Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pasca Terbit WPR, Madina Kini Tunggu Juknis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
  • print Cetak

Pertemuan para penambang dengan Pemkab Madina dilakukan di aula kantor bupati Madina, Kamis (15/9/2022) dipimpin Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

WPR itu hasil upaya Pemkab Madina agar rakyat bisa menyelenggarakan penambangan emas secara legal dan memenuhi kaidah-kaidah yang ditetapkan.

Hanya saja, rakyat belum bisa menambang sebelum Petunjuk Teknis (Juknis) maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) belum diterbitkan pemerintah Indonesia sebagai penjabaran WPR di Madina.

Oleh karena itu, pertemuan para penambang dengan Pemkab Madina dilakukan di aula kantor bupati Madina, Kamis (15/9/2022) dipimpin Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution.

Hadir Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution; Asisten I, Alamulhaq Daulay; Asisten III, Sahnan Batubara; Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal; Ketua Dewan Riset dan Inovasi Madina, Irwansyah Nasution; tokoh pemikir, Irwan Daulay; para rakyat penambang dari sejumlah kecamatan.

Di pertemuan itu dibahas berbagai aspek. Antara lain, bagaimana upaya lanjutan agar Juknis mapun Juklak WPR di Madina bisa segera diterbitkan pemerintah Indonesia; apa saja persiapan para penambang sebelum Juknis dan Juklak terbit; juga membahas tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan hidup ditengah kegiatan penambangan.

Lembaga berbentuk koperasi yang akan mewadahi para penambang juga dibahas.

Bagi para penambang, penerbitan WPR itu sangat berarti, sebab, mereka kelak sudah legal ketika bertambang.

Ahmat Tahir Nasution (mewakili penambang dari Kecamatan Batang Natal) mengungkap bahwa selama ini masyarakat di kecamatan itu mayoritas hanya bermatapencaharian sebagi petani penyadap karet dan bertambang emas.

Harga karet yang senantiasa relatif murah menyebabkan warga menyandarkan pendapatan dari aktivitas bertambang.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemkab Madina atas usaha untuk WPR,” katanya.

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan bahwa Pemkab Madina hingga kini masih terus berupaya kepada Pemprov Sumatera Utara, Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam percepatan penerbitan Juknis dan Juklak WPR.

Disamping itu, upaya menjaga lingkungan hidup juga ditekankan Atika. Menambang tanpa merusak lingkungan hidup harus menjadi perhatian serius.

Atika menyebut, sektor tambang terutama pertambangan rakyat memiliki banyak sisi.

Satu sisi sektor tambang adalah potensi lapangan usaha dan lapangan kerja bagi rakyat di desa-desa yang tanahnya mengandung deposit emas. Di sisi lain, sektor tambang berdampak pada lingkungan hidup.

Oleh karenanya, Atika berharap agar aktivitas bertambang harus dibarengi dengan tanggungjawab menjaga lingkungan hidup.

Kepala Dinas Pertanahan Madina, Faisal mengungkap hingga kini WPR yang diterbitkan Pemerintah Indonesia untuk Kabupten Madina sebanyak 8 titik dari 21 titik yang diajukan.

Delapan titik itu berada di Kecamatan Batang Natal, Linggabayu dan Kecamatan Muara Batang Gadis.

Pihaknya hingga kini masih berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Utara untuk memperoleh titik-titik kordinat dari 8 titik itu.

Dia juga mengungkap bahwa sejauh ini Pemerintah Indonesia telah menetapkan 6 provinsi sebagai contoh pertambangan rakyat.

Dia berharap kelak Madina diusulkan masuk ke daerah percontohan tambang rakyat.

Sementara itu, Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution menekankan bahwa tanah Madina yang mengandung emas merupakan rahmat yang harus disyukuri.

Rasa syukur itu harus diimplementasikan dalam bentuk komitmen menjaga kaidah-kaidah bertambang yang ditetapkan. Perolehan Pendapatan Asli Daerah dari sektor tambang legal juga termasuk sebaran nikmat bagi Madina secara umum.

Dikatakannya, jika regulasi tuntas kelak, rakyat tak lagi menghadapi persoalan. Oleh karenanya dia meminta semua pihak bersabar menunggu Juknis dan Juklak.

Meski Juknis belum keluar, dia berharap, Tim Pemulihan Lingkungan Hidup yang dibentuk Pemkab Madina harus juga bekerja membenahi lembaga penambang.

“Kami tidak diam. Alhamdulillah, WPR sudah lahir, mohon sabar menunggu Juknis,” katanya.

Peliput: Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Bantah Insiden RSAD Terkait Perang Geng

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, mengatakan kasus penyerangan di Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) tidak ada kaitannya dengan perang antar kelompok. “Itu murni kriminalitas,” kata Yoyol pada Jumat, 24 Februari 2012.”Kami tidak bisa menyebutkan motifnya karena masih dalam pengembangan.” Saat ini polisi telah menetapkan tiga […]

  • Pemberitaan negatif PKS terbanyak 2013

    Pemberitaan negatif PKS terbanyak 2013

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi parpol yang paling banyak diberitakan soal korupsi di media selama tahun 2013. Namun pemberitaan yang mendominasi PKS adalah kasus hukum yang menyeret mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda mengatakan dari hasil survei yang dilakukannya selama tahun 2013, PKS paling mendominasi dalam pemberitaan […]

  • Kasus ” Ibu Kubur Bayinya ” di Madina Seolah Diam

    Kasus ” Ibu Kubur Bayinya ” di Madina Seolah Diam

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Kasus ibu kubur banyi nya di lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sampai hari ini Polisi belum menetapkan tersangka, padahal pelaku pengubur bayi nya sendiri sudah di ketahui polisi, demikian juga ayah sang bayi yang namanya sudah di kantongi. Kasat Reskrim yang dikonfirmasi […]

  • Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah didesak segera mendorong pemakaian karet alam untuk campuran aspal jalan di Indonesia dalam upaya mengangkat harga karet alam yang terus terpuruk. Pemerintah jangan hanya mengandalkan pada luar negeri dalam persoalan pemasaran karet alam, sebab berbagai proyek infrastruktur jalan di Indonesia bisa mendongkrak pemakaian karet alam di dalam negeri. Jika pemerintah […]

  • 23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    23 Puskesmas di Madina Sudah Terakreditasi

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari 26 jumlah total jumlah puskesmas di Madina, 23 sudah terakreditasi. Dari 23 itu, 20 puskemas diantaranya suratnya sudah turun dan 3 lagi masih dalam proses. Berdasar klasifikasi, dari 20 puskesmas tersebut terdapat 2 Akreditas Utama, 13 Akreditas Madya, dan 5 Akreditas Dasar. Itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Mandailing […]

  • PPP Terancam Tinggal Kenangan

    PPP Terancam Tinggal Kenangan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus menurun sejak Pemilu 1999. Partai berlambang Ka’bah tersebut kini terancam tinggal kenangan. Kekhawatiran itu disampaikan Ketua DPP PPP Hasrul Azwar dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Cabang VI Partai Persatuan Pembangunan Kota Medan di Balai Rasa Sayang 3 Hotel Polonia, Medan, Jumat (24/12/2010) malam. Hasrul membeberkan, perolehan suara […]

expand_less