Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Pengunjuk Rasa Desak Kejari Madina Ungkap Identitas Politisi dan Bupati Diduga Menikmati Dugaan Korupsi Dana Desa Digital

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

MADINA-Mandailing Online : Lambannya penanganan dugaan korupsi desa digital atau Smart Village di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) membuat Generasi Muda (GM) Grib Jaya Madina berunjuk rasa di kantor  Kejaksaan Negeri Madina, Rabu (24/09/2025). pengunjuk rasa meminta kejaksaan profesional dan tidak tebang pilih terhadap siapa saja yang terduga menikmati aliran dana proyek desa digital yang nilainya mencapai 9,4 miliar tersebut.

“Kami tidak akan berhenti bersuara. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak masyarakat, khususnya di desa. Dengan kerugian negara mencapai Rp9,4 miliar, ini jelas pukulan berat bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, untuk itu jaksa penyidik jangan tebang pilih. Periksa terduga penikmat aliran dana proyek itu” kata Sutan Paruhuman Nasution di sela aksi berlangsung Rabu 24/9/2025.

Dalam aksi tersebut, ada 7 poin tuntutan ke Kejaksaan diantaranya meminta Kejari Madina untuk transparan dalam penanganan proses hukum kasus Smart Village yang telah memasuki tahap penyidikan.

Pengunjuk rasa juga menuntut agar  Kejari Madina mengungkap secara terbuka keterlibatan politisi partai dan pejabat eselon II serta mantan Bupati Madina yang diduga kuat  ikut menikmati aliran dana dari kegiatan Smart Village tersebut.

Dalam aksi itu, Ketua Generasi Muda GRIB Jaya Madina, Sutan Paruhuman Nasution menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya proses hukum dalam kasus ini.

Sementara itu Kejari Madina melalui Kasi Intelijen, Jupri W Banjarnahor, SH, MH yang menerima aksi menyatakan meminta waktu untuk mengungkap kasus ini. Karena proses hukumnya baru berjalan selama 2 minggu.

“Beri kami waktu untuk mengungkap kasus ini, sebab dalam mentersangkakan orang harus cukup bukti-buktinya dan kami harus tahu peristiwanya. dan kami akan transparan dalam proses hukumnya,”ujar Kasi Intelijen, Jupri W Banjarnahor, SH, MH

Pantauan wartawan, setelah massa aksi menyampaikan aspirasi dan diterima pihak Kejaksaan, massapun membubarkan diri . Namun mereka mengaku akan terus aksi apabila kejaksaan dinilai tidak akomodir perkembangan tuntutan mereka (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran CPNS Sibolga Dibuka

    Pendaftaran CPNS Sibolga Dibuka

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    SIBOLGA, – Besok, Senin (23/9) hingga 4 Oktober, Pemko Sibolga secara resmi membuka pendaftaran penerimaan CPNS Sibolga formasi TA 2013. Daerah ini menerima 70 orang dengan rincian 50 orang untuk tenaga guru, 9 orang tenaga kesehatan dan 11 orang tenaga teknis. Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sibolga Yahya Hutabarat kepada METRO, […]

  • Kunjungi Home Industry Kerupuk, Saipullah Komit Kembangkan UMKM

    Kunjungi Home Industry Kerupuk, Saipullah Komit Kembangkan UMKM

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution mengatakan ekonomi Indonesia, termasuk daerah, bisa kuat karena ditopang oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Itu sebabnya, pemerintah harus menunjukkan dukungan secara riil terhadap sektor ini. Saipullah megungkapkan hal itu di sela-sela kunjungan ke beberapa industri rumahan kerupuk di […]

  • Dinas PUPR Madina Mulai Normalisasi Aek Singolot Pasca Banjir

    Dinas PUPR Madina Mulai Normalisasi Aek Singolot Pasca Banjir

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal mulai normalisasi sungai aek singolot di Panyabungan Selatan pasca meluapnya air sungai dua pekan lewat. Batuan dan kayu yang sempat membuat aliran sungai terhalang dibersihkan dengan menggunakan alat berat. Normalisasi sungai aek singolot tepatnya di Tanobato itu diperkirakan kelar selama 3 hari kedepan. Erwin Kepala Bidang […]

  • Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprediksi bakal menjadi “bom waktu”. Selain limbah tambang yang sangat berbahaya, kondisi areal tambang emas juga sudah semakin membahayakan. Pantuan beritasumut.com, Senin (28/02/2011), wajah para pekerja Galundung mulai pucat dan matanya kuning seperti kurang darah diduga akibat limbah air raksa (merkuri). Galundung […]

  • Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir-akhir ini istilah khilafah menjadi topik perbincangan masyarakat. Ada anggapan bahwa istilah khilafah itu tidak ada dalam al-Quran. Karena itu Khilafah tidak perlu disuarakan. Bahkan seolah ingin ditanamkan kepada umat bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam sehingga umat tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan Khilafah. Memang benar, kata khilafah dalam makna sistem pemerintahan Islam—sebagaimana […]

  • Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sutan Palembang Nasution salah satu raja Mandailing mengecam pendapat bupati Mandailing Natal (Madina) yang menyebutkan pengurus Badan Pemangku Adat (BPA) sudah meninggal dunia dan uzur. “Sangat aneh seorang Bupati mengatakan pengurus BPA sudah uzur,” katanya Senin (10/11). “Saya yakin apabila hal ini tidak segera diklarifikasi oleh bupati, maka seluruh raja-raja yang […]

expand_less