Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
  • print Cetak

 

Kota Multi Etnis

Oleh : Basyral Hamidi Harahap
Sejarahwan Mandailing

Pusat Kebudayaan

Sejarah tamaddun, peradaban, mencatat bahwa sungai adalah sarana peradaban yang tinggi. Sarana itu dimiliki oleh kota Panyabungan yaitu beberapa sungai: Batang Gadis, Aek Pohon, Aek Mata, dan Aek Rantopuran yang mengaliri areal persawahan yang sangat luas di bagian barat Panyabungan.

Keadaan alam inilah yang menempatkan Panyabungan sebagai pemasok utama bahan pangan di Mandailing Natal, bahkan sampai keluar daerah itu.

Panyabungan menjadi pusat kebudayaan tradisional. Keturunan cikal bakal Nasution, Si Baroar, bukan hanya menjadi raja-raja di sekitar Panyabungan. Mereka juga menjadi raja di Muara Botung di Mandailing Julu (Mandailing Kecil atau Klein Mandailing, kecamatan Kotanopan sebelum pemekaran) dan di Muarasoma, Muara Parlampungan, dan Aek Nangali di wilayah Batang Natal, Lumban Dolok dan Sihepeng di Kecamatan Siabu. Semua raja-raja itu adalah anggota rapat adat yang berpusat di Panyabungan Tonga.

Perlu dicatat, bahwa tidak ada kota lain di Madina selain Panyabungan yang menampilkan berbagai atraksi dan kesenian etnis tradosional pada hari besar nasional, seperti perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi, 17 Agustus setiap tahun.

Semua etnis yang ada di Panyabungan, ialah Mandailing, Natal, Minangkabau, Toba, Tionghoa menyuguhkan pertunjukan yang sangat memikat. Keadaan itu penulis saksikan pada pertengahan tahun 1950-an. Ini merupakan salah satu bukti lagi, betapa masyarakat Panyabungan sangat terbuka dan egaliter.

Sejarah dan Ekonomi

Kota Panyabungan memiliki sejarah yang panjang dan potensi ekonomi yang besar. Panyabungan adalah kota sungguhan, sebagai kota kedua sesudah Padangsidimpuan pada era Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga layak menjadi ibukota Kabupaten.

Beberapa fakta empiris kota Panyabungan ialah: pertama, Panyabungan berada di dataran rendah yang subur dan luas. Kedua, Panyabungan adalah Pusat Wilayah Pembangunan untuk daerah Mandailing. Ketiga, Panyabungan adalah pusat distribusi komoditi pertanian dan pusat pertumbuhan ekonomi. Keempat, Pembantu Bupati Tapanuli Selatan sudah lama ditempatkan di Panyabungan.

Berdasarkan fakta-fakta itu, adalah terlalu naif jika faktor sejarah saja yang diandalkan untuk menetapkan suatu kota menjadi ibukota. Kenaifan itu akan nyata jika kita simak beberapa kota bersejarah di Indonesia, yang tak pernah diperjuangkan untuk menjadi ibukota Republik Indonesia sekarang ini.

Kota-kota itu adalah: Palembang sebagai Ibukota Kerajaan Seriwijaya yang menguasai wilayah Nusantara, Mojokerto sebagai bekas ibukota Kerajaan Majapahit yang juga menguasai Nusantara, Yogyakarta yang menjadi Ibukota Republik Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat, Bukittinggi yang menjadi ibukota pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Bogor sebagai tempat Sekretaris Jenderal pemerintah kolonial Belanda dam memiliki istana yang magah.

Maka dipandang dari segala segi, semua kota- kota bersejarah itu tidak ada yang melebihi kelayakan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.

Begitu juagalah halnya dengan kelayakan Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Selain kota Panyabungan memiliki sejarah keterbukaan yang panjang, juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

Apa Kata Pak Nas ?

  1. A.H. Nasution yang biasa disapa oleh bangsa Indonesia dengan sapaan Pak Nas, mengenal penulis sebagai wartawan yang sering bertemu dengan beliau sejak tahun 1977.

Pada tahun 1987 sebelum penulis berangkat menghadiri Mesyuarat Agung IMAN di Selangor, Malaysia, penulis meminta informasi tentang beberapa saudara sepupunya yang menjadi tokoh nasional dalam sejarah Malaysia modern. Mereka adalah: Abdurrahman Rahim yang tiada lain adalah Kamaluddin Nasution, tokoh pergerakan politik dan wartawan Malaysia dan Laksamana Zein Salleh mantan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia, dan lain-lain.

Pada kesempatan lain pada tahun 1987 pak Nas berbicara tentang buku yang penulis susun berjudul Orientasi Nilai Budaya Batak: Suatu Pandekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola Mandailing yang peluncurannya dihadiri Pak Nas di Hotel Indonesia.

Pada tahun 1990 ketika memperkenalkan dan diskusi dengan Ulrike Frings, kandidat doktor dari Universitas Hamburg tentang LSM di Indonesia.

Pada tahun 1994 menyerahkan foto-foto keluarga Pak Nas yang penulis buat di Huta Pungkut. Ketika itu Pak Nas mengomentari salah seorang kerabatnya di foto itu, yang intinya adalah bahwa Pak Nas tidak biasa memberi rekomendasi-rekomendasi.

Pada bulan April 1995 ketika meminta kesedian Pak Nas untuk menulis kata pengantar buku Resulusi Nuddin Lubis Tonggak Sejarah Orde Baru, 400 halaman, siap cetak. Penulis menyusun buku tersebut selama satu tahun. Pak Nas meminta penulis agar membuat sendiri kata pengantar itu dan Pak Nas tinggal menandatanganinya.

Desember 1996 bersama Ahmad Tamimi Siregar dari Kementrian Pelancungan Malaysia dan Baharom Nasution, tokoh IMAN dari Kuala Lumpur, dan beberapa orang lainnya, berbicara tentang kemungkinan pembuatan film cerita Antara Mandailing dan Kuala Lumpur.

Pada bulan Juli 1997 penulis menyunting pidato Pak Nas yang disampaikan pada Sarasehan Masyarakat Mandailing di Hotel Kemang, dimuat dalam buku Derap Langkah Mandailing Natal. Pak Nas mengatakan bahwa Panyabungan memiliki keunggulan sebagai pusat pengembangan dan ekonomi.

Seluruh pembicaraan dengan pak Nas sama sekali tidak memberi kesan, bahwa Pak Nas berfikiran seperti yang tercantum dalam surat yang ditandatanganinya tanggal 7 Januari 1997 tersebut diatas. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad Madina Yang Menyatukan

    Milad Madina Yang Menyatukan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang paripurna DPRD Madina memperingati ulang tahun (milad) Kabupaten Mandailing Natal ke-15 kali ini merupakan perhelatan yang penuh makna. Milad ini ini dapat dikatakan sebagai salah satu momen menyatunya semua pihak dalam satu titik yang sangat berarti bagi dinamika Madina ke depan. Betapa tidak, kehadiran salah satu tokoh penting penggagas pembentukan Kabupaten Mandailing Natal hadir […]

  • Huraba Masih Miliki Cadangan Lahan Tidur

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal memiliki lahan persawahan seluas lebih kurang 659 hektar. Dan luas ini menjadikan desa itu sebagai pemilik hamparan persawahan di kecamatan itu. Di sisi lain, cadangan lahan tidur yang sangat cocok untuk percetakan sawah baru masih terhampar luas dalam bentuk semi rawa yang tergenang akibat […]

  • Kejati Sumut Sution Usman Dimutasi

    Kejati Sumut Sution Usman Dimutasi

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut di bawah komando Sution Usman Adji sebentar lagi berakhir. Kejagung menempatkan Sution di posisi baru, yakni Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan (Sesdandiklat) Kejagung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad menyatakan, surat keputusan (SK) mutasi Sution sudah turun sejak 30 Maret lalu. Sebagai Kajati Sumut yang baru, Kejagung […]

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • Ungsikan Rumah Penduduk

    Ungsikan Rumah Penduduk

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah penduduk Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal memindahkan salah satu rumah penduduk yang diancam arus Sungai Rantopuran saat meluap pada Sabtu malam (3/11) lalu. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal, 1 unit surau hanyut, 4 rumah rusak berat karena harus dipindahkan. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 21 Jiwa. (foto: mandailing pos/dahlan […]

  • Rumah  Dibongkar Maling, 1 Sepeda Motor Raib

    Rumah Dibongkar Maling, 1 Sepeda Motor Raib

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Warga Panyabungan Mandailing Natal harap waspada, sebab maling sepeda motor tak lagi beraksi di luaran, tetapi sudah berani masuk rumah. Rumah milik  Sopian Lubis, di Jalan Bermula, Gang Duku, Kelurahan Panyabungan II, Panyabungan dibongkar maling, satu unit sepeda motor dibawa pelaku. Keterangan Sopian kepada Mandailing Online, Minggu (31/4)  sepeda motor […]

expand_less