Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
  • print Cetak

 

Kota Multi Etnis

Oleh : Basyral Hamidi Harahap
Sejarahwan Mandailing

Pusat Kebudayaan

Sejarah tamaddun, peradaban, mencatat bahwa sungai adalah sarana peradaban yang tinggi. Sarana itu dimiliki oleh kota Panyabungan yaitu beberapa sungai: Batang Gadis, Aek Pohon, Aek Mata, dan Aek Rantopuran yang mengaliri areal persawahan yang sangat luas di bagian barat Panyabungan.

Keadaan alam inilah yang menempatkan Panyabungan sebagai pemasok utama bahan pangan di Mandailing Natal, bahkan sampai keluar daerah itu.

Panyabungan menjadi pusat kebudayaan tradisional. Keturunan cikal bakal Nasution, Si Baroar, bukan hanya menjadi raja-raja di sekitar Panyabungan. Mereka juga menjadi raja di Muara Botung di Mandailing Julu (Mandailing Kecil atau Klein Mandailing, kecamatan Kotanopan sebelum pemekaran) dan di Muarasoma, Muara Parlampungan, dan Aek Nangali di wilayah Batang Natal, Lumban Dolok dan Sihepeng di Kecamatan Siabu. Semua raja-raja itu adalah anggota rapat adat yang berpusat di Panyabungan Tonga.

Perlu dicatat, bahwa tidak ada kota lain di Madina selain Panyabungan yang menampilkan berbagai atraksi dan kesenian etnis tradosional pada hari besar nasional, seperti perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi, 17 Agustus setiap tahun.

Semua etnis yang ada di Panyabungan, ialah Mandailing, Natal, Minangkabau, Toba, Tionghoa menyuguhkan pertunjukan yang sangat memikat. Keadaan itu penulis saksikan pada pertengahan tahun 1950-an. Ini merupakan salah satu bukti lagi, betapa masyarakat Panyabungan sangat terbuka dan egaliter.

Sejarah dan Ekonomi

Kota Panyabungan memiliki sejarah yang panjang dan potensi ekonomi yang besar. Panyabungan adalah kota sungguhan, sebagai kota kedua sesudah Padangsidimpuan pada era Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga layak menjadi ibukota Kabupaten.

Beberapa fakta empiris kota Panyabungan ialah: pertama, Panyabungan berada di dataran rendah yang subur dan luas. Kedua, Panyabungan adalah Pusat Wilayah Pembangunan untuk daerah Mandailing. Ketiga, Panyabungan adalah pusat distribusi komoditi pertanian dan pusat pertumbuhan ekonomi. Keempat, Pembantu Bupati Tapanuli Selatan sudah lama ditempatkan di Panyabungan.

Berdasarkan fakta-fakta itu, adalah terlalu naif jika faktor sejarah saja yang diandalkan untuk menetapkan suatu kota menjadi ibukota. Kenaifan itu akan nyata jika kita simak beberapa kota bersejarah di Indonesia, yang tak pernah diperjuangkan untuk menjadi ibukota Republik Indonesia sekarang ini.

Kota-kota itu adalah: Palembang sebagai Ibukota Kerajaan Seriwijaya yang menguasai wilayah Nusantara, Mojokerto sebagai bekas ibukota Kerajaan Majapahit yang juga menguasai Nusantara, Yogyakarta yang menjadi Ibukota Republik Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat, Bukittinggi yang menjadi ibukota pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Bogor sebagai tempat Sekretaris Jenderal pemerintah kolonial Belanda dam memiliki istana yang magah.

Maka dipandang dari segala segi, semua kota- kota bersejarah itu tidak ada yang melebihi kelayakan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.

Begitu juagalah halnya dengan kelayakan Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Selain kota Panyabungan memiliki sejarah keterbukaan yang panjang, juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

Apa Kata Pak Nas ?

  1. A.H. Nasution yang biasa disapa oleh bangsa Indonesia dengan sapaan Pak Nas, mengenal penulis sebagai wartawan yang sering bertemu dengan beliau sejak tahun 1977.

Pada tahun 1987 sebelum penulis berangkat menghadiri Mesyuarat Agung IMAN di Selangor, Malaysia, penulis meminta informasi tentang beberapa saudara sepupunya yang menjadi tokoh nasional dalam sejarah Malaysia modern. Mereka adalah: Abdurrahman Rahim yang tiada lain adalah Kamaluddin Nasution, tokoh pergerakan politik dan wartawan Malaysia dan Laksamana Zein Salleh mantan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia, dan lain-lain.

Pada kesempatan lain pada tahun 1987 pak Nas berbicara tentang buku yang penulis susun berjudul Orientasi Nilai Budaya Batak: Suatu Pandekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola Mandailing yang peluncurannya dihadiri Pak Nas di Hotel Indonesia.

Pada tahun 1990 ketika memperkenalkan dan diskusi dengan Ulrike Frings, kandidat doktor dari Universitas Hamburg tentang LSM di Indonesia.

Pada tahun 1994 menyerahkan foto-foto keluarga Pak Nas yang penulis buat di Huta Pungkut. Ketika itu Pak Nas mengomentari salah seorang kerabatnya di foto itu, yang intinya adalah bahwa Pak Nas tidak biasa memberi rekomendasi-rekomendasi.

Pada bulan April 1995 ketika meminta kesedian Pak Nas untuk menulis kata pengantar buku Resulusi Nuddin Lubis Tonggak Sejarah Orde Baru, 400 halaman, siap cetak. Penulis menyusun buku tersebut selama satu tahun. Pak Nas meminta penulis agar membuat sendiri kata pengantar itu dan Pak Nas tinggal menandatanganinya.

Desember 1996 bersama Ahmad Tamimi Siregar dari Kementrian Pelancungan Malaysia dan Baharom Nasution, tokoh IMAN dari Kuala Lumpur, dan beberapa orang lainnya, berbicara tentang kemungkinan pembuatan film cerita Antara Mandailing dan Kuala Lumpur.

Pada bulan Juli 1997 penulis menyunting pidato Pak Nas yang disampaikan pada Sarasehan Masyarakat Mandailing di Hotel Kemang, dimuat dalam buku Derap Langkah Mandailing Natal. Pak Nas mengatakan bahwa Panyabungan memiliki keunggulan sebagai pusat pengembangan dan ekonomi.

Seluruh pembicaraan dengan pak Nas sama sekali tidak memberi kesan, bahwa Pak Nas berfikiran seperti yang tercantum dalam surat yang ditandatanganinya tanggal 7 Januari 1997 tersebut diatas. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Fungsi ETLE

    Menakar Fungsi ETLE

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi, Medan Viral! Ungkapan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo memadati trending topik Twitter (25/3). Ia mengapresiasi Korlantas Polri yang berkomitmen penuh mewujudkan program 100 hari Kapolri dengan menargetkan sistem tilang elektronik dan diterapkan secara nasional (23/3). Terobosan baru yang dicanangkan pemerintah  ini nampaknya perlu dikaji ulang. Jika menakar tujuan program ETLE […]

  • Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) mendesak pihak eksekutif dan DPRD Madina melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Itu dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Madina, As Imran Khaitamy Daulay, SH kepada wartawan, Senin (27/10) terkait jabatan wakil bupati Madina yang lowong pasca dilantiknya Dahlan Hasan Nasution menjadi bupati depenitif […]

  • Pemkab Madina Diharapkan Proaktif Kembangkan E-Government

    Pemkab Madina Diharapkan Proaktif Kembangkan E-Government

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diharapkan lebih proaktif mengembangkan E-government di lingkungan pemerintah daerah. Harapan itu terkait adanya rencana pembentukan Dinas Kominfo sebagai bagian dari Suorta yang baru, sehingga kinerja Dinas Kominfo nantinya akan bisa lebih maksimal. Demikian disampaikan praktisi IT di Mandailing Natal, Muhammad Rizki Lubis kepada Mandailing Online, Jum’at […]

  • Festival Gordang Sambilan, MAN 1 Panyabungan Juara 1

    Festival Gordang Sambilan, MAN 1 Panyabungan Juara 1

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – MAN 1 Panyabungan meraih Juara I di Festival Gordang Sambilan. Festival yang berlangsung dari 28 hingga 29 November 2019 di Panyabungan, Mandailing Natal itu diikuti Madrasah Aliah se Sumut. Group Gordang Sambilan MAN 1 Panyabungan yang dikomandoi Maulana Ari Sahputra Lubis, merasa terharu dan gembira ketika menerima trofy tersebut. […]

  • Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Terkait proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 baru beberapa bulan seleai nanun sudah retak di bagian bahu jalan beton tanpa tulangan. Komisi III DPRD Madina akan melakukan kunjungan lapangan. Hal ini diungkapkan Teguh W Hasahatan selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina didampingi anggota Komisi  […]

  • Harga Minyak Tanah Capai Rp 7.000/Liter Seluruh Kades di Panyabungan Timur Ajukan Keberatan

    Harga Minyak Tanah Capai Rp 7.000/Liter Seluruh Kades di Panyabungan Timur Ajukan Keberatan

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Melambung tingginya harga minyak tanah (mitan) di tingkat pedagang pengecer di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan dirasakan telah snagat membebani masyarakat, direspon para kepala desa (kades) di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Pada Selasa (16/8) lalu, seluruh Kades se-Panyabungan Timur mengajukan keberatan kepada Pemkab Madina c/q Bagian Perekonomian, atas tingginya harga mitan. Para Kades ini […]

expand_less