Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak

T Tinggi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) melakukan aksi protes di halaman Mapolresta, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Kamis (2/2).
Aksi tersebut terkait kinerja jajaran kepolisian setempat yang terkesan lambat dalam menyelesaikan kasus yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Sofi dalam kasus pencurian di dalam rumah miliknya pada tahun 2008 silam.
Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster berisi tulisan bernada kecaman kepada kinerja aparat kepolisian yang sangat lambat dalam menyelesaikan kasus perkara. Mereka menilai kasus tersebut sengaja diperlambat oleh pihak-pihak berkepentingan, karena di dalamnya juga ikut terlibat seorang polisi dan tidak pernah ditetapkan menjadi tersangka.

Massa juga membawa spanduk sepanjang empat meter bertuliskan 1.000 tanda tangan masyarakat Kota Tebingtinggi akan dilakukan karena tidak adanya keadilan bagi masyarakat kecil. Kordinator aksi, Sari Damanik meminta kepada aparat kepolisian agar segera menuntaskan kasus yang menimpa Sofi hingga terbuka kebenaran dan keadilan jangan berlarut-larut lagi dalam ketidakjelasan.

“Tangkap orang yang terlibat dan adili mereka. Polisi harus bekerja secara profesional sesuai kode etik dan tugasnya,” tegas Sari di hadapan puluhan personil Polres Tebingtinggi yang dipersiapkan untuk mencegah tindakan anarkis para demonstran.

Akhirnya perwakilan mahasiswa bersama korban pencurian, Sofi langsung diterima Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP Ngemat Surbakti didampingi Kasat Reskrim AKP Lili Astono. Dalam pertemuan itu, sempat terjadi adu argument antara kedua belah pihak. Pihak pelapor meminta kepada jajaran Polres Tebingtinggi agar segera menangkap pencuri walapun melibatkan oknum polisi.

Menanggapi hal itu, Kasubag Humas Polres Tebingtinggi menjelaskan akan tetap menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat. Disebutkan, kepastian hukum akan didapat oleh masyarakat, tapi semua butuh penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait lambatnya tuntas kasus tersebut dikarenakan pihak kejaksaan telah melakukan pemulangan berkas P19 karena belum lengkapnya unsur-unsur hukum didalamnya.

“Untuk kasus ini, bila juru periksa (juper) pembatu telah bosan menangani kasus tersebut, kita akan menggantinya dengan juper yang baru. Sepuluh hari ke depan pihak pelapor sekaligus korban akan mendapatkan jawaban kelanjutan kasus pencurian itu dari pihak polisi untuk diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelas Ngemat Surbakti.

Mendengar penjelasan pihak kepolisian, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gerakan mahasiswa peduli rakyat meninggalkan Polres Tebingtinggi dengan tertib, apabila yang dijanjikan pihak polisi tidak terbukti sampai sepuluh hari ke depan, mahasiswa berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah masa yang lebih besar. ( ali yustono.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Aek Mata Meluap

    Sungai Aek Mata Meluap

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata meluap menyebabkan jalan protokol di jantung kota Panyabungan digenangi air berakibat terganggunya arus lalu lintas, Jum’at (8/5). Sejauh ini belum ada laporan kasus perumahan penduduk diterjang arus sungai, meski air sempat masuk ke kawasan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Sungai yang membelah kota Panyabungan ini meluap akibat […]

  • Dana Desa di Rock Balancing

    Dana Desa di Rock Balancing

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ? Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa? Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya? Pertanyaan ini menggema di desa-desa. Memang sejumlah kepala desa […]

  • 30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Indonesia masih kekurangan listrik. Sedikitnya 30 persen rakyat Indonesia saat ini belum menikmati listrik. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran. Meski menolak dikatakan krisis, namun dia mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan energi. “Banyak daerah yang dipotret betul oleh DEN, masih banyak kekurangan,” katanya. […]

  • HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Julia Sitanggang, S.Pd Karyawan swasta, anggota Majelis Taklim Islam Kaffah, tinggal di Tapanuli Tengah   Pendidikan adalah cara untuk mengangkat kelas sosial. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi dasar pembangunan negara-negara maju. Namun faktanya, masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya universitas. (Sumber MEDIA […]

  • Rhoma akan cabut dukungan untuk PKB?

    Rhoma akan cabut dukungan untuk PKB?

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rhoma Irama melalui pendukungnya yang tergabung dalam Riforri (Rhoma Irama For Republik Indonesia) mengancam menarik dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Riforri menyampaikan tiga poin yang harus dipenuhi PKB agar Rhoma tidak menarik dukungannya. “Yang pertama akan menarik dukungan bila PKB tidak konsekuen dengan kesepakatan yang telah disepakati bersama untuk mencapreskan Haji Rhoma Irama, […]

  • Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 14Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga yang melakukan pelemparan terhadap Pos Lantas dan Mapolsek Panyabungan. Bahkan pihaknya akan terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan khususnya dan masyarakat Madina secara umum dalam menjaga kamtibmas. Itu disampaikan kapolres pada acara silaturahmi […]

expand_less