Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Pemkab Dituntut Tempatkan Guru di Sinunukan dan Batahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Natal dan Batang Natal (DPP Ima Nabana) menggelar seminar tentang perkembangan daerah Nabana pasca 11 tahun mekarnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam seminar yang dilakukan di Kecamatan Sinunukan, Minggu (5/12), ini disebutkan, Pemkab dituntut untuk menempatkan guru di Kecamatan Sinunukan dan Batahan, agar kualitas pendidikan meningkat.

Seminar sehari ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari Ima Nabana dan seratusan warga Kecamatan Sinunukan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar. Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, yang diwakili Kasi SMP-SLTA, Zulham SPd, Camat Sinunukan dan Camat Batahan.

Ketua DPP Ima Nabana, Aswan, kepada METRO, mengatakan, seminar ini bertujuan untuk menyikapi perkembangan Kecamatan Sinunukan dan Batahan selama 11 tahun terakhir atau sejak dimekarkannya Kabupaten Madina.

“Ima Nabana merespon kondisi pembangunan di Kecamatan Sinunukan dan Batahan. Mengingat kedua kecamatan ini dinilai terbelakang dalam hal pembangunan begitu juga dengan pendidikan, dan kami memiliki harapan melalui seminar ini Pemkab Madina maupun Pemprov Sumut lebih respect dan memperhatikan infrastruktur jalan di Pantai Barat terutama Sinunukan dan Batahan demi peningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terang Aswan didampingi Irfan Rangkuti

Aswan menambahkan, tujuan dari seminar ini juga tak luput untuk berharap kepada Pemerintah Madina agar membangun SMK di Sinunukan mengingat banyaknya potensi yang ada karena selama ini siswa yang ingin bersekolah di bidang kejuruan harus rela ke Panyabungan yang memiliki jarak tempuh selama 4 hingga 5 jam, sehingga dengan jarak tempuh tersebut keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikannya itu terhalang belum lagi apabila dilihat dari segi ekonomi yang kurang mendukung. “Di samping itu, kami juga sangat berharap kepada Pemkab Madina supaya menempatkan tenaga pendidik yang lebih berkualitas dan profesional untuk menciptakan good education di dua kecamatan karena mengingat fasilitas dan sarana belajar yang kurang maka tenaga pendidik itu harus betul-betul mampu menyampaikan materi pelajaran tersebut,” sebut keduanya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Bebas Bupati Madina Sangat Kecil

    Peluang Bebas Bupati Madina Sangat Kecil

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) wilayah Tabagsel, Ridwan Rangkuti, SH.MH kepada wartawan, Kamis (27/9/2013) memprediksi sangat kecil peluang Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara bebas dari vonis pidana pengadilan. “Berdasar analisis secara yuridis, sesuai dengan kewenangan KPK, maka dapat disimpulkan sementara bahwa kecil kemungkinannya Hidayat Batubara bebas dari tutuntan jaksa, dalam […]

  • Imabana-Aceh Sosialisasi di Sejumlah Sekolah Kawasan Pantai Barat Madina

    Imabana-Aceh Sosialisasi di Sejumlah Sekolah Kawasan Pantai Barat Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ikatan Mahasiswa Batang Natal-Aceh (Imabana-Aceh) adalah organisasi mahasiswa yang berkuliah di Provinsi Aceh. Berdiri sejak tahun 2020 sebagai wadah para mahasiswa yang merantau di Aceh sekaligus wadah silaturahmi. Kelak jika selesai kuliah membawa sebidang ilmu yang berguna bagi daerahnya. Terkait dengan hal itu Imabana-Aceh menjalankan satu program yaitu IGTS (Imabana Go to School) di wilayah […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • Perda Tambang Rakyat Sudah Pernah Terbit, Tatapi Terbentur Regulasi Pemerintah Pusat

    Perda Tambang Rakyat Sudah Pernah Terbit, Tatapi Terbentur Regulasi Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina sudah pernah menerbitkan peraturan daerah tentang tambang rakyat pada tahun 2014 lalu. Hanya saja, peraturan daerah yang diterbitkan itu gagal diberlakukan akibat munculnya regulasi pemerintah pusat dalam bentuk Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang bertentangan dengannya. Itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Zubeir Lubis di gedung DPRD […]

  • Menteri Pertanian Rencanakan Bantu Madina

    Menteri Pertanian Rencanakan Bantu Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan membantu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di sektor pertanian. Itu dikatakannya saat Bupati Madina Saipullah Nasution bersama 11 kepala daerah beraudiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (9/10/2025). Pertemuan itu membahas beberapa hal ketahanan pangan, termasuk hilirisasi sektor pertanian. Saipullah menjelaskan, Menteri […]

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

expand_less