Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pengawasan jajanan sekolah lemah!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Sebanyak 8,5 persen jajanan anak di sekolahan tidak memenuhi standar kesehatan, karena menggunakan berbagai bahan baik itu pemanis maupun pewarna.

Hal ini menimbulkan keraguan bagi para orang tua murid, terlebih baru-baru ini ditemukan siswa SD keracunan usai makan bakso kojek.

Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, pengawasan terhadap jajanan anak sekolah di Kota Medan dinilai masih lemah. “Sejauh ini belum ada dan masih berjalan sendiri. Sekolah juga tidak terlalu mengontrol jajajan anak-anak itu.Makanya kita minta untuk dikontrol dalam satu aturan,” kata Bahrumsyah, tadi malam.

Menurut Bahrumsyah, pengawasan terhadap jajanan anak sekolah ini terkesan dibiarkan dan berjalan sendiri. Ini tidak dapat dipungkiri, karena tak jarang di lingkungan sekolah, seperti sekolah dasar banyak jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.

Bahkan jajanan ini sangat diminati siswa. Ironisnya, belakangan ini ada setidaknya dua kasus keracunan yang terjadi di wilayah Medan dan Deli Serdang. “Bahkan kasus ini, menyebabkan dua kakak beradik meninggal dunia.Sedangkan di Deliserdang puluhan siswa muntahmuntah setelah membeli jajanan yang dijajakan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Medan lainnya, Salman Alfarisi, menilai regulasi untuk menertibkan jajanan anak sekolah ini cukup dengan Peraturan Walikota (Perwal) atau surat keputusan (SK) saja.

”Jika diperdakan bisa,namun khusus ini sulit mengimplementasikannya, yang lebih tepat itu perda yang bersifat umum, namun item tersebut dimasukkan di dalamnya,” tukasnya.

Akan tetapi, untuk pengaturannya bisa dilakukan pihak sekolah sebagai pihak yang bertanggungjawab atas jajanan yang ada di lingkungan sekolah dengan jarak tertentu. “Bahkan bila perlu diberikan sanksi jika mengabaikan hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Salman, jika masalah jajanan anak sekolah ini diatur dalam Perda akan sulit dilakukan dan dievaluasi. Sebab, pedagang makanan ini hanya nongkrong di lingkungan sekolah dan berpindahpindah. Sehingga jumlahnya tidak terdata dan aturan akan sulit diterapkan. Berbeda dengan penyedia jajanan yang resmi.

“Regulasi itu sebenarnya tidak terlalu penting bagi yang resmi.Karena bagaimana pun ketika mereka membuka usaha, tentu sudah punya izin usaha. Namun yang terpenting adalah ketegasan dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah serta lingkungannya,” katanya.
Sumber : waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kodok berukuran besar yang hidup di selatan Afrika ini pantas disebut mosnter. Bagaimana tidak, kalau kodok umumnya makan nyamuk atau hewan kecil sejenisnya, lha kodok ini makannya tikus, bahkan ular. Bisa dibayangkan berapa besar ukuran mulutnya saat kodok tersebut menangkap mangsanya. Ukurannya memang jumbo. Satu ekor kodok dewasa beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Ini merupakan […]

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Densus Antikorupsi tak ganggu KPK

    Densus Antikorupsi tak ganggu KPK

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Ketua Komisi III DPR Pieter Zulkifli menilai pembentukan Densus Antikorupsi tidak akan mengebiri kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya diyakini bisa bersinergi dalam pemberantasan korupsi. “Tidak juga sepanjang niat baik. Kejujuran menjadi landasan untuk mengemban amanah,” ujar Pieter kepada wartawan, hari ini. Menurut dia, Polri harus melakukan pembenahan terlebih dahulu jika memang […]

  • Meriahkan HUT RI, Kecamatan Tambangan Gelar Berbagai Perlombaan

    Meriahkan HUT RI, Kecamatan Tambangan Gelar Berbagai Perlombaan

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN( Mandailing Online)- Meriahkan perayaan HUT ke 78 RI, Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gelar berbagai kegiatan perlombaan antar desa yang digelar di Lapangan SMP I Tambangan. Kamis (17/8/2023). Perlombaan yang digelar pihak Kecamatan tahun ini mulai dari kegiatan sosial naposo nauli bulung, maraton, lomba kesenian daerah, festival anak anak, panjat pinang, olah vocal, […]

  • Warga MBG Dukung SAHATA Untuk Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

    Warga MBG Dukung SAHATA Untuk Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) di Pilkada Madina 2024 terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari sejumlah warga Desa Manuncang dan Desa Tagilang Julu, Kecamatan Muara Batang Gadis. Mereka menyampaikan dukungan ke Paslon SAHATA […]

  • PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut  membuka penjaringan dan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024. Pada temu pers di Aula Gusdur, Kantor PKB Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang, Panyabungan, Kamis (25/4), Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar didampingi Direktur […]

expand_less