Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
  • print Cetak
Ali Musa Manto Lubis

Ali Musa Manto Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu.

Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu.

Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin banyaknya eksportir yang meminta komoditas Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee tujuan Eropa dan Amerika.

“Pihak BPKH dinilai tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat ketika melakukan kegiatan pematokan batas Taman Nasional Batang Gadis beberapa tahun lalu. Kondisi ini menyebakan warga kecewa, apalagi hasil patokan itu menjadi justifikasi batas-batas TNBG dengan lahan masyarakat,” kata Ali Musa Manto Lubis, pelaku budidaya kebun kopi kepada Mandailing Online, Senin (22/2) di lopo Tor Siri-siri, Lingkar Timur, Panyabungan.

Menurut pria mantan pengurus LSM Penjara UJ ini, warga di kawasan itu tidak menerima hasil pematokan batas TNBG yang dilakukan pihak Badan Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, sebab pematokan itu dinilai penduduk tak melibatkan masyarakat serta dilakukan dengan jangka waktu yang sangat singkat serta diduga juga tidak melibatkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina.

Garis patok itu juga dinilai warga tidak mempertimbangkan kearifan lokal Mandailing Julu yang selama ini sangat menjungjung tinggi kelestarian hutan disamping aktifitas penduduknya yang mayoritas berkebun.

“Kegiatan pematokan ini juga telah menyebabkan pihak TNBG menjadi posisi kambing hitam, karena pihak TNBG dituduh masyarakat sebagai pihak yang menetapkan batas TNBG dan mengesampingkan prospek masa depan kebun Kopi Mandailing,” kata Manto.

Dia mengatakan, warga pantas menyurati bupati dan menembuskannya kepada BPKH Sumut tentang keberatan warga terhadap pematokan itu, sehingga nantinya Pemkab Madina dapat menyikapi kerugian yang dirasakan penduduk.

Mandheling Coffe merupakan kopi yang paling digemari masyarakat Eropa dan Amerika serta juga sangat popular di belahan dunia lainnya menyebabkan nama Mandailing sangat terkenal. Komoditas kopi diproyeksi akan menjadi komoditas unggulan menggantikan posisi komoditi karet yang harganya terus terpuruk.

Dan hanya kawasan Mandailing Julu (Ulu Pungkut, Kotanopan, Muara Sipongi, Pakantan) dan kawasan Pagur di Panyabungan Timur sebagai kawasan yang baik untuk tanaman kopi varietas Arabika. Pemerintah boleh-boleh saja menetapkan kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah juga harus memikirkan prospek ekonomi rakyatnya termasuk masa depan pengembangan perkebunan Mandheling Coffee.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mantan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy menilai seharusnya pimpinan sidang paripurna Ranperda RPJMD yang batal terlaksana karena tidak kuorum menskors rapat sejak awal atau pada kesempatan pertama. Hal itu ia sampaikan ketika diminta keterangan terkait kejadian tak biasa di ruang sidang paripurna DPRD, Rabu (9/2). “Seyogianya, pimpinan menskors […]

  • Willem Iskander “belajar dari sejarah masa lalu”

    Willem Iskander “belajar dari sejarah masa lalu”

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

  • Dana Desa Dinilai Gagal, Bupati Diminta Evaluasi PMD Madina

    Dana Desa Dinilai Gagal, Bupati Diminta Evaluasi PMD Madina

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Desa di Mandailing Natal dinilai gagal mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kucuran Dana Desa yang mencapai ratusan milyar per tahun per desa pun dinilai mubazir alias tak menghasilkan apa-apa bagi ekonomi masyarakat desa. Kondisi ini dinilai akibat lemahnya visi pemerintahan desa sehingga tak mampu mensinergiskan pertumbuhan ekonomi ditengah kucuran Dana Desa […]

  • Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    Dalih Biaya ” Administrasi” Dana BOS, Kepsek di Panyabungan Ngaku Setor 1 Juta. Manager BOS Disdik Madina Membantah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Pengakuan mengejutkan dari sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Mereka diwajibkan membayar “biaya administrasi” kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina saat pencairan Dana Operasional Sekolah (BOS). Pemotongan dana ini terjadi setiap kali pencairan, dengan jumlah yang bervariasi tergantung dana yang dicairkan. ” paling rendah yang kita […]

  • Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Indonesia punya tradisi unik dan khas dalam merayakan idul fitri. Disamping tradisi mudik yang setiap tahun selalu fenomenal, kebiasaan lain yang menjamur pada saat idul fitri dan sepanjang bulan Syawal adalah halal bi halal. Banyak lembaga pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang merayakan idul fitri secara kolektif dalam bentuk halal bi halal. Bila ditelusuri dalam literatur-literatur […]

  • ARTI PENTING WORKSHOP PEMBUATAN SPJ DESA

    ARTI PENTING WORKSHOP PEMBUATAN SPJ DESA

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay, ST*   PENDAHULUAN Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Desa merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai bukti pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran yang dikelola oleh Pemerintah Desa. SPJ tidak hanya menjadi kewajiban administratif tetapi juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mengingat pentingnya hal ini, Workshop pembuatan SPJ desa […]

expand_less