Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mahasiswa Kompak Desak Kejatisu Panggil Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
  • print Cetak

Peserta membentangkan poster dalam aksi demo mahasiswa dari organisasi Kompak Madina di depan gedung Kejatisu, Kamis (8/8/2019) menuntut Kejatisu agar memperluas jumlah tersangka kasus pembangunan Taman Raja Batu.

 

MEDAN (Mandailing Online) – Aksi demo terkait kasus Taman Raja Batu di Kejatisu, Kamis kemarin (8/8/2019) ternyata ada dua gelombang.

Gelombang pertama demo dari mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabsegel) pagi hari. (baca : Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Didesak Selidiki Bupati Madina )

Sedangkan demo kedua berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Koalesi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal (Kompak Madina).

Aksi demo Kompak Madina dengan jumlah massa sekitar 40 orang itu berlangsung sekitar pukul 11.30 di depan gedung Kajaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Mereka membawa berbagai poster yang umumnya bertulis desakan kepada Kejatisu agar jangan hanya menetapkan pejabat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarukim) Madina saja, tetapi juga menetapkan tersangka kepada para pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Madina dan Dinas Pemuda Olahraga Madina dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina) .

Dalam orasi di aksi demo itu, pengunjukrasa membacakan surat pernyataan sikap yang ditandatangani Kordinator Aksi, Taufik Pulungan dan Kordinator Lapangan, Khairil Iman Nasution.

Dalam pernyataan sikap itu disebutkan bahwa Kompak Madina dalam menyikapi proses hukum dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah perlu dipertanyakan kembali tentang objetifitas hukumnya, karena jika proses pembangunan kedua taman tersebut mengandung unsur perbuatan melanggar hukum mengapa hanya sebagian orang saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal menurut Kompak Madina, yang terlibat dalam pembangunan kedua taman tersebut ada beberapa instansi. Bahkan bupati Madina juga diduga kuat aktor intlektual pembangunan kedua taman itu.

Oleh karena itu, Kompak Madina mengeluarkan 3 poin desakan kepada Kejatisu di dalam surat pernyataannya.

Pertama : Mendesak Kejatisu agar segera memanggil bupati Madina.

Kedua : Kejatisu agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pekarjaan Umum Madina.

Ketiga : Kejatisu agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pemuda Olahraga Madina.

Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian yang menerima aspirasi pengunjukrasa menyatakan akan melanjutkan aspirasi mahasiswa di Kejatisu.

Kasus pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah di Madina mencuat sejak 2018 lalu setelah adanya pengaduan masyarakat ke Kejatisu.

Dalam berbagai ekspos, Kejatisu mengungkap : dari sekitar 8 milyar dana APBD Madina TA 2016 dan 2017 untuk pembangunan berbagai fasislitas di Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri, terdapat dugaan kerugian negara sekitar 4,7 milyar.

Pihak Kejatisu sendiri sejauh ini telah menetapkan sekaligus menahan 3 pejabat Dinas Perkim Madina serta menyatakan bahwa pihaknya juga akan menangani dugaan keterlibatan Dinas PU Madina dan Dispora Madina.

Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dalam beberapa kesempatan diwawancarai wartawan, menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri.

Saya enggak ada pernah korupsi, kok… Jangankan beratus juta, serupiah pun saya tidak ada korupsi di Madina. Kalau ada dapat kalian saya korupsi, saya berhenti, seratus ribu saja. Udah ya…” kata bupati Madina Dahlan memutus percakapan yang dilansir Kompas.com edisi Kamis (11/7/2019).

Di Malintang Pos Online edisi 27 Januari 2018, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution juga membantah ada korupsi di pembanguan Taman Raja Batu.

“ Mencermati pemberitaan dibeberapa Media dan juga di Media Sosial saya selaku Bupati Mandailing Natal dengan ini menyatakan bahwa tidak ada perbuatan korupsi baik di Tapian Siri-Siri Syariah maupun di Taman Raja Batu,” ujar Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution Jumat sore(26-1) diruang kerjanya kepada Malintang Pos yang mempertanyakan persoalan Pembangunan Taman Raju Batu dan Tapian Siri-siri.

 

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Bimtek PKK Dipaksakan, Kades Ngutang ke Rentenir

    Jadwal Bimtek PKK Dipaksakan, Kades Ngutang ke Rentenir

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – LSM JPKP menemukan keluhan sejumlah kepala desa di Mandailing Natal terkait jadwal Bimtek TP PKK Desa dibiayai Dana Desa. Penetapan waktu pelaksanaan pertengahan Maret 2021 terkesan dipaksakan karena Dana Desa belum cair. Ketua LSM Jaringan Pendamping Kebijakan Anggaran (JPKP), Henri Husein Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (16/3/2021) menyatakan. Temuan JPKP itu […]

  • Anggota DPRD Sumut Ti Aisah Ritonga Reses Ke Madina

    Anggota DPRD Sumut Ti Aisah Ritonga Reses Ke Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO- Anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Partai Demokrat Ti Aisah Ritonga SE reses ke Madina berpusat di Aula Kantor Camat Siabu, Rabu (8/2). Persoalan infrastruktur jalan menjadi bahan aspirasi dari warga kepada Ti Aisah. Selain itu, tapal batas antara Kabupaten Mandailing Natal dengan Tapanuli Selatan juga menjadi bahasan. “Tapal batas antara ini sudah […]

  • BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Pola Bahasan Subtansi dalam Pro-Kontra)   Catatan ringkas: M. Daud Batubara   Tertangkaptangannya seorang kepala daerah di Sumut oleh lembaga anti rasuah, telah menambah keterpurukan kondisi Provinsi Sumut bahkan Indonesia dalam hal catatan korupsi. Fenomena ini telah menjadi prokontra oleh para pegiat informasi. Namun tulisan ini bukan membahas tentang tertangkaptangannya beliau, hanya saja pilihan thema […]

  • Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    Ini Resep dari Putra Habibie untuk Memajukan Negeri

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JOGJA – Kemiskinan menjadi faktor yang harus dituntaskan oleh pemerintah demi menciptakan negara maju yang se-jahtera. Pernyataan ini dilontarkan Ilham Akbar Habibie, putera Presiden RI keempat BJ Habibie, dalam Seminar Nasional Teknoin 2014 di Fakutas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII),  Sabtu (22/11). Selain meminimalisasi kemiskinan, ada tiga hal penting lain yang harus jadi perhatian […]

  • Ketua SMSI Sumut Dukung Kapolda Whisnu Hermawan Berantas Narkoba

    Ketua SMSI Sumut Dukung Kapolda Whisnu Hermawan Berantas Narkoba

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan, ( Mandailing Online ) Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto SIK MH memberantas peredaran narkoba di Sumut. SMSI Sumut memastikan ikut menjadi bagian dari upaya pemberantasan tersebut bersama jajaran kepolisian di seluruh wilayah Sumut. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua SMSI Sumut, Erris […]

  • Mencegah Upaya Sekularisasi Pancasila

    Mencegah Upaya Sekularisasi Pancasila

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: KH. Ma’ruf Amin   Maklumat ke-Indonesia-an yang digagas oleh sejumlah orang dalam simposium nasional di Fisip UI yang lalu, dengan tema Restorasi Pancasila, sebelum Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, dan dibacakan oleh Todung Mulya Lubis dalam Peringatan Hari Lahirnya Pancasila menarik untuk dicermati. Inti dari maklumat tersebut adalah penegasan, bahwa Pancasila bukanlah agama, […]

expand_less