Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
  • print Cetak
Ali Musa Manto Lubis

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu.

Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu.

Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin banyaknya eksportir yang meminta komoditas Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee tujuan Eropa dan Amerika.

“Pihak BPKH dinilai tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat ketika melakukan kegiatan pematokan batas Taman Nasional Batang Gadis beberapa tahun lalu. Kondisi ini menyebakan warga kecewa, apalagi hasil patokan itu menjadi justifikasi batas-batas TNBG dengan lahan masyarakat,” kata Ali Musa Manto Lubis, pelaku budidaya kebun kopi kepada Mandailing Online, Senin (22/2) di lopo Tor Siri-siri, Lingkar Timur, Panyabungan.

Menurut pria mantan pengurus LSM Penjara UJ ini, warga di kawasan itu tidak menerima hasil pematokan batas TNBG yang dilakukan pihak Badan Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, sebab pematokan itu dinilai penduduk tak melibatkan masyarakat serta dilakukan dengan jangka waktu yang sangat singkat serta diduga juga tidak melibatkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina.

Garis patok itu juga dinilai warga tidak mempertimbangkan kearifan lokal Mandailing Julu yang selama ini sangat menjungjung tinggi kelestarian hutan disamping aktifitas penduduknya yang mayoritas berkebun.

“Kegiatan pematokan ini juga telah menyebabkan pihak TNBG menjadi posisi kambing hitam, karena pihak TNBG dituduh masyarakat sebagai pihak yang menetapkan batas TNBG dan mengesampingkan prospek masa depan kebun Kopi Mandailing,” kata Manto.

Dia mengatakan, warga pantas menyurati bupati dan menembuskannya kepada BPKH Sumut tentang keberatan warga terhadap pematokan itu, sehingga nantinya Pemkab Madina dapat menyikapi kerugian yang dirasakan penduduk.

Mandheling Coffe merupakan kopi yang paling digemari masyarakat Eropa dan Amerika serta juga sangat popular di belahan dunia lainnya menyebabkan nama Mandailing sangat terkenal. Komoditas kopi diproyeksi akan menjadi komoditas unggulan menggantikan posisi komoditi karet yang harganya terus terpuruk.

Dan hanya kawasan Mandailing Julu (Ulu Pungkut, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan) dan kawasan Pagur di Panyabungan Timur sebagai kawasan yang baik untuk tanaman kopi varietas Arabika. Pemerintah boleh-boleh saja menetapkan kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah juga harus memikirkan prospek ekonomi rakyatnya termasuk masa depan pengembangan perkebunan Mandheling Coffee.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rachmawati Siapkan Buku “Dosa Politik Mega”

    Rachmawati Siapkan Buku “Dosa Politik Mega”

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Rachmawati Soekarnoputri sedang mempersiapkan sebuah buku kecil untuk diberikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Dalam konteks Pilpres 2014, Rachma memiliki sikap yang berbeda dengan Surya Paloh. Tidak seperti Surya Paloh yang mendukung PDIP dan mendukung pencapresan Joko Widodo, Rachma memilih sebaliknya, tidak mendukung PDIP dan tidak mendukung pencalonan […]

  • Pejabat Dinkes Harus Minta Maaf Kepada Rakyat Madina

    Pejabat Dinkes Harus Minta Maaf Kepada Rakyat Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat di Dinas Kesehatan didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Madina terkait kesalahan input data covid-19 penyebab Madina masuk PKPM Level 4. Desakan itu dicuatkan ustad Sahminan Rangkuti, Rabu (18/9/2021). Jangan gara-gara oknum tertentu di Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina), rakyat jadi korban menanggung rugi yang sangat besar. “Mau salah input […]

  • Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Ternyata tak satupun keluar izin operasional tong raksasa pengolah batuan mengandung emas yang beroperasi di daerah Mandailing Natal ( Madina ). Tercatat salah satu tong raksasa yang menggunakan bahan kimia berbahaya itu adalah milik ND yang beralamat di desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPSTP […]

  • Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    Pedagang Pasar Baru Panyabungan Mulai di Verifikasi

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal mulai melakukan pendataan pedagang yang bakal menempati gedung baru di Pasar Baru Panyabungan. Verifikasi dan validasi data ini dilakukan sehubungan akan dilaksanakannya pemungsian pasar tersebut dalam waktu dekat. Pasar semi modren terbesar di Mandailing Natal itu sendiri memiliki sebanyak 506 kios dan 304 losd. Kepala […]

  • Pemkab Madina : FPPAB Harus Giat Melestarikan dan Menggali Budaya Mandailing

    Pemkab Madina : FPPAB Harus Giat Melestarikan dan Menggali Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandailing terutama di wilayah Mandailing Natal memiliki banyak kekayaan adat dan budaya serta sejarah yang memerlukan pelestarian, pengembangan dan pengalian-penggalian. Kekayaan itu berupa adat, seni arsitektur, seni musik, tarian, sastra, busana, kuliner dan situs-situs peninggalan sejarah Mandailing masa lampau. Berbagai kekayaan itu memerlukan pelestarian, pengembangan serta penggalian terutama penggalian yang bersifat […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 12)

    MARSIDAO-DAO (episode 12)

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Imada, les adong ma dungkap-dungkap ni balanjo. Dungi, 35.000 utiop dope ambaen tambang tu Huraba. Harana adong angan-angan ni ami nangkan kehe marsidao-dao tu Huraba ancogot,” ning Si Imran. “Bo, maua ma langa saba i sadun,” ning Si Siti. “Dompak manyabi rupana maso on. Pala ngada dapot ancogot pangomoan […]

expand_less