Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan, dan beberapa desa lainnya.

Demikian disampaikan warga Desa Suka Makmur Edius Harahap kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (04/01/2012). Beliau mengatakan, untuk sampai ke desa mereka yang terletak sekitar 30 km dari ibukota kecamatan memerlukan waktu sekitar 3 jam, itu pun apabila cuaca bagus.

“ Untuk alternatif lainnya menuju desa itu jika musim hujan melalui sungai menggunakan perahu bot jenis Robin dengan ongkos Rp50 ribu/orang. Sedangkan kendaraan yang bisa masuk ke wilayah itu hanya mobil dengan gardang dua, dan untuk melalui jalan itupun walau dengan kendaraan tersebut tetap masih sulit jika musim penghujan,” ujar Edius Harahap.

Holidin Pulungan, juga warga Desa Suka Makmur menambahkan, pembangunan dan peningkatan jalan ke kawasan mereka tergolong sangat lambat. Karena sudah lebih setengah abad Indonesia merdeka, pembangunan di kawasan tersebut ibarat jauh panggang dari api. Jika pun ada pembangunan tidak bisa termanfaatkan dengan baik karena cepat rusak dan diduga pembangunannya tidak maksimal..

Kaur Pemerintahan Desa Suka Makmur Yusuf menambahkan, masyarakat setempat sangat membutuhkan perhatian dan pengalokasian pembangunan untuk wilayah mereka dalam menunjang perbaikan ekonomi menuju sejahtera.

Selain jalan, juga sangat dibutuhkan pembangunan sarana air bersih, madrasah, lampu listrik. Diharapkan perusahaan seluler bisa memperluas jaringan selulernya ke wilayah tersebut supaya warga tidak ketinggalan informasi.

Anggota DPRD Madina Arsidin Batubara mengakui jalur transportasi di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis masih memprihatinkan. Sangat diherankan infrastruktur jalan buruk sementara perusahaan perkebunan banyak mengambil keuntungan dari sana.

“Jikapun sampai saat ini jalan masih bisa dilalui kendaraan, itu karena masih adanya perusahaan perkebunan. Jika tidak, saya yakin pemukiman di kawasan itu banyak yang ‘tenggelam’ digilas keadaan,” ujar Arsidin yang juga mantan aktifis tersebut.

Untuk itu Politisi Golkar asal Dapem V yang juga putra asli Pantai Barat ini berharap di bawah kepemimpinan Hidayat-Dahlan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madina saat ini bisa membawa perubahan dan bijak dalam mengalokasikan pembangunan. Sehingga tidak ada satu desa pun yang merasa dianaktirikan.

Secara pribadi beliau juga berusaha mendorong Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal melalui kebijakan politik, supaya kawasan yang infrastruktur jalannya buruk bisa diperbaiki. Karena infrastruktur jalan merupakan kunci utama untuk meningkatkan perekonomian sebagai implementasi bangkitnya masyarakat dari kemiskinan. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berita Orang Hilang

    Berita Orang Hilang

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – “Ayah kami belum pulang, kabar beritanya tak ada. Bagia siapa yang menemukan tolong memberitahu kami”. Itulah yang disampaikan Ugi pemilik Rumah Makan Ratu Jembatan Bosi, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal. Ayahnya bernama Rusdi, hingga kini belum kembali dan tak ada kabar beritanya sejak meninggalkan rumah pada hari Rabu 14 Oktober […]

  • Oegroseno : Ya, Saya Memang Pengkhianat

    Oegroseno : Ya, Saya Memang Pengkhianat

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Eks Kapolda Sumut Oegroseno yang telah ditunggu-tunggu kata sambutannya oleh para undangan mengatakan, dirinya sangat senang tetapi tidak harus berbangga. Semua ini katanya jalan tuhan, dan dengan adanya buku ini tidak harus menjadi kebanggaan berlebihan dirinya. “Benar kata sambutan yang disebut penulis tadi. Semua jalan tuhan termasuk apakah saya mati atau masih hidup nanti. […]

  • SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    SISTEM HUKUM MANDAILING (2)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Entitas dan Kontekstualitas Sejarah Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara Sebelum masuknya kolonialisme, pemerintahan desa (harajaon) memiliki sumber penghasilan yang otonom. Raja memiliki lahan persawahan (Saba Bolak) yang sepanjang musim bisa memenuhi kebutuhan pangan kerajaan. Lahan tersebut dipinjamkan kepada penduduk dengan sistem bagi hasil. Bagi hasil persawahan tersebut disimpan dalam gudang (opuk bolon) yang banyaknya cukup […]

  • Harga Kakao Melorot

    Harga Kakao Melorot

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak pemberlakuan regulasi baru bea keluar terhadap komidi kakao oleh pemerintah, petani di Madina (Mandailing Natal) ikut terpuruk. Soalnya, harga biji kako kering sejak selasa (16/4/2013) sudah berada di level 15.000 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul. Tiga minggu sebelumnya harga masih bertengger di kisaran 20.000 per kilo gram. Darwin […]

  • Fabregas Kembali Kritik Wenger dan Arsenal

    Fabregas Kembali Kritik Wenger dan Arsenal

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, kembali mengkritik mantan klubnya, Arsenal dan juga manajer Arsene Wenger. Fabregas menyebut kritik itu menjadi salah satu alasannya hijrah ke Barca. Gelandang tim nasional Spanyol ini menyebut The Gunners lebih terlihat sebagai tim Prancis daripada Inggris. Itu karena faktor bahasa yang dipakai berkomunikasi di kamar ganti tim asuhan Wenger itu. “Fasih […]

  • Pemkab Madina Dilema Terkait PETI

    Pemkab Madina Dilema Terkait PETI

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution melihat  Penamnang Emas Tanpa Izin atau PETI di Kecamatan Kotanopan mengakibatkan pemerintah daerah dilema. Dirinya menegaskan penertiban Petambang Emas Tanpa Izin atau PETI di Kotanopan bukan untuk menutup mata pencaharian masyarakat. Hanya saja, diperlukan penataan yang lebih baik yang tidak bertentangan […]

expand_less