Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jul 2012
  • print Cetak

BANDUNG – Lembaga Observatorium Bosscha memprediksi awal Ramadhan 2012 jatuh pada Jumat (20/7). Itu dilihat dari perhitungan astronomi yang diterapkan lembaga setempat.

Peneliti Bosscha Evan Irawan mengatakan, perkiraan jatuhnya awal Ramadhan 2012 pada tanggal tersebut dihitung berdasarkan posisi hilal, atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. “Tanggal 19 Juli (Kamis, red) posisi hilal berada di atas matahari,” kata dia, tadi malam.

Menurut Evan, pada 19 Juli, posisi hilal hanya berada dua derajat di atas matahari. Kemungkinan besar hilal tersebut tak akan terlihat karena jaraknya terlalu dekat dengan matahari. Biasanya, lanjut dia, pada kondisi tersebut posisi hilal dipertanyakan oleh sejumlah ormas Islam.

Ia mengatakan, pada dasarnya perhitungan sejumlah ormas tersebut hampir sama dengan perhitungan Bosscha. Karena, rumus yang digunakan sama-sama menggunakan perhitungan modern. Jadi, sambung dia, perbedaan pendapat tersebut bukan masalah astronomi, melainkan perbedaan syariah atau hukum yang diterapkan sejumlah ormas Islam tersebut.

Seperti Muhammadiyah, misalnya, yang berpatokan Ramadhan ditentukan dari posisi hilal lebih tinggi dari matahari. Kemudian Nahdlatul Ulama (NU) berkeyakinan pada Hadist yang menyebutkan puasa ditentukan jika melihat hilal. “Jika melihat (hilal) dengan mata atau ilmu pengetahuan, tinggal memilih mana yang akan dipakai,” ujar Evan.

Meski secara hisab hilal diprediksi 20 Juli, menurut Evan, Bosscha akan kembali melakukan pengamatan sehari sebelum hilal jatuh. Pengamatan dilakukan di beberapa tempat, seperti dari teropong Bosscha, juga di gedung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Penentuan awal bulan suci Ramadhan dan awal Idul Fitri tahun 2012 diperkirakan akan berbeda antara pemerintah dan organisasi agama seperti NU dan Muhammadiyah.

Menyimak ketidaksamaan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2012 ini, pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir menilai fenomena yang kerap terjadi tiap tahunnya ini merupakan tanda kelemahan integritas institusi Islam di Indonesia mulai dari Presiden, Menteri Agama hingga tokoh-tokoh Islam.

“Mereka Presiden, Menteri Agama dan tokoh Islam gagal menentramkan umat Islam apapun alasan perbedaannya dan buat tidak nyaman umat. Secara pribadi saya menyerahkan keputusan ini kepada Majelis Ulama Indonesia dan dari Majelis diserahkan kepada Kementerian Agama untuk bermusyawarah dengan mayoritas umat Islam,” katanya kepada wartawan, tadi malam.

Menurut Bachtiar yang juga pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQLIC), pemerintah seharusnya menjalankan semua syariat Islam, kecuali jika ada intrik-intrik politik maka niat para pimpinan tersebut biarlah mendapat hukuman setimpal dari Allah SWT.

Khusus warga Muhammadiyah, Bachtiar sudah membenarkan pilihan mereka dalam menentukan awal puasa tahun ini dan sudah dijalan yang benar. Puasa Ramadhan merupakan ibadah sosial dan butuh komitmen yang tinggi kepada pimpinan. Begitu pula ia menyarankan agar tiap keluarga tidak berbeda pendapat dan timbul perpecahan dalam mengambil keputusan awal puasa dan awal Idul Fitri.

“Jangan sampai di keluarga besar timbul perbedaan pendapat. Ikuti pimpinan keluarga, pastikan tidak latah ikut awal puasa karena alasan demokrasi. Jika sampai ada perbedaan pendapat dalam keluarga itu menandakan pimpinan keluarga yang lemah dan tidak tegas,” ujarnya.

Dari http://hilal.kominfo.go.id/, yaitu sistem informasi pengamatan hilal Kementerian Komunikasi dan Informatika walaupun pengamatan hilal 1 ramadhan 1433H akan dilaksanakan pada 18 juli 2012, tetapi penentuan awal Ramadhan 2012 telah disampaikan secara detail oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG akan menyampaikan informasi hilal saat matahari terbenam pada Kamis 19 Juli 2012.(republika)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Koperasi Sawit Murni, 2 Terdawka Dituntut 3,6 Tahun Penjara

    Kasus Koperasi Sawit Murni, 2 Terdawka Dituntut 3,6 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua orang terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen di Koperasi Sawit Murni dituntut masing-masing 3 tahun 6 bulan penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Panyabungan, Julius Michael,SH dan Jupri Wandy Banjarnahor,SH di Pengadilan Negeri Mandailing Natal dalam persidangan pembacaan tuntutan yang dipimpin Hakim Ketua, Deny Riswanto,SH.MH, Rabu […]

  • Ketua DPRD Manfaatkan Kemeriahan HUTRI Silaturahmi dengan Warga Banjar Sehat

    Ketua DPRD Manfaatkan Kemeriahan HUTRI Silaturahmi dengan Warga Banjar Sehat

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis memanfaatkan kemeriahan HUT ke-77 RI untuk bersilaturahmi dengan warga Banjar Sehat, Panyabungan II. Kehadiran Ketua DPRD sontak membuat heboh masyarakat yang hadir di lokasi. Beberapa di antaranya berebut untuk sekadar bersalaman atau berswafoto. Banjar Sehat merupakan dusun yang tidak asing bagi Ketua DPD […]

  • Baliho Maklumat dan Kasus Taman Raja Batu

    Baliho Maklumat dan Kasus Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Jika anda pernah melintas di jalan raya Lintas Sumatera titik Desa Parbangunan, Panyabungan Mandailing Natal pada Pebruari 2018, anda mungkin melihat satu baliho dipajang di dekat Taman Raja Batu. Baliho itu menghadap jalan raya, tak jauh dari simpang menuju komplek perkantoran pemkab Mandailing Natal (Madina) sehingga mudah terlihat oleh pelintas. Baliho itu berisi maklumat […]

  • Komunitas Bismillah Minta Pemda dan Polisi Brantas Narkoba dan Tempat Maksiat

    Komunitas Bismillah Minta Pemda dan Polisi Brantas Narkoba dan Tempat Maksiat

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Komunitas Bismillah, kata Abdul Aziz, telah mengusulkan kepada Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution agar pawai obor seperti penyambutan malam tahun baru islam semalam diadakan setiap tahun bahkan lebih meriah dibanding tahun baru Masehi Rabu 19/7/2023. Abdul Aziz yang juga sebagai Panitia pawai obor perayaan […]

  • 9 Rumah Terbakar di Kotasiantar

    9 Rumah Terbakar di Kotasiantar

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya 9 rumah hangus dalam musibah kebakaran hebat di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Selasa (12/11). Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Saat warga masih tidur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun hampir semua barang-barang milik para korban nyaris tak bisa diselamatkan akibat api begitu […]

  • Syariah Tak Diterapkan, Perempuan Jadi Korban

    Syariah Tak Diterapkan, Perempuan Jadi Korban

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Indonesia makin tidak aman dan tidak ramah untuk perempuan. Mereka terus diintai kejahatan seksual. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh tragedi kekerasan seksual disertai pembunuhan seorang remaja putri di daerah Rojong Lebong, Bengkulu. Korban bernama Yuyun diperkosa oleh 14 pemuda yang sedang pesta miras. Yuyun lalu dibunuh dan jasadnya secara keji dibuang ke jurang. Menyusul kasus […]

expand_less