Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak

T Tinggi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) melakukan aksi protes di halaman Mapolresta, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Kamis (2/2).
Aksi tersebut terkait kinerja jajaran kepolisian setempat yang terkesan lambat dalam menyelesaikan kasus yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Sofi dalam kasus pencurian di dalam rumah miliknya pada tahun 2008 silam.
Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster berisi tulisan bernada kecaman kepada kinerja aparat kepolisian yang sangat lambat dalam menyelesaikan kasus perkara. Mereka menilai kasus tersebut sengaja diperlambat oleh pihak-pihak berkepentingan, karena di dalamnya juga ikut terlibat seorang polisi dan tidak pernah ditetapkan menjadi tersangka.

Massa juga membawa spanduk sepanjang empat meter bertuliskan 1.000 tanda tangan masyarakat Kota Tebingtinggi akan dilakukan karena tidak adanya keadilan bagi masyarakat kecil. Kordinator aksi, Sari Damanik meminta kepada aparat kepolisian agar segera menuntaskan kasus yang menimpa Sofi hingga terbuka kebenaran dan keadilan jangan berlarut-larut lagi dalam ketidakjelasan.

“Tangkap orang yang terlibat dan adili mereka. Polisi harus bekerja secara profesional sesuai kode etik dan tugasnya,” tegas Sari di hadapan puluhan personil Polres Tebingtinggi yang dipersiapkan untuk mencegah tindakan anarkis para demonstran.

Akhirnya perwakilan mahasiswa bersama korban pencurian, Sofi langsung diterima Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP Ngemat Surbakti didampingi Kasat Reskrim AKP Lili Astono. Dalam pertemuan itu, sempat terjadi adu argument antara kedua belah pihak. Pihak pelapor meminta kepada jajaran Polres Tebingtinggi agar segera menangkap pencuri walapun melibatkan oknum polisi.

Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Tebingtinggi menjelaskan akan tetap menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat. Disebutkan, kepastian hukum akan didapat oleh masyarakat, tapi semua butuh penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait lambatnya tuntas kasus tersebut dikarenakan pihak kejaksaan telah melakukan pemulangan berkas P19 karena belum lengkapnya unsur-unsur hukum didalamnya.

“Untuk kasus ini, bila juru periksa (juper) pembatu telah bosan menangani kasus tersebut, kita akan menggantinya dengan juper yang baru. Sepuluh hari ke depan pihak pelapor sekaligus korban akan mendapatkan jawaban kelanjutan kasus pencurian itu dari pihak polisi untuk diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelas Ngemat Surbakti.

Mendengar penjelasan pihak kepolisian, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gerakan mahasiswa peduli rakyat meninggalkan Polres Tebingtinggi dengan tertib, apabila yang dijanjikan pihak polisi tidak terbukti sampai sepuluh hari ke depan, mahasiswa berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah masa yang lebih besar. ( ali yustono.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara menyerahkan urusan penonaktifannya sebagai kepala daerah pada pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikan Hidayat usai menjadi saksi kasus suap dengan terdakwa PT Bumi Lestari Surung Panjaitan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (25/9/2013). Selama kurang lebih tiga jam. Namun ia tetap kukuh menyatakan, uang Rp 1 miliar dari Surung […]

  • Partai Hanura Raih 2 Kursi di Dapil I

    Partai Hanura Raih 2 Kursi di Dapil I

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Dapil I (Daerah Pemilihan I) diprediksi Partai Hanura memperoleh 2 kursi. Dapil I meliputi Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Barat dan Panyabungan Timur. Dari kuota 10 kursi di Dapil I […]

  • Merdeka 100 Persen ala Tan Malaka

    Merdeka 100 Persen ala Tan Malaka

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hengky Datuk Tan Malaka VII Lahir sebagai Ibrahim bergelar Datuk Tan Malaka, di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatra Barat pada 2 Juni 1894. Seorang pejuang nasionalis dan pemikir yang begitu revolusioner, radikal dan militan. Bahkan pemikiran-pemikirannya begitu berbobot dan didukung sikapnya yang konsisten. Dia adalah tokoh pencetus Republik Indonesia. Menjelang peristiwa yang begitu sakral […]

  • Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200. Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan […]

  • Mahasiswa Kutuk Intervensi Aparat di Pilpres

    Mahasiswa Kutuk Intervensi Aparat di Pilpres

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Mahasiswa mengutuk keras intervensi dan tekanan yang dilakukan aparat pemerintah kepada rakyat terkait pilihan politik di Pilpres 2019. Kutukan itu disuarakan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) bersama aktivis muda Rahman Simanjuntak dalam aksi unjukrasa di Padangsidempuan, Jum’at (12/4/2019). Aksi puluhan mahasiswa ini dilangsungkan di dua lokasi. […]

  • Fahrizal Efendi: Pesantren Harus Tampil Hapus Stigma Madina Daerah Ganja

    Fahrizal Efendi: Pesantren Harus Tampil Hapus Stigma Madina Daerah Ganja

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terlanjur populer sebagai daerah penghasil ganja di Indonesia. Bahkan nomor 2 setelah Aceh. Diperlukan upaya melibatkan semua pihak mengatasinya. Pesantren diharapkan tampil untuk perlahan merubah stigma itu. Karena mampu menjadi penggerak melawan peredaran narkoba dan budaya tanaman ganja. “Tanggung jawab kita semua menghapus stigma itu. Diharapkan para ulama, ustad dan […]

expand_less