Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
  • print Cetak

 

Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH

 

PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Artinya, jika masih ada Desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal berarti masih ada yang salah dalam tata kelola pemerintahan Desa tersebut.

“Pasalnya grafik bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa terus meningkat. Apabila kita ambil data Kemenkeu tahun 2017, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK.07/2017 tentang perubahan rincian Dana Desa menurut daerah Kab/Kota Tahun 2018 menyebutkan bahwa Dana Desa untuk Desa-desa di seluruh Indonesia tahun 2018 mencapai Rp. 60 triliun. Hal ini jauh meningkat jika dibandingkan sejak tahun 2016 yang masih berkisaran Rp. 46 triliun”, kata Anwar yang juga berprofesi sebagai Advokat.

Lebih lanjut Anwar memaparkan bahwa tahun 2019, yang masih merujuk data Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa Dana Desa sebesar Rp70,0 triliun.

“Besaran dana sekitar 5 Milyar per/desa selama 5 tahun. Jika dilihat dari hal tersebut apabila tidak menghasilkan perubahan, tentu ada masalah”, tambah Anwar.

“Kita menemukan banyak Desa yang hanya membangun jalan dan drainase, sementara kualitas hidup dan akses ekonomi masyarakat tidak banyak disentuh”, ungkap Anwar, Sabtu (16/11/2019).

Sebagai contoh dalam rekap jumlah status Desa Provinsi Sumatera Utara, dari 27 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, mayoritas Kabupaten/Kota masih ada yang tergolong Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal.

Misalnya Daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan, seperti Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas adalah Desa yang paling banyak memiliki kategori Desa Tertinggal.

“Justru yang sangat membuat kita merasa miris adalah, bahwa dari 27 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Mandaling Natal adalah rangking tertinggi sebagai pemasok Desa Tertinggal yakni mempunyai berjumlah 204 Desa Tertinggal. Tak cukup sampai di situ, ternyata Kabupaten Paluta juga memiliki rangking tertinggi desa Sangat Tertinggal yaitu sebanyak 109 desa,” ungkapnya.

Padahal, papar Anwar, jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang lain, Kab. Madina dan Kab. Paluta tidak termasuk daerah yang minus sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Oleh sebab itu kami menganggap ada yang hal dalam proses pengelolaan Desa sebagai basis masyarakat yang tidak beres dalam tata kelola pemerintahan Desa yang baik, alhasil berimplikasi terhadap status Desa masih mendapat rapor yang jelek, misalnya masih menyandang status Desa sangat tertinggal dan tertinggal,” katanya.

“Tentu kita berharap agar pemerintah mencari solusi yang super efektif dan efisien apa dan bagaimana hendaknya Dana Desa tersebut dikelola dengan baik, agar tidak hanya sekedar penyaluran Dana Desa yang terkesan bagi-bagi jatah saja” tukas Anwar,” tukas Anwar. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton. Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian […]

  • Langkah Pass Manida Lestarikan Kreativitas Perajin di Madina

    Langkah Pass Manida Lestarikan Kreativitas Perajin di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ubah Bambu Jadi ‘Emas’ dan Siap Promosikan Hasil Karya Memang menjadikan sesuatu itu berharga bukan hal yang mudah. Namun, pasti bisa terwujud bila disertai upaya sistematis dan terdidik. Semisal, melakukan berbagai kreativitas atau dengan mengekspresikan kemampuan serta keahlian yang ada. Misalnya dengan sepotong bambu apabila dikerjakan dan diolah sedemikian rupa akan terjual dengan harga tinggi […]

  • KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Ketua (Kontak tani Nelayan Andalan) KTNA Sumut, H. Raya Pasaribu menekankan KTNA Madina meningkatkan inovasi serta jejaring usaha tani. Itu dikatakannya pada pidato pelantikan KTAN Madina yang dibacakan Sekda Madina, Yusuf Nasution Kamis (20/3/2014). Menurutnya, pengurus KTNA itu pejuang, tak ada rebut merebut posisi. Pengurus KTNA hanya bermodal keikhlasan dalam […]

  • Petani Makin Malas Tanam Padi

    Petani Makin Malas Tanam Padi

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kepala Biotech Center IPB University, Dwi Andreas Santosa mengatakan, tren penurunan luas areal tanam padi di Indonesia akan terus berlanjut. Ini disebabkan biaya produksi yang semakin mahal, sementara harga gabah terus turun sehingga membuat bertanam padi tak lagi menarik dan menguntungkan bagi petani. “Peralihan lahan pertanian ke non pertanian akan semakin pesat. Hingga mencapai […]

  • Karhutla: Menunggu Status “Bencana Nasional” atau Menunggu Anak Bangsa Berhenti Bernapas?

    Karhutla: Menunggu Status “Bencana Nasional” atau Menunggu Anak Bangsa Berhenti Bernapas?

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution Forum Lintas Studi Tulila*   Coba bayangkan anda harus mengurung anak balita di dalam kamar seharian. Bukan karena nakal, tapi karena udara di luar rumah sudah berubah jadi abu-abu pekat dan berbau sangit. Anda terpaksa menambal setiap celah jendela dan lubang angin pakai lakban erat-erat. Di dalam ruangan yang pengap itu, anak […]

  • Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus berdatangan. Terlebih dalam beberapa hari belakangan elektabilitas pasangan ini terus melejit. Kali ini dukungan datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. HM Yusuf Nasution, MSi. Tokoh agama yang juga ketua Pimpinan Daerah […]

expand_less