Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
  • print Cetak

 

Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH

 

PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Artinya, jika masih ada Desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal berarti masih ada yang salah dalam tata kelola pemerintahan Desa tersebut.

“Pasalnya grafik bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa terus meningkat. Apabila kita ambil data Kemenkeu tahun 2017, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK.07/2017 tentang perubahan rincian Dana Desa menurut daerah Kab/Kota Tahun 2018 menyebutkan bahwa Dana Desa untuk Desa-desa di seluruh Indonesia tahun 2018 mencapai Rp. 60 triliun. Hal ini jauh meningkat jika dibandingkan sejak tahun 2016 yang masih berkisaran Rp. 46 triliun”, kata Anwar yang juga berprofesi sebagai Advokat.

Lebih lanjut Anwar memaparkan bahwa tahun 2019, yang masih merujuk data Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa Dana Desa sebesar Rp70,0 triliun.

“Besaran dana sekitar 5 Milyar per/desa selama 5 tahun. Jika dilihat dari hal tersebut apabila tidak menghasilkan perubahan, tentu ada masalah”, tambah Anwar.

“Kita menemukan banyak Desa yang hanya membangun jalan dan drainase, sementara kualitas hidup dan akses ekonomi masyarakat tidak banyak disentuh”, ungkap Anwar, Sabtu (16/11/2019).

Sebagai contoh dalam rekap jumlah status Desa Provinsi Sumatera Utara, dari 27 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, mayoritas Kabupaten/Kota masih ada yang tergolong Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal.

Misalnya Daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan, seperti Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas adalah Desa yang paling banyak memiliki kategori Desa Tertinggal.

“Justru yang sangat membuat kita merasa miris adalah, bahwa dari 27 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Mandaling Natal adalah rangking tertinggi sebagai pemasok Desa Tertinggal yakni mempunyai berjumlah 204 Desa Tertinggal. Tak cukup sampai di situ, ternyata Kabupaten Paluta juga memiliki rangking tertinggi desa Sangat Tertinggal yaitu sebanyak 109 desa,” ungkapnya.

Padahal, papar Anwar, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang lain, Kab. Madina dan Kab. Paluta tidak termasuk daerah yang minus sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Oleh sebab itu kami menganggap ada yang hal dalam proses pengelolaan Desa sebagai basis masyarakat yang tidak beres dalam tata kelola pemerintahan Desa yang baik, alhasil berimplikasi terhadap status Desa masih mendapat rapor yang jelek, misalnya masih menyandang status Desa sangat tertinggal dan tertinggal,” katanya.

“Tentu kita berharap agar pemerintah mencari solusi yang super efektif dan efisien apa dan bagaimana hendaknya Dana Desa tersebut dikelola dengan baik, agar tidak hanya sekedar penyaluran Dana Desa yang terkesan bagi-bagi jatah saja” tukas Anwar,” tukas Anwar. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    Alhamdulillah, Inilah Kabar Baik untuk Bidan Desa PTT

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA -‎‎ Asisten Deputi Perencanaan dan Sistem Informasi SDM Aparatur, pada Kedeputian SDM Aparatur, KemenPAN-RB Subowo Djoko Widodo mengungkapkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan agar seluruh bidan desa PTT diangkatmenjadi CPNS. Mengingat, kebutuhan masyarakat akan tenaga kesehatan sangat tinggi. “Instruksi Wapres memang disuruh angkat semua. Tapi ada kendalanya terutama untuk bidan desa yang berusia di […]

  • Milad Madina Yang Menyatukan

    Milad Madina Yang Menyatukan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang paripurna DPRD Madina memperingati ulang tahun (milad) Kabupaten Mandailing Natal ke-15 kali ini merupakan perhelatan yang penuh makna. Milad ini ini dapat dikatakan sebagai salah satu momen menyatunya semua pihak dalam satu titik yang sangat berarti bagi dinamika Madina ke depan. Betapa tidak, kehadiran salah satu tokoh penting penggagas pembentukan Kabupaten Mandailing Natal hadir […]

  • Mixing PAI dan PKn, Matching?

    Mixing PAI dan PKn, Matching?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen Pendidikan Islam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) meminta klarifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sedang membahas kemungkinan penggabungan mata pelajaran PAI dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Jika upaya penggabungan PKN dan PAI menjadi satu mata pelajaran, Mahnan menegaskan, AGPAII menolak kebijakan itu karena menimbulkan persoalan besar. Dia […]

  • Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan kafe di sekitar Jalan Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM), membuat resah masyarakat Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Masyarakat berharap Satpol PP segera melakukan penertiban terhadap kafe tersebut. Apalagi di kawasan itu juga sering terjadi keributan. Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Madina Arminsyah Batubara setelah mendapat surat tembusan laporan […]

  • Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KENDARI (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seluruh kepal daerah turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus 2025, Bupati Saipullah hadir bersama Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Sekretaris Dewan Afrizal Nasution, […]

  • Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan masyarakat terkait pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Panyabungan telah sampai ke Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Laporan masyarakat itu telah ditindaklanjuti dengan RDP bersama pihak RSUD pada 15 Oktober 2021. Kemudian pada Senin (25/10) Komisi IV DPRD Madina melakukan tinjauan lapangan ke RSUD Panyabungan. Anggota Komisi IV yang hadir […]

expand_less