Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
  • print Cetak
Ali Musa Manto Lubis

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu.

Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu.

Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin banyaknya eksportir yang meminta komoditas Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee tujuan Eropa dan Amerika.

“Pihak BPKH dinilai tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat ketika melakukan kegiatan pematokan batas Taman Nasional Batang Gadis beberapa tahun lalu. Kondisi ini menyebakan warga kecewa, apalagi hasil patokan itu menjadi justifikasi batas-batas TNBG dengan lahan masyarakat,” kata Ali Musa Manto Lubis, pelaku budidaya kebun kopi kepada Mandailing Online, Senin (22/2) di lopo Tor Siri-siri, Lingkar Timur, Panyabungan.

Menurut pria mantan pengurus LSM Penjara UJ ini, warga di kawasan itu tidak menerima hasil pematokan batas TNBG yang dilakukan pihak Badan Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, sebab pematokan itu dinilai penduduk tak melibatkan masyarakat serta dilakukan dengan jangka waktu yang sangat singkat serta diduga juga tidak melibatkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina.

Garis patok itu juga dinilai warga tidak mempertimbangkan kearifan lokal Mandailing Julu yang selama ini sangat menjungjung tinggi kelestarian hutan disamping aktifitas penduduknya yang mayoritas berkebun.

“Kegiatan pematokan ini juga telah menyebabkan pihak TNBG menjadi posisi kambing hitam, karena pihak TNBG dituduh masyarakat sebagai pihak yang menetapkan batas TNBG dan mengesampingkan prospek masa depan kebun Kopi Mandailing,” kata Manto.

Dia mengatakan, warga pantas menyurati bupati dan menembuskannya kepada BPKH Sumut tentang keberatan warga terhadap pematokan itu, sehingga nantinya Pemkab Madina dapat menyikapi kerugian yang dirasakan penduduk.

Mandheling Coffe merupakan kopi yang paling digemari masyarakat Eropa dan Amerika serta juga sangat popular di belahan dunia lainnya menyebabkan nama Mandailing sangat terkenal. Komoditas kopi diproyeksi akan menjadi komoditas unggulan menggantikan posisi komoditi karet yang harganya terus terpuruk.

Dan hanya kawasan Mandailing Julu (Ulu Pungkut, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan) dan kawasan Pagur di Panyabungan Timur sebagai kawasan yang baik untuk tanaman kopi varietas Arabika. Pemerintah boleh-boleh saja menetapkan kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah juga harus memikirkan prospek ekonomi rakyatnya termasuk masa depan pengembangan perkebunan Mandheling Coffee.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saham Daerah di Sorikmas Mining Diusulkan 10 Persen

    Saham Daerah di Sorikmas Mining Diusulkan 10 Persen

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Online) – Polemik antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan pemerintah Indonesia terkait kehadiran kontrak karya PT.Sorikmas Mining mulai menampakkan penyelesaian. Proses penciutan luas wilayah kontrak karya pada progres renegosiasi di Jakarta hanya menungu finalisasi dari menteri. Dan pihak PT.Sorikmas Mining sejauh ini telah menyetujui pengurangan luas wilayah kontrak karya mereka dari yang […]

  • Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru. Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang […]

  • DPR Wacanakan Wajib Militer di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI mewacanakan soal wajib militer di Indonesia. Hal tersebut termaktub dalam Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan (Komcad) yang tengah digodok di Gedung Kura-Kura. Komisi I DPR memandang penting kesigapan masyarakat ketika negara berada dalam kondisi genting. “Kalau terjadi perang, masa kita diam? Kita harus bantu negara. Contoh Singapura, sopir taksi tahu harus […]

  • Tolong Pak, Tertibkan Terminal!

    Tolong Pak, Tertibkan Terminal!

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Tolong pak, tertibkan terminal! Kalau tidak bisa, silahkan mundur dari jabatannya pak. Demikian ungkapan para supir angkutan kota lin 01 Kota Padangsidimpuan, saat ketika menyampaikan orasi, kemarin (20/4). Puluhan supir ini melakukan aksi unjukrasa di halaman Sekretariat Daerah Pemko Psp, mulai pukul 09.30 WIB. Mereka menuntut pemerintah kota menertibkan dan menyesuaikan fungsi Terminal […]

  • Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SD/SLTP Dikecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal belum sepenuhnya memberikan informasi penggunaan dana Bos bagi sekolah. Padahal undang-undang nomor 14 tahun 2008 mengamanatkan Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Public. Ketertutupan informasi ini seakan pemantauan dan pemonitoringan dari insatansi terkait dinilai terkesan masih kurang maksimal.

  • Sekda Madina Tutup MTQ

    Sekda Madina Tutup MTQ

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tahfizul Qur’an (MTQ) bagi pelajar atau santri tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) secara resmi ditutup oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Alamulhaq Daulay, Sabtu (3/12/2022). Pj Sekda Madina menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang selama tiga hari dalam menyukseskan MTQ tingkat Kabupaten Madina tersebut. Alamulhaq juga mengucapkan selamat kepada […]

expand_less