Senin, 20 Jul 2026
light_mode

30% rakyat Indonesia tanpa listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Indonesia masih kekurangan listrik. Sedikitnya 30 persen rakyat Indonesia saat ini belum menikmati listrik.

Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran. Meski menolak dikatakan krisis, namun dia mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan energi. “Banyak daerah yang dipotret betul oleh DEN, masih banyak kekurangan,” katanya.

Tumiran menyebutkan, rasio elektifikasi energi di Indonesia baru sekitar 67-70 persen. “Artinya, 30 persen rakyat Indonesia balum punya listrik,” ungkap Tumiran.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) ini menambahkan, dengan jumlah tersebut, Indonesia jelas kekurangan listrik. Karena itu, DEN sedang mendata kebutuhan energi di daerah untuk memproyeksikan kebutuhan energi secara nasional hingga beberapa tahun ke depan, termasuk darimana sumber energi untuk memenuhinya.

“Kondisi ini tak boleh dibiarkan. Itu kan growth, industri terus tumbuh, itu harus kita siapkan berdasarkan proyeksi. Kalau gak punya proyeksi, kita tidak tahu, untuk apa kita membangun pembangkit,” imbuhnya.

Tumiran menjelaskan, nantinya akan ada kebijakan energi nasional dengan membuat proyeksi kebutuhan energi Indonesia ke depan dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi rata-rata, pertumbuhan penduduk dan lainnya. Sehingga diketahui berapa kebutuhan energi nasional hingga tahun 2050.

Dia mencontohkan Jepang dan Korea yang tidak memiliki gas, namun memiliki rencana umum energi yang baik, sehingga kebutuhan energi negara tersebut bisa diproyeksikan.

Dengan proyeksi ini, lanjut Tumiran, diharapkan tidak ada lagi daerah di Indonesia yang kekurangan sumberdaya energi. “Karena kalau sampai kekurangan sumber daya energi, dia tertinggal,” bebernya.

Di Sumut sendiri, krisis listrik sepertinya tidak pernah henti. Padahal sumber energi dan jumlah pembangkit listrik di daerah ini tidak sedikit dan selalu dibangga-banggakan. Masih melekat diingatan masyarakat Sumatera Utara pada Januari 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan sejumlah proyek raksasa, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan I berkapasitas 2×90 MW, dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi Simangkuk 275/150 KV kapasitas 250 MVA di Balige. Tujuannya adalah agar kebutuhan listrik di daerah ini terpenuhi dan membebaskan Sumatera Utara dari pemadaman listrik karena kekurangan daya.

Potensi lain yang ada di Sumatera Utara adalah PLTU Labuhan Angin, PLTA Asahan III, PLTA Spahoras, PLTA Lau Renun, dan PT Inalum. Begitu juga pembangkit listrik berkapasitas 2×2,5 MW di Humbang Hasundutan, pembangkit listrik di Simalungun berkapasitas 2×4,5 MW, kawasan Danau Toba yang memiliki potensi pembangkit energi power hydro. Jika ditotal, Sumut telah memberikan sumbangan untuk peningkatan pembangkit mencapai 10 ribu MW.

Luar biasa potensi listrik yang ada di Sumut. Jika potensi ini benar-benar berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan, maka Sumut dipastikan bebas pemadaman dan akan terang-benderang. Namun kenyataannya, apa yang dirasakan masyarakat masih jauh dari harapan. Pemadaman(Waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Ketua Dewan Penasehat Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM), Zakaria Rambe menganggap reklamasi ambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan hanya kedok. Ketelibatan pemerintahbdan aparat justru menguatkan dugaan pelegalan yang ilegal. Hal ini kata Zakaria juga terbukti tidak adanya ketegasan Polisi dalam menindak para pelaku tambang emas ilegal meski perintah itu […]

  • Kerap Dipukuli, Seorang Istri di Panyabungan Laporkan Suaminya ke Polisi

    Kerap Dipukuli, Seorang Istri di Panyabungan Laporkan Suaminya ke Polisi

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- N ( 20 th ) warga Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), melaporkan suaminya berinisial MH (25th) atas tindakan KDRT. Ia didampingi ibunya melaporkan tindakan kekerasan itu ke Polsek Panyabungan Selasa malam 3/10/2023 setelah tidak tahan lagi atas perbuatan suaminya yang kerap main tangan terhadap nya. Saat […]

  • Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri. Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura. Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena […]

  • Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penutupan Konjen Amerika Serikat akan berdampak pada investasi di kota Medan. “Lihat sekarang pemerintah Amerika Serikat sudah menutup konsulatnya di Medan. Sebenarnya kita malu tidak dapat memberi rasa aman di wilayah ini. Dengan begini, investor yang akan ke Medan juga takut,” Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro, hari ini. Menyikapi berbagai unjuk […]

  • LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 3-selesai)

    LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Depan yang Menunggu Ditulis   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Pertanyaan terbesar bagi Labuhanbatu Selatan hari ini bukanlah soal kerajaan. Bukan pula soal silsilah. Melainkan soal masa depan. Bagaimana daerah yang bertumpu pada sawit ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi? Bagaimana generasi muda memperoleh kesempatan kerja yang layak? Bagaimana pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat? […]

  • Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jangan Tinggalin Aku… JAKARTA-Kepergian Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa dipanggil Adjie Massaid untuk selamanya, yang meninggal akibat diduga serangan jantung usai bermain sepak bola di lapangan bola Lebak Bulus membuat sang istri, Angelina Sondakh sontak histeris. Derai air mata tak sanggup menunjukkan kepedihannya. Angie pun memohon agar tidak ditinggalkan oleh suami tercintanya. […]

expand_less