Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Panyabungan Ibu Kota Kabupaten (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
  • print Cetak

 

Kota Multi Etnis

Oleh : Basyral Hamidi Harahap
Sejarahwan Mandailing

Pusat Kebudayaan

Sejarah tamaddun, peradaban, mencatat bahwa sungai adalah sarana peradaban yang tinggi. Sarana itu dimiliki oleh kota Panyabungan yaitu beberapa sungai: Batang Gadis, Aek Pohon, Aek Mata, dan Aek Rantopuran yang mengaliri areal persawahan yang sangat luas di bagian barat Panyabungan.

Keadaan alam inilah yang menempatkan Panyabungan sebagai pemasok utama bahan pangan di Mandailing Natal, bahkan sampai keluar daerah itu.

Panyabungan menjadi pusat kebudayaan tradisional. Keturunan cikal bakal Nasution, Si Baroar, bukan hanya menjadi raja-raja di sekitar Panyabungan. Mereka juga menjadi raja di Muara Botung di Mandailing Julu (Mandailing Kecil atau Klein Mandailing, kecamatan Kotanopan sebelum pemekaran) dan di Muarasoma, Muara Parlampungan, dan Aek Nangali di wilayah Batang Natal, Lumban Dolok dan Sihepeng di Kecamatan Siabu. Semua raja-raja itu adalah anggota rapat adat yang berpusat di Panyabungan Tonga.

Perlu dicatat, bahwa tidak ada kota lain di Madina selain Panyabungan yang menampilkan berbagai atraksi dan kesenian etnis tradosional pada hari besar nasional, seperti perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi, 17 Agustus setiap tahun.

Semua etnis yang ada di Panyabungan, ialah Mandailing, Natal, Minangkabau, Toba, Tionghoa menyuguhkan pertunjukan yang sangat memikat. Keadaan itu penulis saksikan pada pertengahan tahun 1950-an. Ini merupakan salah satu bukti lagi, betapa masyarakat Panyabungan sangat terbuka dan egaliter.

Sejarah dan Ekonomi

Kota Panyabungan memiliki sejarah yang panjang dan potensi ekonomi yang besar. Panyabungan adalah kota sungguhan, sebagai kota kedua sesudah Padangsidimpuan pada era Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga layak menjadi ibukota Kabupaten.

Beberapa fakta empiris kota Panyabungan ialah: pertama, Panyabungan berada di dataran rendah yang subur dan luas. Kedua, Panyabungan adalah Pusat Wilayah Pembangunan untuk daerah Mandailing. Ketiga, Panyabungan adalah pusat distribusi komoditi pertanian dan pusat pertumbuhan ekonomi. Keempat, Pembantu Bupati Tapanuli Selatan sudah lama ditempatkan di Panyabungan.

Berdasarkan fakta-fakta itu, adalah terlalu naif jika faktor sejarah saja yang diandalkan untuk menetapkan suatu kota menjadi ibukota. Kenaifan itu akan nyata jika kita simak beberapa kota bersejarah di Indonesia, yang tak pernah diperjuangkan untuk menjadi ibukota Republik Indonesia sekarang ini.

Kota-kota itu adalah: Palembang sebagai Ibukota Kerajaan Seriwijaya yang menguasai wilayah Nusantara, Mojokerto sebagai bekas ibukota Kerajaan Majapahit yang juga menguasai Nusantara, Yogyakarta yang menjadi Ibukota Republik Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat, Bukittinggi yang menjadi ibukota pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Bogor sebagai tempat Sekretaris Jenderal pemerintah kolonial Belanda dam memiliki istana yang magah.

Maka dipandang dari segala segi, semua kota- kota bersejarah itu tidak ada yang melebihi kelayakan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.

Begitu juagalah halnya dengan kelayakan Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Selain kota Panyabungan memiliki sejarah keterbukaan yang panjang, juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

Apa Kata Pak Nas ?

  1. A.H. Nasution yang biasa disapa oleh bangsa Indonesia dengan sapaan Pak Nas, mengenal penulis sebagai wartawan yang sering bertemu dengan beliau sejak tahun 1977.

Pada tahun 1987 sebelum penulis berangkat menghadiri Mesyuarat Agung IMAN di Selangor, Malaysia, penulis meminta informasi tentang beberapa saudara sepupunya yang menjadi tokoh nasional dalam sejarah Malaysia modern. Mereka adalah: Abdurrahman Rahim yang tiada lain adalah Kamaluddin Nasution, tokoh pergerakan politik dan wartawan Malaysia dan Laksamana Zein Salleh mantan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia, dan lain-lain.

Pada kesempatan lain pada tahun 1987 pak Nas berbicara tentang buku yang penulis susun berjudul Orientasi Nilai Budaya Batak: Suatu Pandekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola Mandailing yang peluncurannya dihadiri Pak Nas di Hotel Indonesia.

Pada tahun 1990 ketika memperkenalkan dan diskusi dengan Ulrike Frings, kandidat doktor dari Universitas Hamburg tentang LSM di Indonesia.

Pada tahun 1994 menyerahkan foto-foto keluarga Pak Nas yang penulis buat di Huta Pungkut. Ketika itu Pak Nas mengomentari salah seorang kerabatnya di foto itu, yang intinya adalah bahwa Pak Nas tidak biasa memberi rekomendasi-rekomendasi.

Pada bulan April 1995 ketika meminta kesedian Pak Nas untuk menulis kata pengantar buku Resulusi Nuddin Lubis Tonggak Sejarah Orde Baru, 400 halaman, siap cetak. Penulis menyusun buku tersebut selama satu tahun. Pak Nas meminta penulis agar membuat sendiri kata pengantar itu dan Pak Nas tinggal menandatanganinya.

Desember 1996 bersama Ahmad Tamimi Siregar dari Kementrian Pelancungan Malaysia dan Baharom Nasution, tokoh IMAN dari Kuala Lumpur, dan beberapa orang lainnya, berbicara tentang kemungkinan pembuatan film cerita Antara Mandailing dan Kuala Lumpur.

Pada bulan Juli 1997 penulis menyunting pidato Pak Nas yang disampaikan pada Sarasehan Masyarakat Mandailing di Hotel Kemang, dimuat dalam buku Derap Langkah Mandailing Natal. Pak Nas mengatakan bahwa Panyabungan memiliki keunggulan sebagai pusat pengembangan dan ekonomi.

Seluruh pembicaraan dengan pak Nas sama sekali tidak memberi kesan, bahwa Pak Nas berfikiran seperti yang tercantum dalam surat yang ditandatanganinya tanggal 7 Januari 1997 tersebut diatas. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Teras Brilink di Polres Madina Dinilai Lamban

    Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Teras Brilink di Polres Madina Dinilai Lamban

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan penipuan yang merugikan jasa transfer Teras Brilink yang yang diadukan korban Syawaluddin ke Polres Mandailing Natal (Madina) hingga kini belum diketahui progresnya. “Belum ada konfirmasi dari Polres Madina sampai sekarang atas laporan saya,” kata Syawaluddin, warga Panyabungan, Rabu (2/4/2025), di Panyabungan. Kasus itu diadukan Syawaluddin ke Polres Madina tanggal […]

  • Mahasiswa Kompak Desak Kejatisu Panggil Bupati Madina

    Mahasiswa Kompak Desak Kejatisu Panggil Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Aksi demo terkait kasus Taman Raja Batu di Kejatisu, Kamis kemarin (8/8/2019) ternyata ada dua gelombang. Gelombang pertama demo dari mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabsegel) pagi hari. (baca : Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Didesak Selidiki Bupati Madina ) Sedangkan demo kedua berasal dari […]

  • Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (11/7). Rakor SPBE diikuti langsung Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Sekda Madina Gozali Pulungan, Asisten I Alamulhaq, Asisten II Erman Gafar, Asisten III […]

  • Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara dengan langkah Kepolisian Sektor Gambir yang mengikat salah seorang oknum anggotanya di tiang bendra karena diduga mengonsumsi narkoba. Hukuman tersebut dinilai sangat tidak tepat. Bahkan berpotensi melanggar aturan perundang-undangan yang ada. “Menurut saya kurang pas kalau anggota harus diikat. Sebaiknya serahkan provost biar diperiksa,” ujar Komisioner Kompolnas […]

  • Amrun Daulay Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

    Amrun Daulay Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amrun Daulay menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mantan Sekdaprov Sumut ini didakwa bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Kementerian Sosial rentang waktu tahun 2004-2006. Seperti dilansir detik.com, pembacaan dakwaan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan […]

  • Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal Jadi Tersangka Penganiayaan Anak, Kabar Damai Terendus

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Polres Mandailing Natal ( Madina) menetapkan Kepala Desa Tegal Sari Rizal Efendi dan Sekretaris Desa Imam Syahputra jadi tersangka dikasus penganiayaan anak dibawah umur yang video nya viral. Kepala Desa dan Sekdes ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polres Madina pada senin 24/6 kemaren. Status tersangka ke dua aparat […]

expand_less