Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh : Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati generasi muda

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang melanda kota Barus. Bukan 1 orang saja yang menjadi tersangka tetapi banyak sekali tersangka yang beruntun tertangkap di tanggal yang sama. Mulai dari bapak-bapak sampai anak muda menjadi pengguna dan pengedar.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Kasubbag Humas, AKP Horas Gurning mengatakan, tersangka SDS diamankan di Desa Kampung Solok, Kecamatan Barus pada Selasa (20/4/2021) setelah tersangka AM ditangkap di belakang rumah SDS.

Dan tersangka PKM juga berhasil ditangkap di samping BRI Barus karena pengakuan AM kepada petugas bahwa dirinya memperoleh narkotika jenis sabu-sabu dari PKM. Pada saat mengamankan tersangka PKM petugas melihat seorang laki laki yang mencurigakan sepertinya ada membuang sesuatu, lalu petugas mendekati dan mengamankan tersangka IGH karena terdapat barang bukti sabu-sabu seberat seberat 0,14 gram yang dibungkus plastik bening. (Smartnewstapanuli.com)

Berdasarkan keterangan Kapolres Tapteng ini kita mendapatkan begitu banyak tersangka yang tertangkap sebab telah memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Baik mereka pengguna maupun pengguna plus pengedar. Sungguh menyedihkan nasib kampung Barus tercinta ini.

Tak disangka-sangka barang haram ini bisa sampai ke pelosok negeri Nusantara kita. Ini membuktikan bahwa narkoba jenis sabu-sabu sudah banyak beredar dan sangat mudah untuk didapatkan. Miris sekali, negeri mayoritas muslim terbesar dunia bisa sampai kecolongan mendapatkan peredaran barang haram yang sangat mudah. Ini bukan hal main-main sebab banyaknya peredaran narkoba ini bisa merusak generasi penerus bangsa.

Begitulah karena kita hidup dalam sistem liberalisme-kapitalisme yang mana dalam sistem ini hanya mementingkan kebebasan saja tanpa sedikitpun memikirkan bagaimana nasib orang-orang jika sampai rusak. Kebebasan bertingkah laku dan kebebasan jual beli sangat dijunjung dalam sistem ini. Mereka para pelaku tidak mementingkan apa kerusakan ke depannya yang akan dialami oleh manusia jika sampai terus melakukan dan memakai barang-barang haram yang dapat merusak. Sebab sistem kapitalisme ini hanya mementingkan keuntungan terbesar apa yang didapatkan oleh para pebisnis jika menjual barang-barang tersebut, tanpa memikirkan rusaknya generasi jika sampai mereka mencicipi barang haram seperti narboka.

Hal ini sangat berbeda jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Yang mana dalam sistem ini pemerintah dan pemimpin negeri akan memperhatikan barang-barang yang masuk ke dalam negerinya. Dan tak akan mungkin ada cela untuk orang-orang yang ingin mengedarkan barang haram. Sebab pemimpin dalam sistem islam kaffah akan memperhatikan dengan baik barang-barang yang masuk dalam negerinya dan akan membuat aturan yang sesuai apa yang Allah perintahkan agar manusia tidak melakukan hal semena-mena untuk merusak diri mereka. Pemimpin dalam sistem islam kaffah juga akan selalu memperhatikan ketakwaan individu rakyatnya dengan memberikan pembinaan-pembinaan terhadap mereka, sehingga mereka selalu taat kepada Allah. Serta masyarakat sekitar juga akan ikut menjaga dan mengontrol individu yang ingin bermaksiat kepada Allah.

Maka marilah kita sadar bahwa sistem kapitalisme hari ini sudah sangat merusak sampai ke akarnya. Tidak ada lagi kebahagiaan yang akan kita dapatkan dari sistem Kapitalisme hari ini. Mari kita memperjuangkan sistem islam kaffah agar kehidupan kita bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Rahmad Daulay*   Tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 salah satunya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tidak ada satu elemen elit manapun yang mengingkari ini secara formal. Namun secara praktek, sudahkah anatomi pendidikan kita sudah sejalan dengan tujuan kemerdekaan republik ini? Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

  • Bertemu Cak Imin, Bupati Sukhairi Serahkan Oleh-Oleh Berupa Kopi Mandheling

    Bertemu Cak Imin, Bupati Sukhairi Serahkan Oleh-Oleh Berupa Kopi Mandheling

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    DELISERDANG (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjumpai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa di ruang VIP Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (23/6). Dalam pertemuan tersebut Sukhairi menyerahkan kopi Mandheling sebagai oleh-oleh bagi Wakil Ketua DPR RI itu. Kedatangan pria yang akrab disapa Cak Imin ini ke Sumatera Utara dalam rangka menyampaikan […]

  • Gerindra Dijanjikan Kursi BK Pascaamendemen UU MD3

    Gerindra Dijanjikan Kursi BK Pascaamendemen UU MD3

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menerima informasi keterlibatan Fraksi Gerindra di Badan Kehormatan (BK) DPR RI selepas amandemen Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3). Itu berarti, nasib Fraksi Gerindra bakal ditentukan bulan Juni mendatang. “Buat Gerindra tidak […]

  • Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pengaruh Hindu Terhadap Pribumi Mandailing Pada uraian yang di atas sudah dikemukan mengenai peninggalan-peninggalan dari zaman pra sejarah yang ditemukan di beberapa tempat di Mandailing. Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa sudah ada manusia yang mendiami wilayah Mandailing pada masa tersebut. Sebagai pribumi Mandailing, mereka terus berkembang sampai orang-orang Hindu datang dan […]

expand_less