Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh : Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati generasi muda

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang melanda kota Barus. Bukan 1 orang saja yang menjadi tersangka tetapi banyak sekali tersangka yang beruntun tertangkap di tanggal yang sama. Mulai dari bapak-bapak sampai anak muda menjadi pengguna dan pengedar.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Kasubbag Humas, AKP Horas Gurning mengatakan, tersangka SDS diamankan di Desa Kampung Solok, Kecamatan Barus pada Selasa (20/4/2021) setelah tersangka AM ditangkap di belakang rumah SDS.

Dan tersangka PKM juga berhasil ditangkap di samping BRI Barus karena pengakuan AM kepada petugas bahwa dirinya memperoleh narkotika jenis sabu-sabu dari PKM. Pada saat mengamankan tersangka PKM petugas melihat seorang laki laki yang mencurigakan sepertinya ada membuang sesuatu, lalu petugas mendekati dan mengamankan tersangka IGH karena terdapat barang bukti sabu-sabu seberat seberat 0,14 gram yang dibungkus plastik bening. (Smartnewstapanuli.com)

Berdasarkan keterangan Kapolres Tapteng ini kita mendapatkan begitu banyak tersangka yang tertangkap sebab telah memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Baik mereka pengguna maupun pengguna plus pengedar. Sungguh menyedihkan nasib kampung Barus tercinta ini.

Tak disangka-sangka barang haram ini bisa sampai ke pelosok negeri Nusantara kita. Ini membuktikan bahwa narkoba jenis sabu-sabu sudah banyak beredar dan sangat mudah untuk didapatkan. Miris sekali, negeri mayoritas muslim terbesar dunia bisa sampai kecolongan mendapatkan peredaran barang haram yang sangat mudah. Ini bukan hal main-main sebab banyaknya peredaran narkoba ini bisa merusak generasi penerus bangsa.

Begitulah karena kita hidup dalam sistem liberalisme-kapitalisme yang mana dalam sistem ini hanya mementingkan kebebasan saja tanpa sedikitpun memikirkan bagaimana nasib orang-orang jika sampai rusak. Kebebasan bertingkah laku dan kebebasan jual beli sangat dijunjung dalam sistem ini. Mereka para pelaku tidak mementingkan apa kerusakan ke depannya yang akan dialami oleh manusia jika sampai terus melakukan dan memakai barang-barang haram yang dapat merusak. Sebab sistem kapitalisme ini hanya mementingkan keuntungan terbesar apa yang didapatkan oleh para pebisnis jika menjual barang-barang tersebut, tanpa memikirkan rusaknya generasi jika sampai mereka mencicipi barang haram seperti narboka.

Hal ini sangat berbeda jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Yang mana dalam sistem ini pemerintah dan pemimpin negeri akan memperhatikan barang-barang yang masuk ke dalam negerinya. Dan tak akan mungkin ada cela untuk orang-orang yang ingin mengedarkan barang haram. Sebab pemimpin dalam sistem islam kaffah akan memperhatikan dengan baik barang-barang yang masuk dalam negerinya dan akan membuat aturan yang sesuai apa yang Allah perintahkan agar manusia tidak melakukan hal semena-mena untuk merusak diri mereka. Pemimpin dalam sistem islam kaffah juga akan selalu memperhatikan ketakwaan individu rakyatnya dengan memberikan pembinaan-pembinaan terhadap mereka, sehingga mereka selalu taat kepada Allah. Serta masyarakat sekitar juga akan ikut menjaga dan mengontrol individu yang ingin bermaksiat kepada Allah.

Maka marilah kita sadar bahwa sistem kapitalisme hari ini sudah sangat merusak sampai ke akarnya. Tidak ada lagi kebahagiaan yang akan kita dapatkan dari sistem Kapitalisme hari ini. Mari kita memperjuangkan sistem islam kaffah agar kehidupan kita bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ivan Iskandar Batubara Bicara ” Patujoloon Mandailing”

    Ivan Iskandar Batubara Bicara ” Patujoloon Mandailing”

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ivan Iskandar Batubara Bacalon Bupati Madina berbicara ” Patujoloon Mandailing Natal “. Patujoloon adalah hata andung. Bahasayang tingkatannya dipake kasta yang tinggi, bukan kata yang dipakai sehari hari. Hali ini dikatakan Ivan Iskandar didepan wartawan yang bergabung di SMSI Madina Selasa 21/5) 2024. “Patujoloon Mandailing ” kata Ivan Iskandar diawali […]

  • Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    Kasus KP-USU, Hakim Sidang Di Lapangan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan melakukan sidang lapangan di lahan bekas KP-USU di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Jum,at (4/1). Kegitan sidang lapangan itu langsung dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yarwan SH dan didampingi Hakim Anggota Hardoyo dan Joko. Kasus ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas […]

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

  • Kantor Panitia CPNS Tersembunyi

    Kantor Panitia CPNS Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Kecurigaan adanya praktik permainan dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 di Pemko Medan berhembus kencang. Indikasinya, panitia penerimaan CPNS berkantor di sebuah tempat, di luar Pemko Medan. Bahkan sejak pendaftaran dibuka 20 November lalu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan Lahum Lubis sulit ditemui di ruang kerjanya. Informasi yang diperoleh Sumut […]

  • RAPBD Tahun 2014 diajukan 847 Milyar

    RAPBD Tahun 2014 diajukan 847 Milyar

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt. Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2014 sebesar 847 milyar rupiah pada sidang paripurna DPRD Madina, Senin (2/12/2013). Dalam nota keuangan yang disampaikan itu, pendapatan  sebesar 847 milyar lebih itu terdiri dari terget Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.50 milyar, […]

  • Kadis Pendidikan Madina Akan Hidupkan Kembali Beasiswa

    Kadis Pendidikan Madina Akan Hidupkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pendidikan Madina, Daud Batubara akan berupaya menghidupkan kembali program beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga miskin. Itu dikatakan Daud Batubara menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018). Menurutnya, beasiswa itu sangat bersifat urgen sebagai salah satu upaya membantu putra-putri Mandailing Natal (Madina) yang berprestasi namun tak mampu membiayai […]

expand_less