Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Feb 2017
  • print Cetak

Hasbi (kiri) bersama warga dan pemilik warung di warung lokasi kejadian

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Seorang pejabat di Pemkab Mandailing Natal berinisial G dilaporkan ke polisi atas tuduhan menembak warga Desa Hutanamale menggunakan pistol.

G dilaporkan menembak seorang warga Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa itu. Warga yang ditembak bernama Hasbi Nasution, warga setempat.

Hasbi Nasution sudah mengadukan penembakan itu ke Polres Madina pada Minggu siang.

Sejumlah warga menjawab Mandailing Online, Senin (13/2) mengungkapkan mendengar tembakan dari warung itu pada Minggu dini hari sekira pukul 00.30, sehingga warga berhamburan dan berkerumun di warung kopi itu.

Sementara itu, Hasbi Nasution menjawab Mandailing Online di kediamannya Desa Hutanamale, Senin (13/2) membenarkan bahwa dia telah melakukan pengaduan ke Polres Madina pada Minggu siang.

Kronologis peristiwa itu, kata Hasbi, dini hari itu dia dan sejumlah warga sedang minum kopi di warung itu. Kemudian muncul oknum G bersama Kepala Desa Sibanggor Jae, Imbalo dan seorang warga Sibanggor Jae dan masuk ke warung itu.

Ketika duduk di warung itu, tiba-tiba G mengeluarkan pistol dan meletakkannya di atas meja secara keras. Lalu, Hasbi yang kebetulan hendak melangkah keluar dari warung berujar “pistol dei dongan sanga mancis ? (itu pistol atau mancis?)”.     

Sejurus oknum G menjawab dengan bahasa tak senonoh sambil menodongkan pistol itu ke arah Hasbi, dan melepaskan tembakan satu kali ke arah paha Hasbi. “Untungnya saat itu saya refleks meloncat sehingga peluru tak kena ke paha atau kaki saya,” ujar Hasbi.  

Suara pistol itu membuat warga berkerumun mendatangi warung itu. Oknum G dikabarkan sempat meyatakan kepada warga bahwa dia hanya main-main tak serius menembak Hasbi.

Hasbi menyatakan bahwa dia tak tahu apa persoalan dirinya dengan G, karena seingatnya dia tak memiliki masalah dengan G. Dan saat G hendak pergi meninggalkan warung itu, Hasbi juga telah meminta G untuk datang ke rumah Hasbi besok harinya membawa kaum keluarga untuk meminta ma’af secara adat.

“Tetapi, hingga kini tak ada  datang,” kata Hasbi yang memiliki 7 anak dan sehari-hari berprofesi petani serta tukang jaga gedung SD di desa itu tanpa gaji. Dia juga tak tahu jenis pistol yang digunakan G.

Dikabarkan bahwa G saat ini menjabat salah satu kepala bidang di Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Mandailing Natal.

Peliput : Maradotang Pulungan / Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSU Panyabungan Terapkan Teknologi Berbasis Smartphone

    RSU Panyabungan Terapkan Teknologi Berbasis Smartphone

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Barcode sering disebut kode baris atau kode batangan. Siapa yang tak kenal teknologi ini? Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, barcode hadir memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas identifikasi dan pengolahan data. Teknologi ini unggul karena lebih akurat, efesien dalam penggunaannya, serta harganya pun terjangkau. Beberapa barcode standar telah dikembangkan selama beberapa tahun yang biasa disebut dengan […]

  • Tak Berkategori

    KPK datangkan tukang kunci ke rumah bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan tukang kunci ke rumah Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan No 76 Medan, yang mereka geledah, Selasa (14/5) petang. Namun, si tukang kunci tidak berhasil membuka kunci lemari di rumah itu. “Saya kemari dipanggil mereka (KPK). Saya disuruh buka pintu lemari […]

  • Potensi Banjir dan Longsor di Madina Untuk September-Nopember

    Potensi Banjir dan Longsor di Madina Untuk September-Nopember

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan dan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) berpotensi mengalami bencana banjir tingkat menengah dan rendah di bulan September 2013. Sementara pada bulan Oktober potensi banjir tingkat rendah berada di Kecamatan Siabu, Panyabungan dan Muara Batang Gadis. Di bulan Nopember, lagi-lagi Kecamatan Panyabungan, Muara Batang Gadis dan Siabu berpotensi banjir […]

  • Longat berduka, Jenazah Safrida Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

    Longat berduka, Jenazah Safrida Ditemukan Tersangkut di Akar Pohon

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Jenazah Safrida (19) berhasil ditemukan Selasa pagi (6/12) setelah hanyut Senin petang (5/12) di Sungai Aek Sarir, Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal. Tubuh almarhumah ditemukan tersangkut di akar pohon oleh tim pencari sekira pukul 10.00 WIB. Safrida warga Kelurahan Longat hanyut bersama suaminya Rahmat (22) ketika menyeberangi sungai […]

  • Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal. Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII. “Mereka membuat laporan […]

  • Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Puskesmas diangkat menjadi pejabat kepala desa. Ini terjadi di Desa Tabuyug, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pejabat kepala desa itu bernama dr Mahyuni. Dia dokter umum, juga kepala Puskesmas Tabuyung. Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional. Bisa jadi kelak rangkap jabatan sebagai kepala […]

expand_less