Selasa, 4 Agu 2026
light_mode

Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
  • print Cetak
Ali Musa Manto Lubis

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu.

Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu.

Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin banyaknya eksportir yang meminta komoditas Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee tujuan Eropa dan Amerika.

“Pihak BPKH dinilai tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat ketika melakukan kegiatan pematokan batas Taman Nasional Batang Gadis beberapa tahun lalu. Kondisi ini menyebakan warga kecewa, apalagi hasil patokan itu menjadi justifikasi batas-batas TNBG dengan lahan masyarakat,” kata Ali Musa Manto Lubis, pelaku budidaya kebun kopi kepada Mandailing Online, Senin (22/2) di lopo Tor Siri-siri, Lingkar Timur, Panyabungan.

Menurut pria mantan pengurus LSM Penjara UJ ini, warga di kawasan itu tidak menerima hasil pematokan batas TNBG yang dilakukan pihak Badan Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, sebab pematokan itu dinilai penduduk tak melibatkan masyarakat serta dilakukan dengan jangka waktu yang sangat singkat serta diduga juga tidak melibatkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina.

Garis patok itu juga dinilai warga tidak mempertimbangkan kearifan lokal Mandailing Julu yang selama ini sangat menjungjung tinggi kelestarian hutan disamping aktifitas penduduknya yang mayoritas berkebun.

“Kegiatan pematokan ini juga telah menyebabkan pihak TNBG menjadi posisi kambing hitam, karena pihak TNBG dituduh masyarakat sebagai pihak yang menetapkan batas TNBG dan mengesampingkan prospek masa depan kebun Kopi Mandailing,” kata Manto.

Dia mengatakan, warga pantas menyurati bupati dan menembuskannya kepada BPKH Sumut tentang keberatan warga terhadap pematokan itu, sehingga nantinya Pemkab Madina dapat menyikapi kerugian yang dirasakan penduduk.

Mandheling Coffe merupakan kopi yang paling digemari masyarakat Eropa dan Amerika serta juga sangat popular di belahan dunia lainnya menyebabkan nama Mandailing sangat terkenal. Komoditas kopi diproyeksi akan menjadi komoditas unggulan menggantikan posisi komoditi karet yang harganya terus terpuruk.

Dan hanya kawasan Mandailing Julu (Ulu Pungkut, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan) dan kawasan Pagur di Panyabungan Timur sebagai kawasan yang baik untuk tanaman kopi varietas Arabika. Pemerintah boleh-boleh saja menetapkan kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah juga harus memikirkan prospek ekonomi rakyatnya termasuk masa depan pengembangan perkebunan Mandheling Coffee.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum DPRD Labuhanbatu Pukul Meja , Rapat Diskorsing

    Oknum DPRD Labuhanbatu Pukul Meja , Rapat Diskorsing

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT : Rapat pembahasan nota Keuangan tahun anggaran (TA) 2010 di gedung DPRD Labuhanbatu diwarnai insiden ‘ngamuk’nya seorang anggota DPRD setempat. Aksi itu dilakukan dengan pemukulan meja. Dampaknya, rapat di skors hingga Rabu, 10 Agustus 2011. Pada hari Selasa 9 Agustus 2011 seorang oknum anggota dewan pada rapat dengan SKPD Dinas Pendidikan menanyakan terkait penggunaan […]

  • TRADISI MARBANTE

    TRADISI MARBANTE

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Kearifan Sosial Ekonomi di Mandailing)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi   ‘Marbante’ adalah kosa kata Bahasa Mandailing yang berasal dari kata ‘bante” yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang halal untuk dimakan dari bagian tubuh hewan yang berukuran besar, yang sudah disembelih seperti kerbau (horbo) dan lembu (lombu). Kemudian ditambah dengan awal ‘mar’ yang […]

  • Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun Anggaran 2009 dengan terdakwa mantan Kasatpol PP Ali Atas Nasution, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Selasa (14/12/2010), dengan agenda penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muttaqin Harahap SH. Persidangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan selesai sekitar 13.30 WIB, dipimpin […]

  • Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu penyakit di Pemkab Madina selama ini adalah persolalan data yang tidak akurat. Padahal data harus akurat agar kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah tepat sasaran. Data yang tidak akurat sangat berbahaya karena berdampak pada kekeliruan kebijakan daerah. Contohnya, data sektor pertanian. Jika data produksi, kendala dan kelemahan sektor pertanian amburadul maka kebijakan yang akan […]

  • Polres Madina Sita 205 Pucuk Senjata Mainan

    Polres Madina Sita 205 Pucuk Senjata Mainan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Madina menyita 205 pucuk senjata mainan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu disita juga 8 ketapel plastik, 98 buah petasan berbagai jenis. Penyitaan penyitaan itu berlangsung dalam rangkaian razia petasan dan senjata mainan. Penertiban dan razia petasan dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri. Sementara penertiban senjata mainan menggunakan peluru butiran […]

  • IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Madina terus menurun. Dari 6,21 persen (2015) anjlok menjadi 6,09 persen (2017). Lalu, terjun lagi menjadi hanya 5,30 persen (2019). Kondisi inilah yang membuat angka pengangguran di Madina meningkat tajam, dari 4,43 persen (2018) menjadi 6,37 persen (2019). Itu diungkap Prof. Dr. H. Eddy Suratman, SE.,MA.? Dia adalah salah […]

expand_less