Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pasca Terbit WPR, Madina Kini Tunggu Juknis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
  • print Cetak

Pertemuan para penambang dengan Pemkab Madina dilakukan di aula kantor bupati Madina, Kamis (15/9/2022) dipimpin Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

WPR itu hasil upaya Pemkab Madina agar rakyat bisa menyelenggarakan penambangan emas secara legal dan memenuhi kaidah-kaidah yang ditetapkan.

Hanya saja, rakyat belum bisa menambang sebelum Petunjuk Teknis (Juknis) maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) belum diterbitkan pemerintah Indonesia sebagai penjabaran WPR di Madina.

Oleh karena itu, pertemuan para penambang dengan Pemkab Madina dilakukan di aula kantor bupati Madina, Kamis (15/9/2022) dipimpin Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution.

Hadir Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution; Asisten I, Alamulhaq Daulay; Asisten III, Sahnan Batubara; Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal; Ketua Dewan Riset dan Inovasi Madina, Irwansyah Nasution; tokoh pemikir, Irwan Daulay; para rakyat penambang dari sejumlah kecamatan.

Di pertemuan itu dibahas berbagai aspek. Antara lain, bagaimana upaya lanjutan agar Juknis mapun Juklak WPR di Madina bisa segera diterbitkan pemerintah Indonesia; apa saja persiapan para penambang sebelum Juknis dan Juklak terbit; juga membahas tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan hidup ditengah kegiatan penambangan.

Lembaga berbentuk koperasi yang akan mewadahi para penambang juga dibahas.

Bagi para penambang, penerbitan WPR itu sangat berarti, sebab, mereka kelak sudah legal ketika bertambang.

Ahmat Tahir Nasution (mewakili penambang dari Kecamatan Batang Natal) mengungkap bahwa selama ini masyarakat di kecamatan itu mayoritas hanya bermatapencaharian sebagi petani penyadap karet dan bertambang emas.

Harga karet yang senantiasa relatif murah menyebabkan warga menyandarkan pendapatan dari aktivitas bertambang.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemkab Madina atas usaha untuk WPR,” katanya.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan bahwa Pemkab Madina hingga kini masih terus berupaya kepada Pemprov Sumatera Utara, Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam percepatan penerbitan Juknis dan Juklak WPR.

Disamping itu, upaya menjaga lingkungan hidup juga ditekankan Atika. Menambang tanpa merusak lingkungan hidup harus menjadi perhatian serius.

Atika menyebut, sektor tambang terutama pertambangan rakyat memiliki banyak sisi.

Satu sisi sektor tambang adalah potensi lapangan usaha dan lapangan kerja bagi rakyat di desa-desa yang tanahnya mengandung deposit emas. Di sisi lain, sektor tambang berdampak pada lingkungan hidup.

Oleh karenanya, Atika berharap agar aktivitas bertambang harus dibarengi dengan tanggungjawab menjaga lingkungan hidup.

Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal mengungkap hingga kini WPR yang diterbitkan Pemerintah Indonesia untuk Kabupten Madina sebanyak 8 titik dari 21 titik yang diajukan.

Delapan titik itu berada di Kecamatan Batang Natal, Linggabayu dan Kecamatan Muara Batang Gadis.

Pihaknya hingga kini masih berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Utara untuk memperoleh titik-titik kordinat dari 8 titik itu.

Dia juga mengungkap bahwa sejauh ini Pemerintah Indonesia telah menetapkan 6 provinsi sebagai contoh pertambangan rakyat.

Dia berharap kelak Madina diusulkan masuk ke daerah percontohan tambang rakyat.

Sementara itu, Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution menekankan bahwa tanah Madina yang mengandung emas merupakan rahmat yang harus disyukuri.

Rasa syukur itu harus diimplementasikan dalam bentuk komitmen menjaga kaidah-kaidah bertambang yang ditetapkan. Perolehan Pendapatan Asli Daerah dari sektor tambang legal juga termasuk sebaran nikmat bagi Madina secara umum.

Dikatakannya, jika regulasi tuntas kelak, rakyat tak lagi menghadapi persoalan. Oleh karenanya dia meminta semua pihak bersabar menunggu Juknis dan Juklak.

Meski Juknis belum keluar, dia berharap, Tim Pemulihan Lingkungan Hidup yang dibentuk Pemkab Madina harus juga bekerja membenahi lembaga penambang.

“Kami tidak diam. Alhamdulillah, WPR sudah lahir, mohon sabar menunggu Juknis,” katanya.

Peliput: Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razman : Tim Pemenangan Dahlan-Suheri Jangan Coba-Coba Berbohong

    Razman : Tim Pemenangan Dahlan-Suheri Jangan Coba-Coba Berbohong

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Penetapan 3 orang Tim Pemenangan Dahlan-Suheri tersangka politik uang Pilkada Madina oleh Polres Madina, mulai mencuatkan bahwa posisi kemenangan Dahlan-Suheri makin goyang. Polres Madina, Rabu (30/3/2016) menyatakan telah menetapkan 3 orang Tim Pemenangan Dahlan-Suheri tersangka politik uang Pilkada Madina. Kuasa Hukum Yusuf-Imron, Razman Arif Nasution mencuatkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polres […]

  • Dubes di Kamboja Vs Dubes di Kolombia. Beda Citarasa Soal Si “Burung Nazar”

    Dubes di Kamboja Vs Dubes di Kolombia. Beda Citarasa Soal Si “Burung Nazar”

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada dua orang Dubes yang paling disoroti dalam minggu ini. Mereka disorot bukan karena “berhasil” meredam pergolakan pemberontak FARC yang terkenal ganas di pedalaman Kolombia itu, juga bukan karena berhasil membuat gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand memperebutkan posisi strategis Kuil Preah Vihear, tapi mereka terkenal karena peranan keduanya dalam kasus “perburuan Nazaruddin” si burung […]

  • Tambang Emas Ilegal, 7 Orang Operator dan 1 Unit Alat Berat Diamankan Polisi

    Tambang Emas Ilegal, 7 Orang Operator dan 1 Unit Alat Berat Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  sebanyak 7 orang operator alat berat tambang emas ilegal di Desa Aek Kapesong, Kecamatan Kota Nopan, Mandailing Natal ( Madina )  diamankan petugas Kepolisian dari Polres Madina. Mereka diamankan petugas saat mengoperasikan alar berat di aliran sungai batang gadis. Dengan tangan di ikat tali, operator alat berat itu di giring petugas. […]

  • Kadin Madina : UKM Terkendala Regulasi

    Kadin Madina : UKM Terkendala Regulasi

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kalangan pengusaha kecil dan menengah di Madina selama ini terkendala regulasi dalam mengembangkan usaha. Regulasi itu terkait aturan main dalam proses memperoleh pinjaman ke bank. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina), Sobir Lubis pada pembukaan Workshop dan Pendampingan Teknis Program UKM dan Laku Pandai yang diselenggarakan […]

  • Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Kalapas Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut Mustafa Kamal Simamora akui kebobolan atas tindakan salah seorang penghuni Lapas atas nama Alpin Frio Majid Tanjung ( 24 ) yang memesan narkotika jenis sabu sabu lewat telepon selular yang kasusnya saat ini ditangani Polres Madina. “Kami kecolongan adanya penghuni lapas yang […]

  • Waspadai Calo Mengatasnamakan PLN

    Waspadai Calo Mengatasnamakan PLN

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ADINA- Kepala PLN Ranting Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengingatkan seluruh masyarakat, terutama pelanggan PLN untuk tidak percaya calo yang mengatasnamakan PLN dalam bentuk apapun. “Hal ini mengingat banyaknya oknum yang mengatasnamakan pegawai atau karyawan PLN untuk membuat sambungan baru atau hal lainnya,” ujar Kepala PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution, kepada METRO, Jumat (12/11). […]

expand_less