Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
  • print Cetak


MADINA:
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot.

Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Madina Taufik Lubis, Jumat 22 April 2011. Para penambang ini,termasuk keempat korban, tidak mempunyai legalitas untuk membuka usaha tambang.

Apalagi semua penambang di daerah itu masih menggunakan sistem tradisional. ”Kami menduga semua penambang belum mendapatkan izin dari pemerintah,makanya untuk mengantisipasi ada kejadian berikutnya,kami untuk sementara menghentikan semua aktivitas di wilayah itu,” imbuhnya. Menurut dia, 80% dari total keseluruhan jumlah penambang di wilayah itu berasal dari Pulau Jawa. ”Masyarakat setempat tidak akan sanggup bertahan lama di dalam lubang galian.

Yang sanggup bertahan lama itu umumnya warga asal Pulau Jawa,”ujarnya. Keempat penambang yang tewas adalah Abut, 35; Efi, 35; warga Bogor; Asep, 36; dan Saiful, 40, warga Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu, mereka sedang mencari biji emas di pinggir gunung, namun tibatiba terjadi longsor dan menutup lubang tempat mencari emas.Masyarakat setempat dibantu aparatur desa melakukan pencarian dan menemukan jenazah mereka dalam timbunan tanah, Kamis 22 April 2011 siang.

Penghentian aktivitas tambang juga terkait pelaksanaan pencoblosan ulang pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah itu. ”Kami tidak mau ada kejadian yang menyebabkan terganggunya pelaksanaan pilkada,” ujarnya. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Madina Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ahmad Fauzi Daimunthe mengatakan, kematian empat penambang tradisional tersebut positif disebabkan gas beracun dari dalam tanah. Lubang yang digali para penambang sangat dalam, sehingga memunculkan gas beracun.

”Berdasarkan keterangan dari pihak medis, kematian itu positif karena keracunan, ”ujarnya. Jenazah keempat korban sudah dibawa keluarga ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 00.00 WIB Jumat 22 April 2011. ”Setelah selesai diautopsi, keempat mayat langsung dibawa keluarga yang juga samasama penambang,”bebernya. Pihak kepolisian juga sudah memeriksa sejumlah saksi, terutama pemilik lahan penambangan.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Polres juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas penambangan. ”Kami sudah memasang police line di tempat kejadian dan lobang itu sudah ditutup,” ujarnya.(si)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • Tolak Wajib Militer, PNS Bisa Dipidana

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Draf Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Komponen Cadang Pertahanan Nasional yang merancang PNS dan para pekerja wajib militer sudah di DPR dan siap dibahas. Bahkan PNS dan pekerja yang menolak wajib militer bisa dipidana. Itu berdasarkan draf RUU Komponen Cadangan yang diperoleh, Kamis (30/5), sanksi bagi warga sipil yang menolak wajib latihan militer bervariasi. […]

  • Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mentawai: Hanafi, seorang polisi lalu lintas, pengayom masyarakat yang gemar membagikan ilmu bercocok tanam kepada warga di Dusun Turonia, desa Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Ahad (28/11). Di petang hari dan di waktu luangnya, Hanafi lebih sering terlihat di lahan dekat kantornya bekerja, yang disulap menjadi ladang bercocok tanam. Sejak bertugas di Kepulauan Mentawai, Hanafi […]

  • Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar. Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang […]

  • Merasa Diancam,  Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    Merasa Diancam, Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Merasa mendapat ancaman fisik, Nekson Tanjung salah satu tim kampanye Djarot-Sihar akan mengadukan satu akun ke Polda Sumut. Nekson akan mengadukan akun facebook Ahmad Ravi ke Polda Sumut dalam waktu dekat. Pemilik akun Ahmad Ravi di facebook ini disebut-sebut berprofesi wartawan di salah satu media terbitan Medan. Di kolom komentar pada […]

  • Madina Target 25 Persen Penduduk Pakai KTP Digital

    Madina Target 25 Persen Penduduk Pakai KTP Digital

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut menarget 25 persen penduduk Madina memiliki KTP digital. Target itu berdasar penetapan Direktur Jenderal Dukcapil untuk Madina tahun ini. “Target dari Ditjen Dukcapil 25 persen dari penduduk Madina,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Madina, Ridwan Nasution kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis […]

expand_less