Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Pelayanan Dinilai Pilih Kasih, Notaris Demo BPN Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Sejumlah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Madina di Komplek Perkantoran Bupati Payaloting, Rabu (11/05/2011). Para PPAT (Notaris) mengecam pelayanan BPN Madina yang dinilai pilih kasih.

Fitrisna Borotan, salah seorang notaris yang merasa keberatan atas kinerja BPN mengatakan, kedatangan mereka karena merasa tidak senang atas kinerja BPN Madina. Ia menilai pegawai BPN ada “bermain” dengan salah satu notaris di Panyabungan.

“Apa perbedaan kami dengan salah satu PPAT yang berkantor di Dalan Lidang? Mengapa PPAT yang dipimpin oleh HRP urusannya bisa cepat. Sedangkan kami bisa sampai berbulan-bulan baru siap urusan kami di kantor ini,” tegas Fitrisna.

Masih kata Fitrisna, notaris lain di Panyabungan merasa dirugikan dan dikecewakan akibat adanya perbedaan pelayanan yang diberikan BPN Madina.

“Akibat perbedaan ini, kita merasa banyak pelanggan yang akan mengurus segala sesuatu mengenai surat menyurat yang berhubungan dengan BPN akan berpindah ke PPAT yang dipimpin oleh HRP,” papar Fitrisna

Sondank Mathiur, notaris lainnya di Panyabungan juga menyampaikan kekesalannya kepada pegawai BPN yang ada didepannya. “Saya sendiri sudah hampir setahun surat sertifikat yang saya urus di kantor ini sampai sekarang belum siap. Sedangkan PPAT yang ada di Dalan lidang dalam dua hari surat menyuratnya langsung siap. Bukankah ini menjadi pertanyaan besar bagi kita,” ungkap Sondank.

“Kita akan mengklarifikasi hal ini langsung kepada Kepala Kantor BPN Madina, karena kita menilai hal-hal yang diduga melanggar hukum telah terjadi di sini. Apalagi Kantor PPAT yang beralamat di Dalan lidang tersebut ternyata suaminya bekerja dan mempunyai jabatan di kantor ini,” jelas Sondank.

Sementara itu Kepala Kantor BPN Madina Juharnel SH saat dikonfirmasi menampik semua tuduhan yang dilontarkan para notaris yang mendatangi kantornya.

“Tidak mungkin kita membeda-bedakan PPAT yang ada di Kota Panyabungan ini, karena mereka semua adalah mitra kerja kita. Kemudian perihal yang katanya adanya urusan surat menyurat yang bisa siap dalam beberapa hari, itu tidak benar karena kita di sini memakai system online ke pusat. Yang pasti, semua harus sesuai dengan prosedur yang ada,” jelas Juharnel. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PIPANISASI DISTRIBUSI BBM MENYUSURI JALAN TOL

    PIPANISASI DISTRIBUSI BBM MENYUSURI JALAN TOL

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI DISTRIBUSI BBM   Oleh: Rahmad Daulay*   PROLOG Antrian BBM pasca banjir bandang di Sumatra kembali memperlihatkan rapuhnya rantai distribusi BBM ketika daerah dilanda bencana alam. Banjir yang merendam jalan utama merusak jembatan dan menghambat mobilitas membuat suplai BBM dari terminal ke SPBU tersendat. Situasi ini menyebabkan masyarakat terpaksa mengantri berjam-jam hanya […]

  • Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Negara dan masyarakat di era Presiden SBY harus berperang melawan korupsi secara tegas dan tandas. Karena itu, genderang perang terhadap tindak pidana korupsi yang telah ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Istana) sejak lama, harus digelorakan. Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi (CICAK), misalnya, menegaskan, belakangan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak […]

  • Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

    Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Irigasi sering rusak, belasan petani di Desa Muara Siambak, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal gagal panen. tepatnya di desa Muara Siambak dan Muara Pungkut Kab. Mandailing Natal gagal Panen. Kondisi ini tentunya membuat petani pasrah di tengah himpitan ekonomi saat ini. Informasi yang di himpun dari sejumlah petani, irigasi bondar Bariba Tamiang  […]

  • Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    Tunjukkan Empati, PAC PP Kotanopan Galang Donasi untuk Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Selasa (29/3) dini hari turut menjadi perhatian MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina). Sebagai bentuk empati, PAC Kotanopan menggalang donasi untuk para korban. Kegiatan bertajuk #PrayForKotanopan ini melibatkan puluhan kader Pemuda Pancasila, dengan titik lokasi penggalangan dnaa di dekat Jembatan Singengu. […]

  • Marbue-Bue Disopo Saba

    Marbue-Bue Disopo Saba

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Maso-maso nadung salpu pala langkama damang dohot dainang tuparusahon ima tusaba balik sanga tu saba bariba, atope tu saba jambu, ipaturema anggunan ni danak di sopo pantar gogat, marbue-buema simatobangna dadaboru papodom-podom danak anso bisa harejo marbabo eme sangape mangarabi duru. Indaba songon saro sannari papodom-podom danak logu-logu na mardorung-dorung naso tangiononkondo baen roncamna, manombo […]

  • Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa selama tahun 2015 dan 2016 yang belum memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian warga desa menuai kritikan dari Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution. Kegelisahan wakil bupati ini sangat realistis karena tahun-tahun sebelumnya pemerintahan desa terkesan tak memiliki ketajaman visi ekonomi sehingga program yang didanai Dana Desa […]

expand_less