Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Feb 2017
  • print Cetak

Hasbi (kiri) bersama warga dan pemilik warung di warung lokasi kejadian

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Seorang pejabat di Pemkab Mandailing Natal berinisial G dilaporkan ke polisi atas tuduhan menembak warga Desa Hutanamale menggunakan pistol.

G dilaporkan menembak seorang warga Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa itu. Warga yang ditembak bernama Hasbi Nasution, warga setempat.

Hasbi Nasution sudah mengadukan penembakan itu ke Polres Madina pada Minggu siang.

Sejumlah warga menjawab Mandailing Online, Senin (13/2) mengungkapkan mendengar tembakan dari warung itu pada Minggu dini hari sekira pukul 00.30, sehingga warga berhamburan dan berkerumun di warung kopi itu.

Sementara itu, Hasbi Nasution menjawab Mandailing Online di kediamannya Desa Hutanamale, Senin (13/2) membenarkan bahwa dia telah melakukan pengaduan ke Polres Madina pada Minggu siang.

Kronologis peristiwa itu, kata Hasbi, dini hari itu dia dan sejumlah warga sedang minum kopi di warung itu. Kemudian muncul oknum G bersama Kepala Desa Sibanggor Jae, Imbalo dan seorang warga Sibanggor Jae dan masuk ke warung itu.

Ketika duduk di warung itu, tiba-tiba G mengeluarkan pistol dan meletakkannya di atas meja secara keras. Lalu, Hasbi yang kebetulan hendak melangkah keluar dari warung berujar “pistol dei dongan sanga mancis ? (itu pistol atau mancis?)”.     

Sejurus oknum G menjawab dengan bahasa tak senonoh sambil menodongkan pistol itu ke arah Hasbi, dan melepaskan tembakan satu kali ke arah paha Hasbi. “Untungnya saat itu saya refleks meloncat sehingga peluru tak kena ke paha atau kaki saya,” ujar Hasbi.  

Suara pistol itu membuat warga berkerumun mendatangi warung itu. Oknum G dikabarkan sempat meyatakan kepada warga bahwa dia hanya main-main tak serius menembak Hasbi.

Hasbi menyatakan bahwa dia tak tahu apa persoalan dirinya dengan G, karena seingatnya dia tak memiliki masalah dengan G. Dan saat G hendak pergi meninggalkan warung itu, Hasbi juga telah meminta G untuk datang ke rumah Hasbi besok harinya membawa kaum keluarga untuk meminta ma’af secara adat.

“Tetapi, hingga kini tak ada  datang,” kata Hasbi yang memiliki 7 anak dan sehari-hari berprofesi petani serta tukang jaga gedung SD di desa itu tanpa gaji. Dia juga tak tahu jenis pistol yang digunakan G.

Dikabarkan bahwa G saat ini menjabat salah satu kepala bidang di Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Mandailing Natal.

Peliput : Maradotang Pulungan / Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutinitas Ketua DPRD Madina Jelang Lebaran: Berbagi Rezeki dengan Penarik Becak

    Rutinitas Ketua DPRD Madina Jelang Lebaran: Berbagi Rezeki dengan Penarik Becak

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa yang tak kenal dengan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis? Ternyata Ketua DPC Gerindra ini punya rutinitas menjelang lebaran yaitu berbagi rezeki dengan penarik becak di kawasan Gunungtua Panyabungan. Seperti hari ini, Minggu (1/5) puluhan penarik becak sudah berkumpul di salah satu warung dekat Ladang Sari, Gunungtua. Para […]

  • Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati generasi muda Baru-baru ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang melanda kota Barus. Bukan 1 orang saja yang menjadi tersangka tetapi banyak sekali tersangka yang beruntun tertangkap di tanggal yang sama. Mulai dari bapak-bapak sampai anak muda menjadi pengguna dan pengedar. Menurut keterangan Kapolres […]

  • 6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara menjadwalkan pelantikan pasangan Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution pada 6 Juni 2011. “Rencanaya 6 Juni sesuai jadwal di KPU,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal Jefri Antoni di Medan, Minggu (8/5). Menurut Jefri, penetapan jadwal pelantikan pada 6 Juni 2011 […]

  • Harga Karet Berbeda di Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Harga karet memiliki perbedaan berdasar per kawasan di Mandailing Natal Madina. Di Batang Natal, harganya sudah menembus angka 11.000 per kilo gram. Sementara di Panyabungan Utara pada penjualan Senin (27/5/2013) kemarin masih di level 8.500 rupiah per kilo gram. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat kepadatan dan kekenyalan getah karet dari […]

  • Gubsu Salahkan Bupati Madina

    Gubsu Salahkan Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Apapun alasannya, termasuk upaya mendisiplinkan, tindakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang menonjobkan Ahmad Rizal Efendi dari jabatan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinulilai perbuatan keliru. Sebab, dilakukan saat tahapan pilkada sedang berjalan. Demikian Medanbisnisdaily.com mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kamis. “Apapun alasannya (Dahlan), yang […]

  • Hanya Kalimantan aman gempa di Indonesia

    Hanya Kalimantan aman gempa di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jika Anda ingin selamat dari gempa, cari daerah yang tidak tertutupi tinta hijau neon pada peta ini. Sayang, sebagian besar wilayah Indonesia hampir hilang tertutup tinta hijau pada peta wilayah gempa sejak 1898 ini. Pulau Kalimantan masih bisa terlihat jelas dengan beberapa titik kecil hijau. Peta ini menunjukkan lokasi gempa terbesar yang menggoncang […]

expand_less