Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Penghianat Diberi Hormat, Layakkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Penghianat! Munafik! Laknatullah alaihi! Itulah kata-kata yang layak disematkan kepada sosok Mustafa Kemal Attaturk. Namanya baru-baru ini menjadi viral karena rencana pemerintah menjadikan nama tersebut sebagai salah satu nama jalan di DKI. Alasannya, sebagai simbol kerjasama bilateral yang baik dan rasa hormat terhadap negara Turki.

Sayangnya, rencana penyematan nama Mustafa Kemal tersebut menuai kontroversi di Indonesia. Banyak yang menolak rencana tersebut. Karena sosok Mustafa Kemal Attaturk yang dikenal oleh umat Islam adalah penghianat yang telah menjadi agen penjajah Barat untuk mencabut penerapan syariat Islam secara kafah di muka bumi pada tahun 1924 di Istambul.

Karena banyak menuai protes atas kebijakan tersebut, kelihatannya pemerintah daerah DKI Jakarta mulai melunak dan kembali mempertimbangkan rencana tersebut. Seperti dilansir dalam tribunnews.com, bahwa Pemprov DKI Jakarta mengusulkan rencana penamaan jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat diganti menjadi nama kota di Turki yakni Istanbul atau Ankara.

Salah satunya perlu digelarnya diskusi dengar pendapat dengan masyarakat jika nama yang diusulkan menimbulkan kontroversi. Diketahui, usai pemerintah Turki menamakan salah satu jalan di negaranya dengan nama Presiden RI pertama Soekarno, mereka mengusulkan nama Presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk sebagai nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta. Pengusulan nama Ataturk belakangan menuai prokontra karena tokoh Turki tersebut dinilai Islamophobia. Karena itu, Pemprov DKI dalam waktu dekat akan segera menggelar dengar pendapat dan forum diskusi bersama masyarakat.

Sebelum memutuskan suatu rencana, harusnya pemerintah terlebih dahulu berfikir matang-matang. Meskipun hanya sekedar menyematkan nama seseorang dalam penamaan suatu jalan, tetapi bukan berarti tidak penting. Sebab jalan tersebut akan selalu dilintasi oleh warga dan pastinya disebut-sebut. Ironisnya, nama yang diusulkan pun adalah nama sosok yang kontroversi dalam sejarah umat Islam.

Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim tersebar di dunia tentunya banyak yang mengenal kisah sejarahnya. Apalagi di zaman yang sedang menuju kebangkitan Islam ini, kaum Muslim mulai mencari kebenaran beberapa fakta sejarah yang lama terkubur juga telah dikaburkan. Khususnya untuk nama Mustafa Kemal Attaturk. Bagi yang sudah tahu sepak terjangnya dalam perang dunia kedua dan menghapuskan benteng umat Islam sedunia, otomatis menolak nama tersebut dihormati dan diabadikan sebagai nama jalan di tanah kaum Muslim.

Sementara yang belum kenal, tentu akan mencari tahu kenapa banyak yang menolak nama Mustafa Kemal Attaturk disematkan menjadi salah satu nama jalan di Jakarta. Sehingga memunculkan geliat membongkar kembali kebenaran yang sebelumnya masyarakat tidak tahu. Di satu sisi, tanpa disadari pengusung telah memperkenalkan nama Mustafa Kemal kepada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, justur membongkar memori kelam tahun 1924.

Nama Mustafa Kemal Attaturk atau dalam sejarah modern dikenal sebagai Bapak Modern Turki alias Tukri Sekuler adalah presiden pertama untuk negara yang dulunya disebut sebagai The Ottoman Empire. Salah satu state raksasa global yang disegani dunia beratus tahun lamanya. Kekuatan yang dimiliki mulai dari politik, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga militernya yang ditakuti hampir seluruh negara lain di luarnya. Lembaga militer “Jenissary” adalah lambang kebanggaan umat Islam saat itu.

Namun peristiwa menyakitkan itu tiba, tatkala satu nama mulai muncul yang bertepatan dengan perang dunia ke dua. Negara-negara Eropa Barat mulai bangkit dan berupaya menguasai dunia dengan trik gold, glory gospel juga politik belah bambunya. Eropa Barat memperkenalkan suatu bentuk kebangkitan semu dengan revolusi industri berideologikan sekuler-kapitalis. Lalu menyebarkannya ke seluruh dunia secara fisik maupun taktik politik.

Tidak terkecuali wilayah Istambul yang sekarang dikenal sebagai negeri Turki. Mustafa Kemal Attaturk adalah penyusup dari dalam tubuh militer Usmaniyah dan berpura-pura menjadi seorang muslim. Sosok munafik itu merupakan agen Inggris yang saat itu memimpin revolusi dunia menuju sekulerisme dan kapitalisme. Melalui kaki tangannya inilah, Inggris berhasil melumpuhkan Ottoman Empire atau kekhilafan Ustmani dari jantungnya, Istambul.

Persekongkolan meruntuhkan kekuasaan Ustamiyyah yang merupakan pusat kekuatan umat Islam sedunia saat itu, melahirkan negara kecil Turki Sekuler yang dipimpin presiden pertamanya adalah Mustafa Kemal Attaturk. Suatu hadiah yang diberikan oleh Inggris kepadanya karena telah berjasa besar dalam menyingkirkan kekuatan umat Islam dari politik dunia selamanya.

Harga mahal menjadi seorang presiden Mustafa Kemal Attaturk harus dibayar dengan pertumpahan darah dan banyak penghianatan penguasa-penguasa boneka di dunia Islam. Mulai dari Palestina, Suriah, Mesir, Lebanon, Tunisia, Yaman, Afghanistan, Pakistan, Kahsmir, Turkistan, Malaysia hingga Indonesia. Lalu, layakkah sosok penghianat seperti Mustafa Kemal Attaturk diberi rasa hormat menjadi nama sebuah jalan? Di negeri muslim lagi! Naudzubillah min zaalik.

Penghianatan terhadap umat Islam dan syariat Allah adalah dosa yang sangat besar. Akibat perbuatan munafik si Laknatullah, kaum Muslim lebih dari 90 tahun sudah mengalami penderitaan yang seolah-olah tidak berkesudahan. Semua kaum Muslim di negeri ini harus sepakat dan kompak menolak penyematan nama jalan atas nama Mustafa Kemal Attaturk. Allahu a’alam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan bakal punya rumah

    Nelayan bakal punya rumah

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 10/2001 tentang Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) akan menyiapkan rumah murah untuk nelayan mulai tahun 2012. “Sebagai nakhoda program PKN, pemerintah telah menyiapkan Rp3 triliun pada tahun ini,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, dalam siaran persnya, hari ini. Menurut dia, anggaran sebesar itu untuk pembangunan […]

  • Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Diva kontroversial ini tengah mempelajari kitab suci Al Quran. Ketertarikannya kepada Al Quran, didasari karena Madonna penasaran dengan kehidupan pribadi sang kekasih, Brahim Zaibat, yang merupakan seorang Muslim. Dilansir dari Nation, Madonna yang berlatar belakang dari keluarga Katolik, diketahui saat ini menganut Kabbahlah (aliran Yahudi). Janda Guy Ritchie itu hanya tahu sedikit tentang sejarah Islam […]

  • Siswi SMK AKP Tewas Digilas Dump Truk

    Siswi SMK AKP Tewas Digilas Dump Truk

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUKPAKAM, (MO) – Wiwik Sundari(15) warga Dusun II Desa Sidourip Kecamatan Beringin, siswi kelas I SMK Yayasan Awal Karya Pembangunan (AKP) di Pasar Sore Kecamatan Beringin, tewas terlindas dump truk pengangkut tanah di Jalan Lintas Sidourip tepatnya di Dusun Sunda Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin, Selasa (27/11), sekitar pukul 11.00 Wib. Sebelumnya korban, […]

  • Harga Ayam Potong di Madina Naik

    Harga Ayam Potong di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Harga ayam potong dalam beberapa minggu terakhir di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Madina menunjukkan kenaikan. Rentang grafik kenaikan berada di posisi Rp.22.000 ke arah Rp.25.000 per Kg. Pengakuan pedagang, faktor kenaikan harga bukan karena stokan dari peternak berkurang, melainkan mengikuti trend naiknya harga dari daerah lain. “Pasokan dari peternak tidak berkurang, namun harga […]

  • Dewan Nakal Diberi Sanksi

    Dewan Nakal Diberi Sanksi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Medan segera memberikan teguran kepada anggota dewan yang jarang masuk. Pasalnya, dari 50 anggota dewan, yang hadir dalam kegiatan sehari-harinya hanya berkisar 30 orang saja. Sangat jarang 50 orang anggota dewan hadir sekaligus. “Untuk itulah kita segera memberikan sanksi bagi para oknum anggota dewan yang bolos kerja kecuali ada […]

  • Lima Pengedar Ganja Antar Provinsi Digulung

    Lima Pengedar Ganja Antar Provinsi Digulung

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil menggulung 5 pengedar ganja antar provinsi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina, Selasa (21/12). Kelimanya yang kini mendekam di tahanan Polres Madina merupakan warga Sumatera Barat (Sumbar). Adapun kelima tersangka tersebut, yakni Aria Ananda Chaniago (32) warga Kampung Jawa Nomor 688, Kecamatan […]

expand_less