Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

PC PMII Madina: Perlu Efek Jera untuk Iqbal Rihanna

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • print Cetak

Ketua PC PMII Madina Ali Musa/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal (PC PMII Madina) mengecam tindakan Iqbal atau Rihanna yang kembali berulah usai meminta maaf akibat perayaan ulang tahun yang menyulut emosi masyarakat Madina.

Ketua PC PMII Ali Musa mengatakan, video Iqbal terbaru menunjukkan tidak ada rasa bersalah dari yang bersangkutan.

“Video yang saat ini viral usai permintaan maaf itu menunjukkan tidak adanya rasa bersalah dari yang bersangkutan,” katanya.

Untuk itu, jelas Ali Musa, perlu tindakan tegas berupa pemberian sanksi agar ada efek jera.

“Iqbal sudah minta maaf dan kita tahu MUI dan Kapolres juga telah menginisiasi itu, tapi video usai permintaan maaf itu benar-benar telah menyakiti hati kita. MUI dan Kapolres seperti tidak dihargai oleh pelaku,” sebutnya.

PC PMII, tambah Musa, khawatir jika tidak ada tindakan tegas akan muncul kejadian serupa di masa mendatang.

“Perlu tindakan keras dan pemberian sanksi agar ada efek jera. Kita takut dan khawatir kejadian serupa terulang karena mereka menilai hal ini biasa saja,” terang Musa.

Selain itu, PC PMII juga menyayangkan kehadiran Ketua DPRD pada acara ulang tahun yang menyita perhatian dengan adanya tari ular diperagakan waria.

“Dan kami sedikit kecewa kepada Ketua DPRD Mandailing Natal, karna di acara tersebut beliau hadir namun beliau membiarkannya seolah tutup mata akan hal tersebut,” tutupnya.

Terkait kehadirannya pada acara tersebut, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis mengaku tidak mengetahui adanya tari ular tersebut.

“Yang saya tahu acara ulang tahun itu adalah ulang tahun warga biasa. Acara itu ulang tahun saudara Rihanna dan undangannya tertuju kepada anak dan keluarga saya. Siapa pun yang mengundang saya di hal positif selagi ada waktu saya hadir,” jelas Erwin.

Untuk diketahui, Iqbal merayakan ulang tahun di Cafe Dapoer Nenek dengan menampilkan tari ular. Perayaan ini dikecam berbagai pihak karena menampilkan para waria yang dinilai menyalahi adat, norma, dan agama.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi DPRD Madina Cabut Izin Palmaris

    Rekomendasi DPRD Madina Cabut Izin Palmaris

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah hampir delapan bulan terombang-ambing, akhirnya Pansus DPRD Mandailing Natal (Madina) menyimpulkan opsi pencabutan izin PT. Palmaris Raya, pada rapat paripurna, Kamis (3/1) yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Madina, Fakhrizal Efend Nasition. Enam dari 7 fraksi yang hadir menyatakan setuju pada opsi pencabutan tersebut. Fraksi yang menyatakan setuju adalah Fraksi Hanura, […]

  • Warga Masih Buang Sampah, Parit kota Panyabungan Tumpat Lagi, Banjir Muncul Kembali

    Warga Masih Buang Sampah, Parit kota Panyabungan Tumpat Lagi, Banjir Muncul Kembali

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim dari Dinas PU Madina kembali melakukan pengerukan parit kota Panyabungan, malam ini, gegara kawasan Pasar Lama kebanjiran lagi. Pantauan Mandailing Online, sejumlah pekerja menemukan banyak sampah di parit kota penyebab tersumbatnya drainase. Banjir di Jl. Willem Iskander kawasan Pasar Lama dari titik toko Sakura hingga depan masjid raya Panyabungan terjadi […]

  • Perburuan Ladang Ganja oleh Polda Sumut Gunakan Teknologi Citra Satelit

    Perburuan Ladang Ganja oleh Polda Sumut Gunakan Teknologi Citra Satelit

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online ) Memanfaatkan teknologi citra satelit dipadukan dengan verifikasi lapangan menggunakan drone disertai pengerahan personel, Polda Sumatera Utara (Sumut) menemukan 150 Hektare (Ha) ladang ganja tersebar pada 18 titik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ini merupakan ladang ganja terbesar di Indonesia yang ditemukan aparat Kepolisian dalam perang pemberantasan narkoba. Pengungkapan 150 Ha […]

  • Warga Batumundom Ngadu ke DPRD Madina terkait Narkoba di Desanya

    Warga Batumundom Ngadu ke DPRD Madina terkait Narkoba di Desanya

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah Warga Desa Batu Mundom Kecamatan Muara Batang Gadis sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan keresahan mereka terkait maraknya narkoba di desa mereka. Fauzil Siregar salah seorang warga diruangan Ketua DPRD Madina beberkan maraknya penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu dan ganja di lingkungan Desa meraka. Ia […]

  • 15 Desa di Madina Sangat Terisolir

    15 Desa di Madina Sangat Terisolir

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih terisolir, belum bisa dilalui kenderaan roda empat. Roda dua pun sulit lewat jika musim penghujan. Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution melalui Kabag Humas, Arbiuddin Harahap kepada wartawan, Senin (2/9/2013) menyatakan 15 desa ini juga masih sangat minim fasilitas kesehatan dan pendidikan. […]

  • Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA -‎‎ Asisten Deputi Perencanaan dan Sistem Informasi SDM Aparatur, pada Kedeputian SDM Aparatur, KemenPAN-RB Subowo Djoko Widodo mengungkapkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan agar seluruh bidan desa PTT diangkatmenjadi CPNS. Mengingat, kebutuhan masyarakat akan tenaga kesehatan sangat tinggi. “Instruksi Wapres memang disuruh angkat semua. Tapi ada kendalanya terutama untuk bidan desa yang berusia di […]

expand_less