Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jul 2012
  • print Cetak

BANDUNG – Lembaga Observatorium Bosscha memprediksi awal Ramadhan 2012 jatuh pada Jumat (20/7). Itu dilihat dari perhitungan astronomi yang diterapkan lembaga setempat.

Peneliti Bosscha Evan Irawan mengatakan, perkiraan jatuhnya awal Ramadhan 2012 pada tanggal tersebut dihitung berdasarkan posisi hilal, atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. “Tanggal 19 Juli (Kamis, red) posisi hilal berada di atas matahari,” kata dia, tadi malam.

Menurut Evan, pada 19 Juli, posisi hilal hanya berada dua derajat di atas matahari. Kemungkinan besar hilal tersebut tak akan terlihat karena jaraknya terlalu dekat dengan matahari. Biasanya, lanjut dia, pada kondisi tersebut posisi hilal dipertanyakan oleh sejumlah ormas Islam.

Ia mengatakan, pada dasarnya perhitungan sejumlah ormas tersebut hampir sama dengan perhitungan Bosscha. Karena, rumus yang digunakan sama-sama menggunakan perhitungan modern. Jadi, sambung dia, perbedaan pendapat tersebut bukan masalah astronomi, melainkan perbedaan syariah atau hukum yang diterapkan sejumlah ormas Islam tersebut.

Seperti Muhammadiyah, misalnya, yang berpatokan Ramadhan ditentukan dari posisi hilal lebih tinggi dari matahari. Kemudian Nahdlatul Ulama (NU) berkeyakinan pada Hadist yang menyebutkan puasa ditentukan jika melihat hilal. “Jika melihat (hilal) dengan mata atau ilmu pengetahuan, tinggal memilih mana yang akan dipakai,” ujar Evan.

Meski secara hisab hilal diprediksi 20 Juli, menurut Evan, Bosscha akan kembali melakukan pengamatan sehari sebelum hilal jatuh. Pengamatan dilakukan di beberapa tempat, seperti dari teropong Bosscha, juga di gedung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Penentuan awal bulan suci Ramadhan dan awal Idul Fitri tahun 2012 diperkirakan akan berbeda antara pemerintah dan organisasi agama seperti NU dan Muhammadiyah.

Menyimak ketidaksamaan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2012 ini, pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir menilai fenomena yang kerap terjadi tiap tahunnya ini merupakan tanda kelemahan integritas institusi Islam di Indonesia mulai dari Presiden, Menteri Agama hingga tokoh-tokoh Islam.

“Mereka Presiden, Menteri Agama dan tokoh Islam gagal menentramkan umat Islam apapun alasan perbedaannya dan buat tidak nyaman umat. Secara pribadi saya menyerahkan keputusan ini kepada Majelis Ulama Indonesia dan dari Majelis diserahkan kepada Kementerian Agama untuk bermusyawarah dengan mayoritas umat Islam,” katanya kepada wartawan, tadi malam.

Menurut Bachtiar yang juga pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQLIC), pemerintah seharusnya menjalankan semua syariat Islam, kecuali jika ada intrik-intrik politik maka niat para pimpinan tersebut biarlah mendapat hukuman setimpal dari Allah SWT.

Khusus warga Muhammadiyah, Bachtiar sudah membenarkan pilihan mereka dalam menentukan awal puasa tahun ini dan sudah dijalan yang benar. Puasa Ramadhan merupakan ibadah sosial dan butuh komitmen yang tinggi kepada pimpinan. Begitu pula ia menyarankan agar tiap keluarga tidak berbeda pendapat dan timbul perpecahan dalam mengambil keputusan awal puasa dan awal Idul Fitri.

“Jangan sampai di keluarga besar timbul perbedaan pendapat. Ikuti pimpinan keluarga, pastikan tidak latah ikut awal puasa karena alasan demokrasi. Jika sampai ada perbedaan pendapat dalam keluarga itu menandakan pimpinan keluarga yang lemah dan tidak tegas,” ujarnya.

Dari http://hilal.kominfo.go.id/, yaitu sistem informasi pengamatan hilal Kementerian Komunikasi dan Informatika walaupun pengamatan hilal 1 ramadhan 1433H akan dilaksanakan pada 18 juli 2012, tetapi penentuan awal Ramadhan 2012 telah disampaikan secara detail oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG akan menyampaikan informasi hilal saat matahari terbenam pada Kamis 19 Juli 2012.(republika)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arsidin: Pemerintah Jangan Beri Peluang PT Rendy Ulur Waktu

    Arsidin: Pemerintah Jangan Beri Peluang PT Rendy Ulur Waktu

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Arsidin Batubara meminta pemerintah untuk tidak memberi peluang kepada PT Rendy Permata Raya mengulur waktu dalam merealisasikan kebun plasma bagi warga Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Sumut. Hal itu disampaikan Arsidin menanggapi belum tercapainya kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat penerima […]

  • Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengapresiasi progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera (SPS). Apresiasi itu disampaikan bupati usai meninjau pembangunan SPPG tersebut di Jalan Bhakti ABRI, Panyabungan, Selasa (22/7/2025). SPPG juga disebut “Dapur MBG” merujuk pada dapur yang berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi […]

  • Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Sahri Ahmad KDT Harahap, Jum’at (4/1) mengakui pihaknya telah membayar 100 persen pada setiap paket proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2012. Pengakuan Sari Ahmad ini kontan mengejutkan, karena masih banyak proyek yang masih terbengkalai alias tidak selesai dikerjakan 100 persen hingga limit […]

  • AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011). Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas […]

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

  • Parlin Lubis : Tahun 2023 Target PAD Pasar Kegemukan Sehingga Tak Capai Target

    Parlin Lubis : Tahun 2023 Target PAD Pasar Kegemukan Sehingga Tak Capai Target

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2023, target Pendaparan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dari sektor pasar atau pertokoan yang di kontrakkan senilai Rp.249.546.000,00 tidak tercapai, kondisi ini dinilai akibat tidak ideal dengan kondisi lapangan. ” Target PAD nya terlalu gemuk dan tidak ideal dengan kondisi lapangan, banyak kios yang […]

expand_less