Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
  • print Cetak


MADINA:
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot.

Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Madina Taufik Lubis, Jumat 22 April 2011. Para penambang ini,termasuk keempat korban, tidak mempunyai legalitas untuk membuka usaha tambang.

Apalagi semua penambang di daerah itu masih menggunakan sistem tradisional. ”Kami menduga semua penambang belum mendapatkan izin dari pemerintah,makanya untuk mengantisipasi ada kejadian berikutnya,kami untuk sementara menghentikan semua aktivitas di wilayah itu,” imbuhnya. Menurut dia, 80% dari total keseluruhan jumlah penambang di wilayah itu berasal dari Pulau Jawa. ”Masyarakat setempat tidak akan sanggup bertahan lama di dalam lubang galian.

Yang sanggup bertahan lama itu umumnya warga asal Pulau Jawa,”ujarnya. Keempat penambang yang tewas adalah Abut, 35; Efi, 35; warga Bogor; Asep, 36; dan Saiful, 40, warga Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu, mereka sedang mencari biji emas di pinggir gunung, namun tibatiba terjadi longsor dan menutup lubang tempat mencari emas.Masyarakat setempat dibantu aparatur desa melakukan pencarian dan menemukan jenazah mereka dalam timbunan tanah, Kamis 22 April 2011 siang.

Penghentian aktivitas tambang juga terkait pelaksanaan pencoblosan ulang pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah itu. ”Kami tidak mau ada kejadian yang menyebabkan terganggunya pelaksanaan pilkada,” ujarnya. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Madina Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ahmad Fauzi Daimunthe mengatakan, kematian empat penambang tradisional tersebut positif disebabkan gas beracun dari dalam tanah. Lubang yang digali para penambang sangat dalam, sehingga memunculkan gas beracun.

”Berdasarkan keterangan dari pihak medis, kematian itu positif karena keracunan, ”ujarnya. Jenazah keempat korban sudah dibawa keluarga ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 00.00 WIB Jumat 22 April 2011. ”Setelah selesai diautopsi, keempat mayat langsung dibawa keluarga yang juga samasama penambang,”bebernya. Pihak kepolisian juga sudah memeriksa sejumlah saksi, terutama pemilik lahan penambangan.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Polres juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas penambangan. ”Kami sudah memasang police line di tempat kejadian dan lobang itu sudah ditutup,” ujarnya.(si)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Pembacaan Dakwaan Abu Bakar Ba’asyir JAKARTA- Sempat tertunda, sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa tindak pidana teroris Abu Bakar Ba’asyir digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kemarin (14/2). Tim Jaksa Penuntut Umum menyebut Ba’asyir merencanakan dan menggerakkan orang melakukan tindak pidana terorisme. Terungkap, aktivitas Ba’asyir tersebut menelan anggaran Rp1 miliar lebih. Secara bergantian, […]

  • Karang Taruna Bentuk Posko Pengaduan Penyimpangan Dana Desa

    Karang Taruna Bentuk Posko Pengaduan Penyimpangan Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Forum Pengurus Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal secara tegas menyatakan siap untuk mengawal pelaksaanaan UU No.6/2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah No. 43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6/2014 tentang Desa. “Kita siap untuk memberdayakan Karang Taruna di Tingkat Kecamatan dan Desa untuk secara pro aktif ikut dalam pengawalan implementasi amanat UU […]

  • Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa. Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah […]

  • Kenaikan Harga Cabe Akibat Stok Kurang

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Dinas Perindustrian dan Perdagaan Koperasi UKM dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyatakan melonjaknya harga cabe merah di Panyabungan akibat penen cabe masih minim. Kadis Perindustrian dan Perdagaan Koperasi UKM dan Pasar Lis Muliadi melalui stapnya mengatakan, kenaikan harga cabe di beberapa pasar tradisional disebabkan stok cabe berkurang. Kondisi itu dipicu […]

  • Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Pulang dati tanah rantau, Abdul Hamid berhasil dalam budidaya cabe di Desa Tanjung Larangan Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal. Saat ini panen awal kebun cabe seluas ¼ hektar itu menghasilkan panen yang sangat memuaskan serta harga yang masih tinggi. “Memang pada pertanaman cabe kita pada saat ini alhamdulilah masih bagus, hasilnya […]

  • Antrean Panjang di Jembatan Aek Ranto Puran

    Antrean Panjang di Jembatan Aek Ranto Puran

    • calendar_month Jumat, 24 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ANTRE PANJANG Ratusan kendaraan antre panjang di Jalan Lintas Sumatera tepatnya dekat Jembatan Aek Rantopuran Gunungtua Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal yang ambruk beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut disebabkan jembatan bialley sebagai jembatan pengganti hanya bisa dilewati kendaraan satu arah secara bergantian.(medanbisnis/zamharir rangkuti)

expand_less