sungai: Batang Gadis, Aek Pohon, Aek Mata, dan Aek Rantopuran yang mengaliri areal persawahan yang sangat luas di bagian barat Panyabungan.

Keadaan alam inilah yang menempatkan Panyabungan sebagai pemasok utama bahan pangan di Mandailing Natal, bahkan sampai keluar daerah itu.

Panyabungan menjadi pusat kebudayaan tradisional. Keturunan cikal bakal Nasution, Si Baroar, bukan hanya menjadi raja-raja di sekitar Panyabungan. Mereka juga menjadi raja di Muara Botung di Mandailing Julu (Mandailing Kecil atau Klein Mandailing, kecamatan Kotanopan sebelum pemekaran) dan di Muarasoma, Muara Parlampungan, dan Aek Nangali di wilayah Batang Natal, Lumban Dolok dan Sihepeng di Kecamatan Siabu. Semua raja-raja itu adalah anggota rapat adat yang berpusat di Panyabungan Tonga.

Perlu dicatat, bahwa tidak ada kota lain di Madina selain Panyabungan yang menampilkan berbagai atraksi dan kesenian etnis tradosional pada hari besar nasional, seperti perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi, 17 Agustus setiap tahun.

Semua etnis yang ada di Panyabungan, ialah Mandailing, Natal, Minangkabau, Toba, Tionghoa menyuguhkan pertunjukan yang sangat memikat. Keadaan itu penulis saksikan pada pertengahan tahun 1950-an. Ini merupakan salah satu bukti lagi, betapa masyarakat Panyabungan sangat terbuka dan egaliter.

Sejarah dan Ekonomi

Kota Panyabungan memiliki sejarah yang panjang dan potensi ekonomi yang besar. Panyabungan adalah kota sungguhan, sebagai kota kedua sesudah Padangsidimpuan pada era Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga layak menjadi ibukota Kabupaten.

Beberapa fakta empiris kota Panyabungan ialah: pertama, Panyabungan berada di dataran rendah yang subur dan luas. Kedua, Panyabungan adalah Pusat Wilayah Pembangunan untuk daerah Mandailing. Ketiga, Panyabungan adalah pusat distribusi komoditi pertanian dan pusat pertumbuhan ekonomi. Keempat, Pembantu Bupati Tapanuli Selatan sudah lama ditempatkan di Panyabungan.

Berdasarkan fakta-fakta itu, adalah terlalu naif jika faktor sejarah saja yang diandalkan untuk menetapkan suatu kota menjadi ibukota. Kenaifan itu akan nyata jika kita simak beberapa kota bersejarah di Indonesia, yang tak pernah diperjuangkan untuk menjadi ibukota Republik Indonesia sekarang ini.

Kota-kota itu adalah: Palembang sebagai Ibukota Kerajaan Seriwijaya yang menguasai wilayah Nusantara, Mojokerto sebagai bekas ibukota Kerajaan Majapahit yang juga menguasai Nusantara, Yogyakarta yang menjadi Ibukota Republik Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat, Bukittinggi yang menjadi ibukota pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Bogor sebagai tempat Sekretaris Jenderal pemerintah kolonial Belanda dam memiliki istana yang magah.

Maka dipandang dari segala segi, semua kota- kota bersejarah itu tidak ada yang melebihi kelayakan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.

Begitu juagalah halnya dengan kelayakan Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Selain kota Panyabungan memiliki sejarah keterbukaan yang panjang, juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

Apa Kata Pak Nas ?

  1. A.H. Nasution yang biasa disapa oleh bangsa Indonesia dengan sapaan Pak Nas, mengenal penulis sebagai wartawan yang sering bertemu dengan beliau sejak tahun 1977.

Pada tahun 1987 sebelum penulis berangkat menghadiri Mesyuarat Agung IMAN di Selangor, Malaysia, penulis meminta informasi tentang beberapa saudara sepupunya yang menjadi tokoh nasional dalam sejarah Malaysia modern. Mereka adalah: Abdurrahman Rahim yang tiada lain adalah Kamaluddin Nasution, tokoh pergerakan politik dan wartawan Malaysia dan Laksamana Zein Salleh mantan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia, dan lain-lain.

Pada kesempatan lain pada tahun 1987 pak Nas berbicara tentang buku yang penulis susun berjudul Orientasi Nilai Budaya Batak: Suatu Pandekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola Mandailing yang peluncurannya dihadiri Pak Nas di Hotel Indonesia.

Pada tahun 1990 ketika memperkenalkan dan diskusi dengan Ulrike Frings, kandidat doktor dari Universitas Hamburg tentang LSM di Indonesia.

Pada tahun 1994 menyerahkan foto-foto keluarga Pak Nas yang penulis buat di Huta Pungkut. Ketika itu Pak Nas mengomentari salah seorang kerabatnya di foto itu, yang intinya adalah bahwa Pak Nas tidak biasa memberi rekomendasi-rekomendasi.

Pada bulan April 1995 ketika meminta kesedian Pak Nas untuk menulis kata pengantar buku Resulusi Nuddin Lubis Tonggak Sejarah Orde Baru, 400 halaman, siap cetak. Penulis menyusun buku tersebut selama satu tahun. Pak Nas meminta penulis agar membuat sendiri kata pengantar itu dan Pak Nas tinggal menandatanganinya.

Desember 1996 bersama Ahmad Tamimi Siregar dari Kementrian Pelancungan Malaysia dan Baharom Nasution, tokoh IMAN dari Kuala Lumpur, dan beberapa orang lainnya, berbicara tentang kemungkinan pembuatan film cerita Antara Mandailing dan Kuala Lumpur.

Pada bulan Juli 1997 penulis menyunting pidato Pak Nas yang disampaikan pada Sarasehan Masyarakat Mandailing di Hotel Kemang, dimuat dalam buku Derap Langkah Mandailing Natal. Pak Nas mengatakan bahwa Panyabungan memiliki keunggulan sebagai pusat pengembangan dan ekonomi.

Seluruh pembicaraan dengan pak Nas sama sekali tidak memberi kesan, bahwa Pak Nas berfikiran seperti yang tercantum dalam surat yang ditandatanganinya tanggal 7 Januari 1997 tersebut diatas. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Suara alat berat itu meraung raung setiap malam di dusun batu marsaong, desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Alat berat yang beroperasi mengeruk sedimen sekitar aliran sungai batang natal itu untuk mangambil material pasiran mengandung emas. ” itu milik inisial L dan F. Mereka sudah beroperasi lama tanpa […]

  • Warga dan Polisi Grebek Rumah Terduga Sarang Narkoba di Parbangunan

    Warga dan Polisi Grebek Rumah Terduga Sarang Narkoba di Parbangunan

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar
  • Urus Paspor di UKK Imigrasi Mompang, Bupati Sukhairi: Pelayanannya Baik

    Urus Paspor di UKK Imigrasi Mompang, Bupati Sukhairi: Pelayanannya Baik

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menilai pelayanan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga di Desa Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Sumut, baik. Bupati Sukhairi menyampaikan hal tersebut usai mengurus paspor bersama keluarganya, Senin (16/1). “Dari pantauan kami pelayanannya baik,” katanya. Atas pelayanan […]

  • Meriahkan HUT RI, Kecamatan Tambangan Gelar Berbagai Perlombaan

    Meriahkan HUT RI, Kecamatan Tambangan Gelar Berbagai Perlombaan

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN( Mandailing Online)- Meriahkan perayaan HUT ke 78 RI, Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gelar berbagai kegiatan perlombaan antar desa yang digelar di Lapangan SMP I Tambangan. Kamis (17/8/2023). Perlombaan yang digelar pihak Kecamatan tahun ini mulai dari kegiatan sosial naposo nauli bulung, maraton, lomba kesenian daerah, festival anak anak, panjat pinang, olah vocal, […]

  • Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempa bumi kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Sabtu (6/5/2017). Berdasar laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa tersebut berkekuatan 4,6 scala richter. Titik gempa berada sekitar 21 Km Tenggara Mandailing Natal. Gempa yang terjadi pukul  17.21 WIB itu berada di titik kedalaman 10 kilo meter. BMKG  dalam […]

  • Titik Panas di Masjid Al – Muhajirin Desa Parbangunan Tidak Terkait Dengan  Aktifitas Gunung Sorik Marapi

    Titik Panas di Masjid Al – Muhajirin Desa Parbangunan Tidak Terkait Dengan Aktifitas Gunung Sorik Marapi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Titik panas yang muncul di Masjid Al Muhajirin, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, tidak terkait dengan peningkatan status Gunung Sorik Marapi. Jarak antara masjid dan gunung api sekitar 13 km, sehingga kemungkinan besar penyebabnya adalah kebocoran instalasi listrik. “Penyebabnya bisa bermacam macam, salah satunya setelah aliran listrik dipadamkan, suhu sempat mengalami penurunan,” […]

expand_less