Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- print Cetak

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina di komplek perkantoran bupati. ( ist )
MADINA-(Mandailing Online) : Aturan pemerintah indonesia terkait penghapusan tenaga honorer seperti tenaga kerja sukarela ( TKS ) mulai tahun 2025 sesuai undang undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara ( ASN ) ternyata belum sepenuhnya dijalankan di pemerintah Kabupaten Mandalling Natal ( Madina ).
Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan contohnya masih mengalokasikan anggaran dana senilai 1.158.000.000 untuk gaji para tenaga kerja sukarela untuk tahun 2025 bersumbee dari APBD.
Dari data yang didapat, rincian dana tersebut untuk Belanja Jasa Tenaga Administrasi senilai, Rp. 798.000.000. belanja jasa tenaga operator komputer senilai Rp. 210.000.000. Belanja jasa tenaga kebersihan atau tenaga suka rela jasa kebersihan. Rp. 120.000.000. Belanja jasa tenaga keamanan tenaga suka rela jasa keamanan. Rp. 24.000.000 serta benlanja tenaga suka rela jasa supir. Rp. 6.000.000.
Kepala Seksi Bagian Umum dan Kepegawaian (Kasubag) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nora Rahmi pada Mandailing Online membenarkan pengalokasian anggaran tersebut.
“dana itu untuk tenaga suka rela (TKS) yang dibawah Dispen Madina yakni Guru, Tekhnis, atau Tekhnis TKS Kordinator Wilayah (Korwil) di Madina dan Sopir,” jelas Nora kamis 9/7/2025
Ia menjelaskan, ada 573 orang guru yang mempunyai SK kemudian 175 Orang Tekhnis termasuk di Korwil. Terkait nilai atau besaran yang diterima dikatakan Nora hanya Rp.1000.000 setiap orangnya. Mereka sendiri mellliki latar pendidikan yang berbeda seperti TKS setingkat SLTA, D3 dan S1.
Anggaran itu sendiri kata Nora masih di efisiensi namun sudah dicairkan sampai Juni 2025.
Hal senada dibenarkan oleh Andi Akbar Batubara selaku bendahara dinas bahwa ia telah mencairkan gaji TKS yang disertai dengan SK. Namun ia tidak merinci jumlah nya.
“Saya hanya mencairkan yang sudah punya surat keterangan saja, kalo untuk rinciannya kasubag umum yang tau,” Kata Andi
Sementara itu. Plt Dinas Pendidikan Madina M. Daud Batubara mengaku belum menerima dan mengetahui rincian dari dana tersebut. Ia sendiri mengatakan baru hari ditugaskan di Dinas Pendidikan setelah pengunduran diri Rindwan Daulay sebagai Plt Dinas Pendidikan debelum nya.
“Kan saya baru bertugas disini, saya juga belum menerima uraian dari konfirmasi tersebut, namun nanti saya akan tindaklanjuti,” Beber Daud. ( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi

