Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

MUI Madina Terbitkan Fatwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
  • print Cetak

Logo Majelis Ulama Indonesia

Logo Majelis Ulama Indonesia

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerbitkan fatwa terkait penistaan Al-Qur’an dan aksi unjukrasa 4 November.

Pernyataan MUI Madina itu tertian dalam Nomor: Kep – 52/DP-K II.07/XI/2016 Tentang Pernyataan Sikap Keagamaan MUI Kabupaten Mandailing Natal Mengenai Penistaan Agama Dan Pelecehan Ulama Serta Umat Islam tertanggal 02 Shafar 1438 H/02 November 2016 M yang ditandatangani Ketua MUI Madina, Drs. H. Syamsir Ahmad Asrin, S.Ag, MA.

Di dalam pernyataan itu, pertama : MUI Madina mendukung sepenuhnya dan mengamalkan pendapat dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia Pusat.

Kedua : Peristiwa penistaan agama dan pelecehan ulama yang dilakukan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi pembelajaran bagi warga negara lainnya dan tidak boleh terulang kembali.

Ketiga : Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dari segi suku dan agama, memiliki pedoman hidup bersama dengan lambang negara “Bhinneka Tunggal Ika”, sebagaimana ditegaskan dalam Sila Persatuan Indonesia dalam Pancasila.

Keempat: Dalam kehidupan beragama, kita telah memiliki panduan dalam pasal 29 UUD 1945, yaitu:  
1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut Agama dan kepercayaan itu. Kemerdekaan beragama dijamin oleh negara, sehingga masing-masing umat beragama wajib menghormati pemeluk Agama lain. Tidak boleh melecehkan serta menistakan atau merendahkan Agama, dan negara harus menjamin umat beragama untuk beribadat menurut Agama dan kepercayaan masing-masing.

Kelima : Penegakan hukum haruslah dilaksanakan atas semua warga Negara Indonesia tanpa terkecuali termasuk terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang melakukan penistaan al-Qur’an dan ajaran Agama Islam serta melecehkan ulama dan umat Islam.

Keenam : Menyikapi rencana unjuk rasa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam pada hari Jum’at 04 November 2016 adalah dibenarkan oleh konstitusi, dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak anarkis, serta kepolisian mengawal dan memberlakukan mereka sebagai warga negara yang sedang menggunakan haknya.

Ketujuh : MUI Madina menghimbau kepada Ormas Islam dan Ummat Islam se Kabupaten Mandailing Natal untuk mematuhi dan mengawal serta menyebarluaskan Pendapat dan Sikap Keagamaan Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

    Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Risdanur, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Pemerintah resmi membuat aturan terkait dengan larangan mudik pada lebaran tahun 2021 dengan alasan menekan penularan virus Covid-19 di Indonesia. Larangan mudik ini dimulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 dengan memberlakukan beberapa penyekatan mudik di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pada beberapa titik penyekatan mudik tersebut […]

  • Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kunjungan kali ini memiliki makna banyak dalam usaha mempererat hubungan persaudaraan antara etnis Mandailing di Malaysia dengan saudara mereka di tanah leluhur Mandailing yang sudah lama terpisahkan oleh dua negara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara, Jum’at (23/11). Kunjungan silaturrahim sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia itu […]

  • Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Parahnya, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Demikian data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 ini. Ini mengiringi data lain yang tak kalah mencengangkan. Disebutkan, sekitar 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah. “Artinya dari 100 […]

  • Tangkapan Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Tangkapan Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    Sebuah film yang berkarakter Mandailing “Biola Namabugang” terinspirasi dari banyaknya sumber hayati di Kabupaten Mandailing Natal. Askolani Nasution Sutradara Film ini mengharapkan Pemda Mandailing Natal dapat membuat terobosan-terobosan serta menggali potensi keragamana hayati yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.(MO)

  • Ketaatan Total Terhadap Syariah Konsekwensi Keimanan

    Ketaatan Total Terhadap Syariah Konsekwensi Keimanan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah SWT sebagai satu umat. Kita merayakan Hari Raya ‘Idul Adha bersama-sama sebagai umat Islam. Bukan sebagai bangsa Arab, Afrika, Eropa, Amerika, Australia maupun Asia. Kita merayakan hari agung yang suci ini sebagai satu umat. Kita diikat oleh akidah yang sama. Kita pun diatur dengan […]

expand_less